Aisha Azkiya

Beranda Pikiran dan Rasa ^-^

Hore dapet award…

Esa:

Hei.. lama tak mampir dan nangis baca ini..

Originally posted on Behind every cloud is another cloud.:

Hibernasi Mode: [masih] Off

hehe… parah nih, padahal baru kemaren mendeklarasikan diri untuk hibernasi sampai batas waktu yang belom ditentukan. Tapi udah ON nge-blog lagi. Sambil nunggu upload tugas yang lama kelarnya, ya sudah daripada bengong yah, mendingan nge-blog. Sebenernya ga ada topik yg mau diriku tulis, tapi barusan nge-cek comment dari Kang Dede ternyata blog saya kebagian Award dari beliau…

View original 530 more words

Mainan Tradisional Merangsang Kecerdasan Anak

Pagi ini, saat membaca buku 105 Permainan untuk Meningkatkan Kecerdasan dan Kreativitas Buah Hati terbitan TransMedia dan ditulis oleh Christine Lerin, saya tiba di bagian permainan “Kitik-kitik”, permainan untuk anak usia 1-2 thn. Di poin ketiga tentang cara bermain, disebutkan “supaya lebih seru lakukan permainan ini dengan berpura-pura menjadi binatang yang merayap”. Nilai lebih yang dapat diperoleh dari permainan ini adalah merangsang kepekaan motorik halus anak dan mengetahui proses merayap.

Membaca poin ini saya kemudian teringat permainan tradisional yg sering saya dan anak-anak mainkan. Saya gatau nama permainannya apa tapi lagunya (yg saya hafal) begini: “rauk rauk si julang kamana lumpatna, ka dieu”. Cara bermainnya sendiri cm mengangkat tangan di atas badan anak (anaknya sendiri biasanya sambil rebahan) sambil menggerakkan jari jemari lalu ketika sampe di “si julang kamana lumpatna” biasanya diam sebentar untuk pura-pura mencari bagian tubuh anak mana yang akan dikitik-kitik sehingga jadi kejutan. Azam dan Danisy seneng banget sama permainan ini.

Rupanya permainan tradisional yang beredar selama ini memiliki manfaat yang di keilmuan modern itu oke untuk merangsang motorik anak ^_^

Aisha Azkiya
-Tulisan mencatatkan kenangan-

Saya Lelah tapi Tidak Ingin Marah

Pernah ga sih merasa bete, kesel dan marah? Apalagi ketika lelah melanda, rasanya perasaan seperti itu mudah sekali hinggap..

Di tengah kelelahan saya beberapa waktu ke belakang, diguyur kejutan kemudahan dr Allah melalui tangan suami. Meski lelah itu tetap ada, tapi senyum masih bisa terkembang.

Lain halnya dengan kejadian beberapa saat yang lalu yang menjadikan saya begitu kesal. Rasanya ingin marah. Saya sedang lelah, tapi sebisa mungkin saya sedang belajar untuk tidak mudah marah. Sulit. Tapi harus belajar.

Saya yang sedang merasa begitu lelah tiba-tiba menyesalkan keikutsertaan saya dalam sebuah percakapan yang saya yakin tidak disengaja dan mungkin tidak dimaksudkan untuk hal yang negatif.

Saya yang sedang lelah hanya sedikit kesal, kenapa kekesalannya masih saja ada setelah sekian lama terjadi dan saya pun sudah meminta maaf atas kelalaian saya yang benar-benar tidak saya sengaja.

Saya yang sedang lelah pun merasa kesal akan sikap lalai orang lain yang melibatkan saya. Bertambah jengkel karena kejadian itu.

Saya lelah, tapi tak ingin marah. Maka saya hanya memohon maaf lagi jika ternyata masih ada hati yang tak ikhlas menerima kesalahan saya.

Saya lelah tapi tak ingin marah. Maka saya coba diam daripada mengeluarkan kata-kata yang saya tahu akan menyakiti orang lain.

Saya lelah tapi tak ingin marah. Maka saya pilih mundur sejenak untuk menata hati yang terluka. Semata agar bisa melanjutkan perjalanan tanpa pikiran negatif atau perasaan sakit.

