Peran Ayah dalam Pengasuhan untuk Membangkitkan Fitrah Seksualitas

Makna dari mendidik fitrah seksualitas sudah dibahas sekilas di tulisan-tulisan sebelumnya termasuk tulisan terbaru disini.

Seberapa penting keterlibatan ayah dalam pengasuhan? Sangat penting. Hal ini ditandai dari pengulangan dalam alquran mengenai peranan ayah. Diantara 17 ayat tentang pentingnya peranan orang tua dalam mendidik anak, 14 ayat diantaranya adalah tentang ayah, 2 tentang ibu dan 1 tentang keduanya. Semua yang diulang dalam quran lebih banyak menandakan betapa penting hal tersebut.

Adapun pembagian peran dalam pengasuhan adalah ayah sebagai penanggung jawab pendidikan dan ibu sebagai pelaksana pendidikan. Hal ini penting diperhatikan sebab menurut Bang Aad, tak ada yang sebaik Ayah dalam mendidik iman, visi, individualitas, tanggung jawab, nyali, daya juang, kepemimpinan, kemandirian, negosiasi, pola pikir dan ketangguhan. Dari ayahlah anak-anak mendapat supply maskulinitas.

Setiap manusia baik laki-laki maupun perempuan, perlu memiliki kombinasi maskulinitas dan femininitas sesuai porsi berdasarkan gendernya. Dalam diri seorang perempuan diperlukan 75% femininitas + 25% maskulinitas. Sementara dalam diri seorang lelaki diperlukan 75% maskulinitas + 25% femininitas. Kombinasi ini dapat terpenuhi dengan baik jika seorang Ayah telah matang bersama fitrah keayahannya dan seorang ibu yang tumbuh mempesona fitrah keibuannya.

Fitrah Based Education – Harry Santosa – Adriano Rusfi

Bagaimana ciri seorang lelaki telah matang fitrah keayahannya?

Diantara ciri lelaki yang matang fitrah keayahannya jika ia siap memikul beban rumah tangga melalui pernikahan, membangun keluarga, menjalani peran dalam keluarga yang beradab terhadap pasangan dan keturunannya. Sehingga akan kita dapati para lelaki ini baik akhlaknya pada istri, baik didikannya pada anak.

Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik bagi istrinya dan aku adalah orang yang terbaik di antara kalian terhadap istriku” (HR At-Thirmidzi dan Ibnu Majah)

Maka ketika berbicara tentang tips agar fitrah keayahan suami, salah satu tipsnya adalah mengajak ia mencontoh Rasulullah sebab beliau yang paling baik terhadap istrinya diantara umatnya. Pelajari bagaimana Rasulullah menjalankan perannya sebagai sosok pribadi, suami, ayah, kakek, saudara, teman dan seorang profesional. Tak lupa, sebagai istri kita mendoakan suami agar senantiasa dipahamkan urusan agama dan dituntun Allah untuk mematangkan semua aspek fitrah dirinya, istri dan anak keturunannya. Tumbuhkan fitrah keibuan kita sebagai perempuan agar tidak nyerempet mengambil peran suami yang semestinya dijalankan oleh suami.

Di tulisan sebelumnya, sudah dibahas bahwa ketika peran kelelakiannya diambil alih istri, ada rasa minder atau semacamnya yang membuat performa ia sebagai lelaki menurun. Tidak seideal yang seharusnya.

Ciri lain dari seorang lelaki yang matang fitrah seksualitasnya adalah ia yang matang fitrah keimanannya sebab hal ini diisyaratkan oleh Rasulullah melalui hadits:

“Orang yang imannya paling sempurna diantara kaum mukminin adalah orang yang paling bagus akhlaknya di antara mereka, dan sebaik-baik kalian adalah yang terbaik akhlaknya terhadap istri-istrinya”. (HR At-Thirmidzi)

Apa Peran Ayah Sesungguhnya?

1. A Man of Mission and Vision
Para ayah adalah pembuat misi keluarga, yaitu peran spesifik keluarga dalam peradaban. Lihatlah di dalam Al-Quran bagaimana Nabi Ibrahim AS adalah sang pembuat misi keluarga. Misi keluarga beliau diabadikan dalam doa-doanya.

