Aisha Azkiya

Beranda Pikiran dan Rasa ^-^

Engkaulah Lelaki Terbaik yang Dikirim Allah untuk Kehidupanku

Tak pernah terbersit dalam benakku akan menikah denganmu. Semua proses yang kita lalui nampak begitu mudah, jauh dari bayanganku. Bahkan aku memang tidak sedang membayangkan akan menikah dengan siapapun.

Malam itu, aku ingat sekali. Sepulang rapat, A Agus memintaku kembali ke kampus untuk mendengar sebuah kabar. Kabar bahwa ada seorang lelaki yang hendak memintaku untuk menjadi istrinya. Masih sangat ingat saat beliau menyebut namamu, aku masih membayangkan siapa lelaki itu. Padahal kau menduduki posisi yang seharusnya cukup dikenal di organisasi tempat kita bersama menjalani aktifitas. Ah mungkin karena divisiku tidak berada di bawah komandomu langsung jadi jarang sekali aku memperhatikanmu.

Entah kenapa saat kau mengajukan lamaran, aku tak memutuskan untuk menolak. Dan saat kau meghadap kedua orang tuaku, spontan mereka mengiyakan. Padahal aku tahu bahwa kau jauh dari syarat yang diajukan kedua orang tuaku, dulu sebelum kau datang melamar.

Kau hanyalah mahasiswa tingkat akhir yang bahkan masih harus mejalani KP. Tak punya penghasilan tetap, dan berasal dari beda suku. Ah, seandai dibandingkan posisimu jauh di bawah calon lainnya. Tapi Allah menggerakkan aku dan kedua orang tuaku untuk menerimamu..

Semua berjalan begitu tak terduga. Serba dimudahkan. Meski kemudian pernikahan harus tertunda karena segera setelah prosesi lamaran, engkau harus terbang ke luar pulau untuk melaksanakan kerja praktek untuk urusan kuliahmu.

Hari itu, saat ijab qabul diucapkan, hatiku tak karuan. Aku tak pernah mencintaimu sebelumnya, tapi usai ijab qabul, perasaan itu tiba-tiba saja mulai menyeruak. Apalagi saat kau menjemputku di balik pelaminan usai akad nikah, tiba-tiba saja rasa bahagia memenuhi rongga dada..

Engkau sosok pendiam yang romantis. Sosok yang sabar dan penyayang. Penuh tanggung jawab dan pekerja keras.

Awal pernikahan kita memang tak mudah. Saat kau bergelut dengan pekerjaanmu yang begitu menyita waktu namun pada akhirnya kau tak mendapat gaji sepeserpun. Engkau begitu marah dan sedih. Tapi tak lantas membuatmu mengutuk perusahaan tempatmu bekerja. Engkau hanya berulang kali mencoba meminta hakmu meski tetap berakhir nihil. Ah, sabar sekali. Semoga Allah mengganti dengan yang lebih baik, doaku saat itu.

Berbagai pekerjaan kau jalani hanya untuk memenuhi nafkah keluargamu. Saat aku positif hamil dengan kondisi yang cukup payah, engkau selalu bergegas pulang meski jarak tempat kerja dan rumah cukup jauh. Engkau begitu khawatir karena kita hanya tinggal berdua. Engkau khawatir aku tak sempat makan. Kekhawatiranmu begitu jelas nampak menutupi kelelahanmu bekerja seharian. Hingga akhirnya dengan berat hati kita memutuskan pindah ke rumah orang tuaku agar ada yang dapat menjaga dan mengurusku saat kau berjihad di luar sana.

Engkau yang nampak panik tapi tegar saat menemani kelahiran anak pertama kita. Engkau yang gugup saat mengumandangkan adzan di telinga bayi mungil yang lahir dengan perjuangan itu. Bahkan engkau rela tidur di luar, di selasar rumah sakit saat bayi kita dirawat hanya untuk menemaniku, menguatkanku dan memastikan seluruh kebutuhanku terpenuhi. Dan tentu saja agar kau bisa mengetahui kondisi bayimu. Malam yang dingin beralaskan kardus saja. Engkau baru meninggalkanku saat mamah datang untuk menemaniku, menggantikanmu yang harus bekerja.

Engkau selalu mengusahakan yang terbaik. Dalam kondisi kita yang tak mudah, bisa melaksanakan aqiqah anak lelaki kita adalah sebuah karunia Allah yang besar. Ah, betapa Allah begitu sayang padamu dan anakmu hingga semua begitu mudah.

