Let’s Read

Membangun budaya membaca dan imajinasi anak di era digital bukanlah sesuatu yang sulit. Seharusnya.

Ada berbagai fasilitas bertebaran untuk dinikmati secara bebas. Dengan segala lebih dan kurangnya.

Adapun value keluarga diperlukan guna “membatasi” kehausan anak akan berbagai hal di luaran sana. Agar ia tidak seenaknya mereguk milik orang, dan tidak pula serba dinikmati hingga kekenyangan.

Secukupnya saja.

Berpetualang dalam imajinasi adalah kegiatan menarik yang sesungguhnya ada dan diperlukan oleh setiap diri manusia, hanya saja terlihat lebih bebas diekspresikan pada diri anak.

Tak banyak yang tahu, bahwa ketika anak membuka buku, yang dibacanya bisa jadi bukan teks melainkan gambarnya. Sehingga yang saya pahami, membangun budaya membaca bukan tentang bagaimana anak bisa membaca teks, tapi juga anak menikmati membaca apapun.

Maka memilih buku yang mampu menginterpretasikan isi teks ke dalam gambar adalah sebuah syarat penting untuk menarik imaji anak pada sesuatu yang lebih bermanfaat. Dan ini saya dapati salah satunya dari sebuah aplikasi online bernama Let’s Read.

Pertama kali tahu aplikasi ini dari salah seorang kawan yang ternyata ada proyek membuat cerita anak disini. Karena saya tahu dia memang seorang yang antusias di dunia literasi, maka saya percaya bahwa aplikasi yang sedang ia ceritakan adalah sebuah aplikasi yang bagus. Segera saya mencari di playstore dan AHA ketemu!

Berpetualang lewat membaca. Jika pernah menikmati imajinasi saat membaca novel, tentu akan terbayang bagaimana serunya anak-anak berpetualang melalui apa yang dibacanya.

Dibanding video, gambar di buku dapat menjadikan anak berpetualang pada dunia yang bahkan tak ada dalam cerita bukunya. Itulah yang dilakukan oleh ketiga bocah di rumah.

Setiap mereka punya ciri khas pilihan cerita dan cara.

Tak dipungkiri, hal yang sangat mungkin menjadi pertimbangan anak memilih sebuah cerita adalah ilustrasi menarik di dalamnya. Bagaimana tidak, meski usia anak-anak bervariasi, 10, 7 dan 3, mereka tetap saja melihat dari “sampul”nya terlebih dahulu.

Meskipun keputusan akhir membuka dan membaca cerita yang mana, akan berbeda tergantung ketertarikan si anak.

Si sulung yang sudah bisa baca, menambah pertimbangannya dengan membaca judul. Ditambah lagi, ia mulai suka eksplorasi bahasa.

Jika kedua adiknya murni berbahasa Indonesia, dia mulai tertarik membuka cerita dengan bahasa lain. Berhubung kami tinggal di tatar pasundan dan saya adalah orang sunda, biasanya setelah asyik dengan bahasa Indonesia, ia akan memilih bahasa Sunda.

Dimana lagi coba membiarkan anak baca cerita sunda? Jaman now, agak susah ya kalau pengalaman saya mah.

Belakangan, yang sedang sangat menikmati membaca di Let’s Read adalah si anak bayi 3 tahun. Ketika pegang ponsel, dia bilang, “ayo baca buku”. Dan dia tahu mana “buku” yang dimaksud.

Dan herannya, sekarang dia sedang di fase ga mau dibacain. “Dede bisa baca sendiri” ujarnya. Hihi, lucu kalo dah gitu. Kayak serius banget bacanya kalau saya perhatikan. Geser layar satu per satu.

Saya kira itu karena dia pegang ponsel kan. Tapi kalo pas saya iseng tanya, dia biasanya jawab dengan imajinasinya berdasarkan yang ia lihat dari cerita. Atau lebih tepatnya, dari gambar 😀

Budaya membaca memang perlu dibangun sejak dini. Agar anak terbiasa memilih apa yang ia lihat dan masukkan ke dalam kepalanya 😛

Kadang.. Si bayi tiga tahun ini seperti berpetualang di rimba cerita menarik versi dirinya sendiri. Sesekali ia seperti membacakan buku untuk ummi. Masyaallah tabarakallah, nak.