Menerima rasa sakit itu tidaklah mudah. Menerima kebodohan diri juga perlu perjuangan. Maka meski lelah saya tak boleh marah apalagi jika orang yang tak bersalah turut jadi korban dari rasa lelah yang melanda.

Maka belajar untuk diam saat ingin berbicara, menahan amarah saat lelah menyerang, menahan kesal saat amarah mencekam adalah sebuah perjuangan berat yang harus ditaklukkan.

Saya tidak boleh hanya mengeluhkan keadaan. Jika memungkinkan untuk hijrah dan mengakhiri jalan, maka akhiri dan hijrah-lah. Jika tidak, maka belajarlah menerima kenyataan dan menata perasaan agar tak lagi bermusuhan dengan keadaan.

Bismillah..

Aisha Azkiya
-Tulisan Mencatatkan Kenangan-

Bajigur

Setelah sekian lama, rasanya baru kali ini ketemu lg sm penjual bajigur. Sepertinya makin langka ya penjual bajigur keliling. Padahal ini termasuk minuman khas tatar sunda.

Bajigur sendiri sekarang sudah jadi sesuatu yang mahal. Perhatikan saja banyak yang memproduksi bajigur instan untuk dijual secara luas. Dan banyak juga tempat makan atau tempat tertentu yang menyediakan bajigur dengan harga yang tentu saja sudah tidak murah. Padahal soal rasa, sama saja dengan para penjual keliling (di beberapa tempat, menurut sy pribadi).

Pernah berbincang dengan seorang penjual bajigur. Beliau sendiri sudah bertahun-tahun berjualan bajigur (beserta pelengkapnya dong ya kalau bajigur mah. Semua serba dikukus. Mulai dari kacang kedelai, kacang tanah, ubi, pisang dll). Beliau sudah nemu ritme jualan yang “rame”. Tapi jika sedang sepi, ya jualannya nyisa (kalau soal ini, semua penjual pasti pernah mengalaminya. Sayapun mengalaminya). Masalahnya untuk para pedagang makanan seperti tukang bajigur, jualannya kalau ga habis ya bisa basi. Apalagi bajigur kan ada santan dan sering dikocek-kocek :D
Resiko seperti ini membuat makanan seringkali dijual lebih mahal supaya modal tetep ketutup. Tapi, harga bajigur yang barusan saya beli cuma 2.500 itu bisa segelas gede deh kayaknya soalnya banyak banget.. Ditambah plastik tebel, sedotan dan keresek. Jadi murah banget ya. Semoga si bapak jualannya laris. Sudah sepuh.

Ada sedikit yang berbeda dr bajigur yang saya beli hari ini. Bajigurnya ditambahkan “cangkaleng”. Bahasa Indo-nya apa ya.. Kolang-kaling. Gatau deh gimana rasanya. Saya belum nyobain soalnya tulisan ini sy buat di perjalanan pulang dari BSM k rumah mamah :D

Update akan sy tulis setelah saya nyoba ya..

Dan hasilnya..

Enaaaakkkk.. Ga kalah sama bajigur yg ga pake cangkaleng. Ya Allah asli enak bgt ini bajigurnya..

Aisha Azkiya
-Tulisan Mencatatkan Kenangan-

Mengembalikan Hidden Folder Blackberry

Beberapa waktu lalu folder “Messages” Blackberry (BB) saya hilang pasca dimainin Azam. Agak panik sih karena waktu itu scrollpad nya lagi rusak jadi akses ke beberapa pesan ya via folder itu.

Setelah BB di-service dan simcard-nya dibenerin ke counter provider nya (sebelumnya ga bisa dipake karena pas lg service saya lepas simcard-nya dan saya simpen di tas. Tasnya sy cuci. Karena nyelip saya ga sadar simcard-nya masih disana), bisa googling deh.

Ternyata caranya simpel banget untuk mengembalikan folder yang hidden itu.
-Di layar Home (layar awal utama) tekan logo BB
-Pilih Options
-Bagian paling bawah ada “Reset Settings”, tekan tombolnya
-Beri centang di “Icon Arrangement”
-Tekan tombol “Apply”
-Nanti akan ada popup window yang mengkonfirmasi tindakan bahwa semua pengaturan posisi ikon akan kembali semula (termasuk jika kita sudah mengubah posisi ikon-ikon folder secara custom). Tekan tombol “Yes” untuk melanjutkan perubahan.