Saat menemani kelahiran anak kedua, engkau begitu sigap menemaniku. Memutarkan murattal, memutar relaksasi dan berusaha membuatku temang dan kuat. Mengelus punggungku saat kontraksi datang. Menemaniku hingga anak lelaki kedua kita lahir. Engkau begitu kuat menyaksikan semua proses.

Engkau begitu sabar menghadapiku. Ah.. beruntung sekali aku. Terima kasih untuk semuanya.

Semoga Allah senantiasa mencintaimu dan menjagamu. Semoga kelak kita bisa bersama lagi. Engkaulah lelaki terbaik yang Allah kirim untuk kehidupanku kini dan semoga hingga nanti, hingga akhirat nanti, di surgaNya. Aamiin

Bandung
With love

Kontak kami:
Belanja Keluarga
CP: Ibu Esa
Twitter/LINE/Instagram/KakaoTalk @belanjakeluarga
SMS/WhatsApp: 0878-2192-4595
Pin BB: 75B9C43A
Email: bekel.belanjakeluarga@gmail.com

Aim Desain
CP: Bapak Chalim
SMS/WhatsApp: 0852-2079-5095

Dipostingkan melalui aplikasi WordPress untuk Android

Teruntuk Dua Lelaki Kecilku

Dua lelaki kecil. Ya, karena saat tulisan ini dibuat, kalian berdua masih kecil. Danisy baru 3 tahun 5 bulan dan Azam 11 bulan.
Wahai dua lelaki kecilku, kelak kalian akan tumbuh semakin besar. Menjadi sosok dewasa dan menjadi pemimpin.

Tidak mudah memang mendidik anak. Entah itu anak lelaki ataupun perempuan. Ummi baru mengalami fase mendidik anak laki-laki. Belum selesai ummi mengajarkan dan belajar banyak hal tentang mendidik Aa Danisy, ummi dikejutkan dengan berita kehamilan ummi, adik Aa, Azam. Maka kemudian abi dan ummi beralih pada pendidikan dua anak agar meminimalisir hal negatif yang membuat kalian, terutama Aa merasa tersingkir.

Cara didik yang berbeda dengan kultur “standar” di lingkungan sekitar. Alhamdulillah kakek nenek kalian mendukung keputusan abi dan ummi. Bersedia mengikuti cara yang kami terapkan. Meski tak mudah, meski berulang kali harus diingatkan dan pada akhirnya mereka paham, ini demi kebaikan kalian dan berharap meski apapun yang terjadi, hak kalian harus tetap dipenuhi.

Saat ummi tahu bahwa ummi tengah mengandung Azam, ummi ingin tetap memenuhi hak Danisy salah satunya untuk tetap memproleh hak ASI hingga setidaknya usia 2 tahun. Abi mendukung keinginan ummi meski beliau juga terseok. Tapi abi lah yang menjadi tameng utama saat berhadapan dengan keluarga besar abi. Keluarga besar ummi juga bukan tanpa halangan. Banyak yang seolah memaksa ummi untuk berhenti menyusui Danisy, bahkan ambu, nenek kalian juga berulang kali meminta ummi berhenti menyusui Aa. Tapi ummi yakin dengan ilmu yang ummi pahami. Lagipula tak ada keluhan pada kandungan saat ummi menyusui Aa. Hingga pada akhirnya Aa berhenti menyusu dengan sendirinya. Ummi bahkan tak mau meminta Aa berhenti menyusu karena ummi lagi hamil dan ASInya buat dede bayi. Tapi saat Aa memutuskan berhenti dan mengatakan “nenennya buat dede aja” entah darimana kalimat itu kau dapatkan. Selama hamil ummi hanya mengenalkan bahwa di perut ummi ada dede bayi dan ummi abi akan tetap sayang sama Aa. Panggilan Aa pun adalah panggilan yang kau pilih sendiri karena sebelumnya kami memanggilmu dengan sebutan dede.
Hanya untuk suasana kondusif kakak beradik, abi dan ummi coba terapkan ilmu tentang itu pada kalian berdua. Meski tetap ada saat Aa cemburu dan sekarang dede juga mulai belajar berebut. Ah tapi memang semua ada fasenya. Ummi dan abi masih harus belajar banyak.