2. Pensuplai Ego
Seorang ayah diperlukan kehadirannya sebagai pensuplai Ego bagi anak-anaknya. Supply ego ini memberikan kemampuan “leadership” bagi anak, sementara ibu pemberi supply Emphaty atau “followership”.
Dengan hadirnya Ayah dalam keluarga akan memberi keteladanan melalui sikap-sikap yang berangkat dari fitrah keayahannya dengan menunjukkan ketegasan, pembelaan pada keluarga, ketegaan yang penuh cinta dll. Hal ini adalah supply ego yang berkesan bagi anak.

3. Pembangun Struktur Berpikir Dan Rasionalitas
Ayah dengan rasionalitas berfikirnya, berkontribusi membangun struktur berfikir bahkan inovasi di rumah atau di keluarganya. Sedangkan Ibu memberikan kemampuan emosional. Alangkah baiknya jika keluarga memiliki family knowledge atau kearifannya sendiri yang diwariskan turun temurun.

4. Pensuplai Maskulinitas
Para ayah diperlukan kehadirannya untuk memberikan suplai maskulinitas baik anak lelaki maupun anak perempuan. Ayah dan Ibu harus hadir sepanjang usia anak sejak 0-15 tahun (Aqil Baligh). Anak lelaki pada usia 7-10 tahun memerlukan lebih banyak kedekatan pada ayahnya untuk menguatkan konsep fitrah kelelakiannya menjadi potensi peran seorang lelaki sejati.

5. Ayah Sang Raja Tega
Pada usia 10 tahun ke atas, anak perlu diuji kemandirian dan keimanannya dengan beragam program. Para ayahlah sang raja tega yang mampu memberikan tugas-tugas berat untuk menguatkan potensi anak menjadi peran peradabannya kelak. Dalam hal ini ibu sebagai “sang pembasuh luka” yang memberi penawar bagi keletihan dan obat bagi luka dalam menjalani ujian.

6. Ayah Penanggungjawab Pendidikan
Sesungguhnya ayahlah penanggung jawab pendidikan yang merancang arah dan tujuan pendidikan keluarganya sesuai misi keluarganya. Ibu yang kelak mendetailkannya menjadi proyek atau kegiatan harian.
Secara fitrah bahasa, wanita lebih cerdas bahasa dibanding para lelaki. Wanita bicara 50rb sampai 70rb kata perhari, jadi ibu memang lebih banyak membersamai anak.

7. Ayah Konsultan Pendidikan
Melihat bahwa seorang lelaki “single tasking” dibanding wanita yang “multi tasking”, para ayah tidak bisa terlalu banyak turun dalam hal detail, bahkan mereka perlu lebih banyak berada di luar masalah agar bisa memberikan solusi yang jernih bagi para ibu yang dalam kesehariannya sudah dipenuhi banyak masalah dalam mendidik.
Para ayah yang tidak mau atau sulit terlibat dalam proses mendidik anak anaknya, umumnya adalah para ayah yang tidak selesai dengan dirinya atau tidak bahagia menjalani karirnya walau sukses sekalipun. Jadi mereka harus dibantu agar kembali fitrahnya dan banyak didoakan.

Apa Hubungan Pengasuhan dengan Fitrah Seksualitas Anak?

❤ Keterlibatan peran ayah dalam pengasuhan anak, akan menjadi pelajaran bagi anak tentang peran gender.
Bahwa ada sosok ayah sebagai laki-laki, dan ada sosok ibu sebagai perempuan.
❤ Ayah yang terlibat dalam pengasuhan akan menjadi supply maskulinitas bagi anak.

Kapan waktu yang tepat bagi ayah untuk membangun fitrah seksualitas pada anak?

Kehadiran ayah dan ibu dalam pendidikan anak diperlukan sejak dalam kandungan sampai setidaknya usia 15 tahun (aqilbaligh). Sesuaikan kehadiran dan peran ayah dalam mendidik berdasarkan tahapan mendidik fitrah seksualitas yang sudah dituliskan disini.

Bagaimana Cara Ayah Menumbuhkan Fitrah Seksualitas pada Anak? Hal ini juga sudah dibahas di tulisan sebelumnya.

Hati-hati sikap istri bisa mencederai fitrah seksualitas ayah dan tumbuhnya fitrah seksualitas anak dengan baik. Terkadang ibu ingin segera, sehingga cenderung mengambil alih, atau ngomel >_< maklum ya ibu-ibu. Mulai sekarang, hayuk sebisa mungkin tahan agar tidak mengomentari ayah di depan anak.

Pahami terlebih dahulu bagaimana fitrah ayah dan fitrah bunda. Belajar untuk kembali on the track ke fitrah masing-masing. Kurangi porsi mengambil peran pasangan jika memang tidak terlalu urgen.