Seperti umumnya anak-anak seusianya, si kecil sering ia meminta dibacakan ulang cerita yang sama berulang kali. Antusias saat mendengarkan dan asyik berpetualang dengan berbagai kisah, tokoh, tempat dan peristiwa.

Hal menarik lain yang membuat saya menikmati Let’s Read adalah pemilihan kata positif, pengenalan kisah sehari2, bahasa yang mudah dipahami, teks yang nyaman dibaca dengan padu padan warna menarik di setiap ceritanya.

Tak khawatir anak akan sembarang membuka yang tak boleh atau tiba-tiba ada iklan tak baik yang semestinya tak muncul di aplikasi untuk anak. Setiap cerita dapat dinikmati secara bebas. Ads free. Dan bisa sekalian belajar bahasa. Hihi..

Imajinasi dengan pemilihan tokoh membuat anak bisa asyik berlama-lama menikmati ceritanya..

Sebuah cerita berjudul Rudi sangat menarik perhatian anak bayi. Mulanya, sang kakak terkekeh karena nama si kuda persis dengan nama omnya. Tapi kisah sederhana di dalamnya, memberikan penegasan bahwa setiap kita ngerasa minder, inget, kita punya kelebihan yang tidak dimiliki oleh orang lain.

Kisah Kuda yang ga pernah ada satupun yang milih dia sampai satu ketika…

Gambar yang ekspresif, pemilihan kata yang sangat baik dan alur cerita sederhana, sungguh membantu mamak-mamak tiga anak ini untuk menambah daftar buku cerita yang oke sebagai selingan.

Mudah mengganti bahasa teks hanya dengan dua kali klik. Sederhana pengoperasian, ringan ukuran, baik penampilan. Terima kasih sudah membuat aplikasi bermanfaat ini, dear The Asia Foundation. It helps me a lot!

Yok, temen-temen buat yang penasaran, unduh aplikasinya disini ya [Let’s Read].

Selamat berpetualang nak. Dalam indahnya kisah-kisah yang menguatkan langkah.

Note, bagi teman-teman yang baru mengunduh, di awal ada pengaturan-pengaturan yang bisa dipilih (dan bisa diubah nanti) untuk preferensi aplikasi.

Langkah 01
Langkah 01, bahasa aplikasi
Langkah 02, bahasa buku cerita
Langkah 03, pilih “izinkan” biar bukunya bisa disimpan dan dibaca lagi kapanpun meski tanpa internet.

Bersiap Menapaki Dunia yang Lebih Indah

Bismillah..

Lama tak post disini. Teman-teman mungkin mengikuti jenjang perkuliahan saya di Institut Ibu Profesional yang tercatat disini. Qadarullah di jenjang Bunda Cekatan saya lebih memilih untuk menuliskan di doc dan diunggah ke google drive. Entahlah, saya merasa ini lebih pribadi. Selain juga karena sedang cukup kesulitan akses blog.

Baca lebih lanjut

Konsekuensi Doa

Perkara doa, kali ini kita akan berbicara tentang imbas dari doa. Jika membahas tentang konsekuensi sebuah doa, terkadang kita hanya berdoa tanpa berpikir panjang.

Maksudnya apa sih? Doa itu kan harapan jangka panjang..

Aliran Rasa Telur Esa

Alhamdulillah ternyata semalam adalah materi pertama level Ulat di kelas Bunda Cekatan. Sudah 4 pekan belajar, mencoba menemukan ritme yang paling pas untuk tetap bisa mengikuti kelas di sela aktivitas yang sejak semester lalu bertambah, di ranah publik.

Bagi amatiran di dunia persekolahan macam saya, berbagai agenda keguruan itu butuh perjuangan untuk menyelesaikannya. Ditambah perjuangan ngejar live session pembelajaran. Bisa sih dengerin nanti karena toh video maupun MP3 akan dibagikan. Tapi rasanya beda aja.

Baca lebih lanjut

Sederhana

Hari ini, dengan izin Allah, slider web IP Bandung akhirnya nampak cantik dan sesuai harapan 😅

Setelah sebelumnya saya mentok ndak nemu solusi. Tim yang baru join pun mengalami hal yang sama.

Baca lebih lanjut