Wahai dua lelaki kecilku, ketahuilah bahwa kami sangat sayang pada kalian. Itu mengapa kami menerapkan beberapa aturan. Keputusan untuk tak menyediakan televisi di rumah bukanlah tanpa alasan. Tapi kami tak lantas melarang kalian menonton televisi kala berkunjung ke rumah kakek nenek. Kami tetap cek isi dari film yang kalian tonton. Ah, tidak mudah memang mendidik anak apalagi di era seperti ini. Tapi kami hanya berdoa kepada Allah yang Maha Segalanya.
Ya Allah, tuntunlah kami dalam mendidik dan membesarkan anak-anak kami. Jadikan kami kuat dan tangguh dengan semua tantangan yang ada dalam pendidikan anak-anak yang Kau titipkan pada kami. Lapangkan dada dan hati kami. Jadikan kami pemimpin orang bertakwa, jadikan anak-anak dan pasangan kami qurrata a’yun
Wahai Allah, jadikanlah anak-anak kami termasuk golongan orang muslim yang senantiasa berserah padaMu, senantiasa bersyukur kepadaMu dan senantiasa bersabar di jalanMu. Jadikanlah mereka bagian dari golongan para mujahid yang bersegera dan siap sedia berjalan berjuang di atas jalanMu, membela agamaMu. Didiklah mereka dengan didikan terbaik. Jadikan mereka pemimpin yang mencintaiMu dan Engkau mencintai mereka. Jadikan mereka senantiasa ridha aka takdirMu dan Engkau ridha terhadap mereka. Jadikanlah mereka penjaga alQuran, hafizh. Yang mereka tak hanya hafak alQuran tapi alQuran meresap dalam setiap sendi kehidupan mereka. Pasangkanlah mereka dengan pasangan yang Engkau ridhai, yang Engkau jaga dengan penjagaan terbaik, agar lahir dari pasangan-pasangan itu generasi rabbani yang lebih baik dari generasi kami. Jagalah anak-anak kami dengan penjagaan terbaikMu. Penjagaan terhadap diri dan iman keduanya. Penjagaan terhadap kehidupannya di dunia dan di akhirat. Jadikanlah kehidupan mereka makmur sejahtera. Hebatkan mereka dalam ikhtiar kebaikan, dalam meyebar manfaat. Kayakan mereka dengan harta dan kebaikan yang dengan itu Engkau semakin ridha pada mereka. Jadikan mereka menguasai setidaknya satu bidang ilmu yang kelak dengan ilmu itu menjadi jariyah untuk keduanya. Jadikanlah keduanya cahaya yang menjadikan kami layak untuk Engkau cintai. Ampuni kelalaian dan kesalahan kami saat mendidik keduanya, ampuni kedua orang tua kami dan jadikanlah kami orang tua yang bruntung karena memiliki anak shalih yang senantiasa berbuat kebajikan dan mendoakan kami serta menjadi amal jariyah bagi kami bahkan setelah kami mati.

image

Ya Allah, laa hawla wa laa quwwata illaa billaah.. Kami serahkan pendidikan keduanya padaMu. Tuntun dan jagalah keduanya di jalanMu. Dan tuntunlah kami orang tuanya agar mampu mengantarkan keduanya menjadi sosok yang Engkau banggakan. Dengan kalimahMu yang sempurna, kumohon lindungilah mereka dari tipu daya syaithan, dari binatang berbisa dan dari kejahatan ‘ain. Aamiin

Kontak kami:
Belanja Keluarga
CP: Ibu Esa
Twitter/LINE/Instagram/KakaoTalk @belanjakeluarga
SMS/WhatsApp: 0878-2192-4595
Pin BB: 75B9C43A
Email: bekel.belanjakeluarga@gmail.com

Aim Desain
CP: Bapak Chalim
SMS/WhatsApp: 0852-2079-5095

Dipostingkan melalui aplikasi WordPress untuk Android

Bapak Tetaplah Bapakku, Bapak Terbaik Untukku

Meski sy (sering merasa) kecewa pada bapak, tapi Bapak tetaplah bapakku. Bapak terbaik yang disiapkan Allah untukku. Bapak adalah perantara hadirnya aku di dunia ini.
Bahkan di hari pernikahanku, ada rasa kesal yang kupendam. Saat itu aku berpikir ketidaklancaran pernikahanku adalah kesalahan bapak. Bapak yang salah. Bapak yang bikin kacau.