Hidden folder pun kembali seperti semula. Alhamdulillaah folder messages saya kembali. Tinggal atur ulang deh posisi ikonnya sesuai kebutuhan saya :D

Aisha Azkiya
-Tulisan mencatatkan kenangan-

Dalam Amarah Aku Menangis

Seorang perempuan, dikatakan lemah karena dirinya perempuan
Ia dianggap lemah karena fisiknya
Ia dianggap lemah karena hatinya
Ia dianggap lemah karena sikapnya

Padahal jika ditilik, semua pasti mengakui, perempuan tak selemah itu

Ketika dihadapkan pada persoalan pelik, ia turut mencari solusi
Ketika dihadapkan pada pilihan, ia berusaha mencari pilihan terbaik bagi sekitar
Ketika dihadapkan pada kesulitan, ia bangkit mencari jalan keluar

Seringkali ia dipaksa menahan tangis hanya agar mampu menyemangati orang yg ia sayang
Acapkali ia dipaksa diam dalam gundah kala luka bercampur duka agar orang yg ia cinta mampu bangkit melawan rasa
Ianya harus nampak tegar di tengah rapuhnya hati
Ianya harus selalu berusaha kuat di tengah kelemahan dan kekurangan diri
Ia selalu bersabar untuk mendampingi orang-orang yg ia kasihi sampai pada mimpinya, meski harus menunda mimpinya sendiri

Maka sungguh kejam mereka yang menganggap perempuan adalah makhluk lemah nan hina
Ialah yg melahirkan dan menyusui anak-anak generasi berikutnya dengan segala payah dan tantangannya, dengan semua sakit dan luka yg harus ditanggungnya

Maka sungguh tak memiliki hati mereka yg senang mempermainkan perempuan entah karena alasan apapun. Karena ia tak menyadari bahwa ia telah menyakiti semua perempuan pada dasarnya..

Kala tuduhan buruk terlontar, di saat fitnah menerjang, rasaku tak jelas bercampur baur.. Dan dalam amarah aku menangis. Menanggalkan semua kekuatan yg sudah dikerahkan menjadi cucuran air mata yg tak tertahankan.

Aisha Azkiya
-Tulisan Mencatatkan Kenangan-

Aisha Azkiya
-Tulisan Mencatatkan Kenangan-

Kenapa Sih?

Baru pagi ini aku bertanya kepada Dia, kenapa sih aku dinikahkan sama kamu. Ada rencana apa di balik semua kejadian ini? Beritahu aku.. Aku memintaNya memberitahuku apa yang Ia rencanakan.. Tentang aku dan kamu.. Bercampur rasa marah dan sedih. Kenapa Ia buat aku mencintai kamu..

Siang ini aku menangis tanpa mampu membendung. Semata karena telah merasa begitu sesak. Sementara aku tak punya kemampuan untuk menahan lagi apa yang menumpuk selama ini..

Kamu marah karena sikap kerasku untuk tetap pada keputusanku. Anak-anak menangis membaca sikap kita berdua. Tapi tak sepatah katapun yang kudengar darimu. Hanya suara anak-anak memanggilku yang kudengar dalam tangisanku..

Kenapa sih? Kamu lupa cara mengungkapkan cinta? Kamu lupa cara menenangkan tangisanku? Kamu lupa cara bersikap terhadapku?

Kenapa sih? Kamu maunya apa? Kamu ini sebenernya lagi mikirin apa?

Lantas sore hari.. tiba-tiba sebuah pesan singkat muncul di hpku. Darimu. Lagi-lagi kamu membuatku menangis.

Kenapa sih? Kok kamu sabar banget? Kok kamu nyeleneh banget sih untuk mengekspresikan cintamu?

Kenapa sih? Kok kamu itu pendiem banget. Saking pendiemnya aku sering ga ngerti apa yang kamu lakukan. Dan kamu ga pernah ngomong apapun.

Kenapa sih..

Aisha Azkiya
-Tulisan mencatatkan kenangan-

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 6.428 pengikut lainnya.