Ramadhan yang Lebih Baik

Sepekan sudah Ramadhan menyapa. Alhamdulillah, Ramadhan kali ini hampir mendekati suasana sebelum pandemi dimana mesjid dan lingkungan kembali ramai dengan beragam kegiatan khas Ramadhan.

Bicara Ramadhan, biasanya sering berkaitan dengan target Ramadhan. Adakah diantara teman-teman yang sudah membuat target Ramadhan? Apakah berjalan lancar sejauh ini?

Baca lebih lanjut

Tidak Ingin Diistimewakan

Tulisan ini tidak sedang berbicara tentang sifat tawadhu rendah hatinya seseorang. Melainkan tentang “lalai”nya kita dalam menyadari keistimewaan yang Allah berikan. Tidak ngeh dengan segala nikmat yang dikhususkan Allah pada manusia, terutama pada seorang yang beriman. Padahal kata Allah, segala yang ada di bumi ini diciptakan untuk manusia. Masihkah tidak merasa istimewa dan tergerak untuk mensyukuri serta memanfaatkan keistimewaan ini?

Baca lebih lanjut

Temukan Pola Peranmu

Saya kira, tak ada satupun tips trik yang bisa berhasil 100% di diri seseorang akan berhasil plek di orang lain karena setiap individu adalah masterpiece, ciptaan Allah yang memiliki ciri khas. Maka setiap materi teori produktivitas, manajemen dll, pasti akan selalu ada penyesuaian (orang menyebutnya dengan adjustment) dalam hal-hal tertentu. Tidak akan bisa digunakan seluruhnya secara plek ketiplek. Perlu penyesuaian yang nantinya akan jadi tips yang paling pas dengan diri seseorang.

Baca lebih lanjut

Terkunci

Pekan ini, entah kenapa sudah dua hari berturut-turut mengalami insiden ruangan terkunci. Terkuncinya sih dalam posisi sayanya di luar ruangan. Tapi barang di dalam ruangan terkunci yang diperlukan. Hari kedua mah sampe nangis gara-gara terkunci itu 😆

Dari kejadian ruangan dikunci, jadi merenung. Apa pesan Allah di balik kejadian dua hari berturut-turut di tempat yang berbeda dengan barang yang berbeda.

Mencoba mengambil hikmah bahwa kita bisa saja berencana, bisa saja ga ngeh, bisa saja lupa. Nyatanya semua terjadi atas kehendak Allah.

Baca lebih lanjut

Pertolongan Allah itu Unpredictable

Ketika bertekad untuk tetap masak di ramadhan ini (dan dengan idealisme mesti ada menu sayur di dalamnya), Allah takdirkan dapat amanah mendampingi peserta sanlat dan tentu saja tetap ada jadwal KBM di tempat berkhidmat. Sempat coba merencanakan dengan semaksimal mungkin sebelum Ramadhan tiba tapi di hari pertama shaum, rupanya fisik masih penyesuaian. Lemes banget. Alhasil hanya sanggup masak untuk sahur dan buka. Tak sempat ber-food-prep ria untuk yang berikutnya.

Hari pertama sanlat, alhamdulillah kondisi fisik aman tapi akhirnya mengalami kebingungan karena nyatanya food prep belum bisa bener-bener jalan akibat kondisi fisik yang perlu rehat juga setelah agenda itu. Alhamdulillah sempat masak dulu meski hanya satu jenis, dan lauk pendamping akhirnya beli qadarullah.

Baca lebih lanjut