Padahal..

Bapak begitu sayang padaku
Di saat ijab qabul, suaranya terbata. Tangannya bergetar saat memegang tangan calon suamiku.
Ya, pasti berat melepasku ke tangan lelaki yang aku pun bahkan baru mengenalnya, apalagi bapak yang baru beberapa kali saja bertemu dengannya. Pernah sekali aku menyinggung tentang “rasa sakit”ku ketika acara pernikahanku berlangsung. Terucap begitu saja. “Gara-gara bapak kan nikahan teteh jadi berantakan. Terlalu menyepelekan” dan kemudian aku sadar, hal itu pasti sangat membuat hatimu sakit. Tapi engkau diam saja. Engkau sebenarnya mengupayakan yag terbaik tapi aku tak melihat prosesnya.
Bapak hampir tidak pernah menolak saat aku meminta bantuan, bahkan di saat beliau tengah capek atau sakit, masih saja mau mengantar atau menjemputku.

Bapak yang dulu selalu meletakkanku di pundaknya dan membiarkanku berpegangan pada keningnya.
Bapak yang selalu menyayangiku melebihi rasa sayangku tentunya.
Bapak bahkan mungkin tak pernah berpikir untuk meyakitiku.
Bapak mungkin tak pernah berpikir untuk membebaniku.

Bapak mungkin selalu mengupayakan yang terbaik untukku. Sama seperti beliau memperjuangkan keinginanku berjilbab saat memasuki jenjang SMP.

Seharusnya aku bersyukur karena beliau salah satunya, aku bisa menjadi aku yang sekarang.
Seharusnya aku selalu berpikir, saat bapak pulang malam tanpa membawa uang seperserpun, mungkin ia bahkan tak sempat makan siang tapi masih terus bekerja. Meskipun saat ditanya, bapak seringkali menjawab bahwa bapa makan ditraktir teman. Ah ayolah. Tak mungkin setiap hari temannya mentraktir makan. Tapi sepertinya sebuah aib jika seorang lelaki menampakkan ketidakmampuannya (seperti yang kulihat pula pada sosok lelaki lainnya, suamiku). Dan juga adalah rasa sakit yang mendalam jika ketidakmampuannya itu diketahui banyak orang.
Bapak pasti seringkali menahan rasa sakit hati karena disepelekan banyak orang, bahkan oleh keluarga sendiri. Rasa sakit yang pasti lebih dalam dari sakit yang kami, anak-anakmu rasakan saat engkau dihina keluargamu.

Ya Allah, durhaka sekali aku pada bapak. Ia yang Engkau jadikan perantara hadirnya aku di dunia. Dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Dengan semua kash sayangnya. Tak seharusnya aku membencinya, marah padanya karena ia selalu menyayangiku. Ia selalu berusaha memberikan yang terbak untukku meski tak selalu berakhir baik. Ia yang mungkin telah seringkali menahan malu atau rasa sakit demi mencari nafkah untuk kami anak-anaknya.

Maka ya Allah, anugerahkanlah anak-anak dan cucu-cucu yang shalih dan shalihah agar senantiasa mendoakan beliau. Berkahi kehidupannya. Ampuni dosa-dosanya. Berikanlah kebahagiaan di dunia dan akhirat. Aamiin..

Love u, bapak..

Kontak kami:
Belanja Keluarga
CP: Ibu Esa
Twitter/LINE/Instagram/KakaoTalk @belanjakeluarga
SMS/WhatsApp: 0878-2192-4595
Pin BB: 75B9C43A
Email: bekel.belanjakeluarga@gmail.com

Aim Desain
CP: Bapak Chalim
SMS/WhatsApp: 0852-2079-5095

Dipostingkan melalui aplikasi WordPress untuk Android

Mesjid Pusdai Bandung

Ahad, seperti biasa kami sekeluarga selalu menyempatkan waktu untuk keluar rumah. Dan ahad lalu kami memutuskan mengunjungi masjid Pusdai. Kenapa Pusdai? Pertimbangannya hanya sekadar tempatnya kondusif bagi kami karena ..membawa anak (1 thn dan 3,5 thn). Azam masih merangkak jadi memang saat itu kepikirnya Azam ga harus digendong terus. Kami ga akan ganggu masjid karena bagian luar dan halamannya luas dan bersih.