Cobalah sesekali ibu jangan terpaku dengan jadwal rutin yang sudah dibuat. Belajar melenturkan hati. Samakan ritme keluarga. Ketika ada pertanyaan tentang pergi dsb, upayakan untuk menunggu keputusan ayah. Meskipun kadang lama. Agar ayah tetap memiliki kharisma. Semoga lama kelamaan ketemu ritmenya 😀

Pengganti Sosok Ayah jika Tidak Ada

  • Jika LDM: diusahakan tetap melakukan remote fatherhood.
  • Jika Keluarga Tidak Utuh: hadirkan sosok substitute father yang bisa menggantikan sosok ayah dari keluarga terdekat.

Bahasan dialog orang tua dengan anak dapat teman-teman cek di ayat-ayat berikut:

  1. QS. Al Baqarah 130 – 133 memuat kisah dialog Nabi Ibrahim As dengan ayahnya dan dialog Nabi Ya’qub As dengan anaknya.
  2. QS. Al An’am : 74 memuat kisah dialog Nabi Ibrahim As dengan ayahnya.
  3. QS. Hud : 42 – 43 memuat kisah dialog Nabi Hud As dengan anaknya.
  4. QS. Yusuf : 4 – 5 memuat kisah dialog Nabi Yusuf As dengan ayahnya.
  5. QS. Yusuf : 11 – 14 memuat kisah dialog Nabi Ya’qub As dengan anaknya.
  6. QS. Yusuf : 16 – 18 memuat kisah dialog Nabi Ya’qub As dengan anaknya.
  7. QS. Yusuf : 63 – 67 memuat kisah dialog Nabi Ya’qub As dengan anaknya.
  8. QS. Yusuf : 81 – 87 memuat kisah dialog Nabi Ya’qub As dengan anaknya.
  9. QS. Yusuf : 94 – 98 memuat kisah dialog Nabi Ya’qub As dengan anaknya.
  10. QS. Yusuf : 99 – 100 memuat kisah dialog Nabi Yusuf As dengan ayahnya.
  11. QS. Maryam : 41 – 48 memuat kisah dialog Nabi Ibrahim As dengan ayahnya.
  12. QS. Al-Qashash : 26 memuat kisah dialog Syaikh Madyan dengan anak perempuannya.
  13. QS. Luqman : 13 – 19 memuat kisah dialog Luqman dengan anaknya.
  14. QS. Ash-Shaffat : 102 memuat kisah dialog Nabi Ibrahim As dengan anaknya, Ismail.
    Demikianlah empat belas tempat dalam Al Qur’an yang memuat kisah dialog ayah dengan anak mereka.

Kedua, Dialog Ibu dengan Anaknya

Ternyata, kisah dialog ibu dengan anaknya hanya ditemukan di dua tempat saja, yaitu pada dua surat berikut:

  1. QS. Maryam: 23 – 26 memuat kisah dialog Maryam dengan janinnya.
  2. QS. Al-Qashash : 11 memuat kisah dialog Ibu Musa dengan anak perempuannya.

Ketiga, Dialog Kedua Orang Tua dengan Anaknya

Adapun dialog kedua orang tua dengan anaknya, dijumpai dalam satu tempat saja, yaitu dalam QS. Al-Ahqaf : 17 yang memuat kisah dialog kedua orang tua dengan anaknya tanpa disebut namanya.

Semoga tulisan ini bisa menjadi pembelajaran bagi kita, terutama para ayah untuk menjalankan perannya sebagai ayah secara paripurna. Agar anak yang tumbuh dalam pengasuhannya dapat menjadi sosok yang paripurna pula menjalankan perannya sebagai khalifah.

Dan bagi para ibu, jalankanlah peranmu sesuai fitrah. Bersabarlah menghadapi fitrah keayahan dan kelelakian suami, agar fitrah ayah-bunda tumbuh selaras, seimbang dan paripurna. Agar anak-anak yang kita didik dapat tumbuh menjadi pribadi terbaik.

Wallahu a’lam.

Referensi:

  • Firanda
  • Diskusi kelompok 4 Bunsay batch 4 Bandung
  • Alquran terjemah

One thought on “Peran Ayah dalam Pengasuhan untuk Membangkitkan Fitrah Seksualitas

  1. Ping-balik: Peran Ayah dalam Pengasuhan untuk Pendidikan Seksualitas Day5 – Efriyantipedia

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s