Fitrah Seksualitas – Aliran Rasa

Alhamdulillah level 11 terlewati. Meski cukup terseok mengikuti perkuliahan, membaca diskusi, membuat resume, mencari referensi dan memahami esensi, semoga level ini tetap lulus. Terutama lulus menerapkan.

Baca lebih lanjut

Masa Aqil Baligh – Hari 12

Membahas fitrah seksualitas, salah satu tema pentingnya tak jauh dari bahasan aqil-baligh. Bahkan alhamdulillah beberapa waktu ke belakang, bahasan ini mencuat dengan begitu masif. Semakin banyak orang tua sadar tentang krisis yang tak semestinya ini.

Baca lebih lanjut

Ketika Anak Bertanya – Hari 11 Kelompok 10

Curiousity, rasa ingin tahu anak sejak bayi merupakan sebuah bentuk cara belajar anak. Semakin bertambah usia, semakin naik level pertanyaannya. Jika orang tua salah menjawab, beberapa pertanyaan bisa berakibat fatal. Apalagi jika berkaitan dengan hal-hal pribadi seperti urusan seksualitas 😀

Baca lebih lanjut

Peran Lingkungan dan Perlindungan dari Kejahatan Seksual – Hari 10 Kelompok 9

17 Agustusan lupa kalo ini hari Sabtu masih ada diskusi kelompok. Keasyikan nyuci 😀 Oke kita mulai..

Semua orang memiliki hak untuk hidup aman, nyaman, dan bahagia. Termasuk dan terutama, anak. Bagi seorang anak, keluarga menjadi sumber inspirasi dan spirit yang senantiasa hidup.

Bagi anak, semua yang ada dan dilakukan oleh orang di sekitarnya adalah benar, dan yang tidak dilakukan atau dilarang adalah salah. Sesederhana itu. Dari lingkungan terdekat, anak belajar banyak hal, melakukan banyak hal.

Baca lebih lanjut

Penyimpangan Seksual, Pencegahan dan Solusinya Hari 9 Kelompok 8

Dalam kamus KBBI, penyimpangan/pe·nyim·pang·an/n1 proses, cara, perbuatan menyimpang atau menyimpangkan; 2Huk sikap tindak di luar ukuran (kaidah) yang berlaku.
Seksual mah sudah dibahas di bahasan-bahasan sebelumnya ya. seksual/sek·su·al/ /séksual/ a1 berkenaan dengan seks (jenis kelamin); berkenaan dengan perkara persetubuhan antara laki-laki dan perempuan.

Penyimpangan seksual adalah aktivitas seksual yang ditempuh seseorang untuk mendapatkan kenikmatan seksual dengan tidak sewajarnya. Biasanya, cara yang digunakan oleh orang tersebut adalah menggunakan obyek seks yang tidak wajar.

Baca lebih lanjut