Disana ternyata tidak ada pengajian tapi anak-anak tetap menikmati waktu disana. Melihat capung, kupu-kupu, serangga dan pepohonan. Sayangnya “museum”nya tutup.

Saat azan zhuhur berkumandang Danisy dan abinya bisa langsung ikut shalat berjamaah. Enak deh.

Tempatnya bersih dan nyaman. ^_^

Ahad depan ke masjid mana lagi ya..

Kontak kami:
Belanja Keluarga
CP: Ibu Esa
Twitter/LINE/Instagram/KakaoTalk @belanjakeluarga
SMS/WhatsApp: 0878-2192-4595
Pin BB: 75B9C43A
Email: bekel.belanjakeluarga@gmail.com

Aim Desain
CP: Bapak Chalim
SMS/WhatsApp: 0852-2079-5095

Dipostingkan melalui aplikasi WordPress untuk Android

Mi Goreng Belacan

Salah satu makanan favorit suami, mie goreng belacan. Sebenernya masakan sederhana sih tapi ini salah satu masakan yg suami blg “enak banget”
Ketauan istrinya ga pinter masak nih. Hehe..
Bahan-bahannya:
Mie telor
Sayuran (biasanya kol)
Duo bawang
Terasi belacan
Gula merah
Garam
Merica
Ketumbar
Tomat
Minyak goreng/margarin

Cara masaknya:
Rebus mie telor, tiriskan
Haluskan (ulek) duo bawang, terasi, gulmer, ketumbar, tomat dan garam
Panaskan minyak/margarin di wajan
Masukkan bumbu halus hingga wangi
Masukkan mie yang sudah ditiriskan, aduk rata
Tambahkan merica sesuai selera
Jika sudah merata, angkat dan sajikan di piring.
Sayang ga ada fotonya ya. Hehe.. yang pasti wanginya enak, rasanya juga maknyus. Selamat mencoba ^_^

Warnanya coklat dr gulmer jadi saya ga menambahkan kecap ke dalam mie goreng belacan ini. Ttp manis, coklat dan lezat :D

Kontak kami:
Belanja Keluarga
CP: Ibu Esa
Twitter/LINE/Instagram/KakaoTalk @belanjakeluarga
SMS/WhatsApp: 0878-2192-4595
Pin BB: 75B9C43A
Email: bekel.belanjakeluarga@gmail.com

Aim Desain
CP: Bapak Chalim
SMS/WhatsApp: 0852-2079-5095

Dipostingkan melalui aplikasi WordPress untuk Android

Taman Satwa Cikembulan

Dikenal luas sebagai kebun binatang Garut, tapi di plang tertulis “Taman Satwa Cikembulan”. Terletak di Cikembulan Garut. Jalan kesana sludah enak sih cuma bagi saya nampak bukan seperti jalan ke tempat wisata krn jalannya kecil dan jika berpapasan dengan mobil lain, harus ada yg ke pinggir salah satu. Jalan masuknya agak lumayan jauh dari jalan raya.
Pertama kali datang, pengunjung sudah disuguhi pemandangan kandang Orang Utan. Mm.. ya karena tempat tinggal binatang biasa disebut kandang kan. Hanya saja bentuknya kaca transparan beaar yang di dalamnya terdapat alam dimana Orang Utan tinggal.
Weekend dan tanggal merah biaya tiketnya 15.000 dewasa dan anak 8.000. Suami sempat protes krn meski pemilu, tgl 9 bkn tanggal merah jadi harusnya di charge 13.000 dewasa dan 7.000 anak. Ah tapi biarlah.
Entah mungkin karena pemilu, pengunjung nampak sepi dan ga ada petugas pengecekan tiket (seperti di kebun binatang Bandung) jadi orang ga bayar juga keknya bisa masuk bebas. Hhe..
Tempat masuk awal kami berisi aneka burung. Awalnya saya pikir tempatnya kecil. Karena sudah jam makan siang, kami masuk dan mendapati gazebo untuk bisa digunakan sebagai tempat makan. Perut kenyang, lanjut menjelajah taman satwa cikembulan ini. Ternyata cukup luas dan banyak jenis satwa bahkan bisa dilihat dari dekat. Agak ngeri sih sebenernya tapi seru.
Suami menemukan tempat main anak-anak dan mengajak kami semua kesana.
Waktu sudah menunjukkan pukul 2 siang dan kami belum shalat jadi nyari dulu mushalla deh dan ketemu. Melewati jembatan di atas sungai yg cukup lebar. Eh di deket mushalla ternyata ada harimau, restoran, gazebo dan danau. Di danau ada angsa berkeliaran dan space tempat monyet bergelantungan. Tipikal monyet takut air sepertinya. Wah, unik nih rancangannya.
Selesai shalat, kami memutuskan untuk pulang tapi melewati jalur ke barat yang ternyata ada saung model rumah khas mana gitu (lupa). Ga lama, hujan turun jadi lah kami berteduh di saung tsb. Untungnya cukup untuk sekeluarga: 7 dewasa, 1 balita dan 1 bayi. Masih cukup luas untuk dipake nonton dan makan.
Ah pokoknya oke deh untum dijadikan wisata sekeluarga ^_^
Rancangan tempatnya beda banget sama kebun binatang Bandung. Sama-sama unik dengan gayanya sendiri. Kebun binatang Garut bagi saya menjadi unik dengan “terjaganya alam liar” nampak alami tapi cenderung aman bagi pengunjung.
Jalan-jalan kemana lagi ya kita..

