Tidak Ingin Diistimewakan

Tulisan ini tidak sedang berbicara tentang sifat tawadhu rendah hatinya seseorang. Melainkan tentang “lalai”nya kita dalam menyadari keistimewaan yang Allah berikan. Tidak ngeh dengan segala nikmat yang dikhususkan Allah pada manusia, terutama pada seorang yang beriman. Padahal kata Allah, segala yang ada di bumi ini diciptakan untuk manusia. Masihkah tidak merasa istimewa dan tergerak untuk mensyukuri serta memanfaatkan keistimewaan ini?

Tulisan ini terinspirasi dari kisah sehari-hari. Ketika sudah diistimewakan dengan diberi kekhususan, kita memilih apa yang disukai atau apa yang dirasa paling mudah, paling enak, paling diinginkan. Tak jarang, kemudian kita “ngedumel”, ngeluh merasa tidak diistimewakan. Padahal bukan sebab tidak istimewa tapi karena saat sudah diistimewakan, kita lebih mengikuti hawa nafsu untuk “ambil yang paling enak menurut hawa nafsu”. Padahal bisa jadi yang dipilih itu tidak lebih baik dari apa yang Allah sediakan.


Tak jarang kita kurang ngeh, kurang aware saat diistimewakan entah oleh Allah ataupun oleh makhluk.

كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ ۗ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ ٱلْكِتَٰبِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُم ۚ مِّنْهُمُ ٱلْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ ٱلْفَٰسِقُونَ

Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Diantara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik.” (Ali Imran ayat 110)

Diantara hikmah pas baca ayat ini, kalau seorang muslim masih merasa minder berarti dia ga ngeh betapa istimewa dirinya. Bukan karena Allah tidak mengistimewakan, tapi kadang karena kitanya yang tidak tahu keistimewaan diri, tidak mau diistimewakan atau (na’udzubillah) kita merasa ayat itu bukanlah sebuah informasi tentang betapa istimewanya kita. Sehingga dengan mudahnya merasa “Apalah saya ini, hanya butiran debu” misalnya. Padahal debu aja kan bisa bermanfaat ya. Seperti pernah saya post di IG.


Maka ketika merasa minder, hayu buka Quran. Baca tentang beragam keistimewaan yang Allah siapkan. Setiap peran memiliki amanah khas yang tak bisa dikerjakan oleh orang lain.

Tak ada peran kecil di dunia ini. Bahkan sebutir atom pun berperan membentuk unsur-unsur lain yang lebih besar. Satu atom rusak, maka unsur itupun turut rusak.

Begitu pula peran kita.

Berdasarkan satu ayat tadi saja, kita tahu bahwa umat islam adalah umat terbaik untuk manusia. Mereka istimewa dengan kebiasaannya tidak membiarkan sesuatu alias tidak egois memikirkan diri sendiri sebab saling menasihati, mengajak pada kebaikan dan mencegah keburukan. Keimanannya kepada Allah menjadi akar setiap tindakannya yang membuat dia memiliki backing-an kuat sekaligus tempat bertumpunya segala sesuatu. Sebab ia hamba Allah Al-‘Aziz, Allah Al-Qowiy, Allah Arrahman-Arrahim. Maka tak akan merasa kekurangan kasih sayang, menginjak-injak kehormatan orang lain, menjaga kehormatan diri dan senantiasa memiliki kekuatan untuk melakukan kebaikan-kebaikan. Mengajak manusia pada balasan terbaik berupa surga.

Seorang yang beriman tidak pernah merendahkan diri dan orang lain karena ia hamba Allah Al-‘Aliy, Al-A’la. Tidak mungkin hatinya merasa khawatir sebab ia hamba Allah yang merupakan pemilik, pengatur dan penjaga semesta termasuk dirinya.

Maka resapilah kembali keistimewaan diri, minimal sebagai manusia dan sebagai muslim. Agar setiap langkah dapat terayun dengan penuh kepercayaan.

Bukan berarti seorang muslim tak boleh merasakan emosi negatif. Tapi muslim akan Allah tunjukkan pada kemampuan manajemen diri yang menakjubkan.

Wallahu a’lam.

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s