Kontak kami:
Belanja Keluarga
CP: Ibu Esa
Twitter/LINE/Instagram/KakaoTalk @belanjakeluarga
SMS/WhatsApp: 0878-2192-4595
Pin BB: 75B9C43A
Email: bekel.belanjakeluarga@gmail.com

Aim Desain
CP: Bapak Chalim
SMS/WhatsApp: 0852-2079-5095

Dipostingkan melalui aplikasi WordPress untuk Android

#BekelPagi

Semenjak mengenal instagram, makin suka sama berbagai gambar. Dan tercetuslah ide hashtag #BekelPagi yang merupakan singkatan Belanja Keluarga Pagi dan memiliki makna “bekal”. Setiap postingan #BekelPagi semula gambar inspiratif atau motivasi yang saya temukan di dunia maya. Bermula dari “Resep Cinta” yang pertama kali sy upload di Instagram tanggal 6 Februari lalu dengan men-tag
akun instagram suami sy. Saya sendiri saat itu tidak memperhatikan tanggal yang ternyata bertepatan dengan 4 tahun 2 bulan pernikahan kami. Alhamdulillaah.

Respon di instagram terhadap foto itu tidak terlalu tinggi memang. Mungkin krn follower sy juga belum terlalu banyak. Tp respon suami saat itu di FB -krn postingan instagram sy share ke Facebook dan Twitter- (yg kemudian direspon teman-teman) membuat perasaan sy campur aduk. Tapi satu yang pasti, ada semangat seharian itu. Sy yang nerasakan semangat itu kemudian bertekad, harus ada #BekelPagi lainnya setelah ini. Maka saya pun mencari-cari kalimat inspirasi atau motivasi apa yang cocok untuk konten gambar #BekelPagi. Terpikirlah mampir di web mas Amri. Didapatlah Gaungologi yang sy buat sendiri gambarnya dengan menggunakan aplikasi Jussgram. Hasilnya cukup bagus.

Untuk bekal hari berikutnya, sy coba memasukkan kata nasihat dr Aa Gym yang bersumber dari SMS Tauhid. Sempat bingung karena foto yang saya simpan tidak muncul sehingga tidak sempat sy upload di Instagram (yang di kemudian hari sy baru sadar kalau hasil gambar baru muncul di daftar galeri setelah sekitar 1 hari).

Setelah itu, #BekelPagi selalu sy sertakan sebagai identitas gambar dan tentu saja info akun instagram sy: @belanjakeluarga sehingga gambarnya mudah dikenali. Tak lupa hashtag @BekelPagi di setiap postingan fotonya dan tentu aaja share ke FB dan Twitter.

Nah di postingan foto keempat, itu hasil googling. Hehe. Saat itu bingung mau isi apa, sapet gambar itu, download deh buat bekal besok.

Sekarang? Sy sudah punya stok cukup untuk #BekelPagi beberapa hari ke depan. Namanya #BekelPagi jadi upload gambar juga pagi hari. Semoga menjadi bekal semangat, ilmu dan inspirasi dalam menjalani hari baik bagi sy pribadi maupun yang membaca tulisan itu. Silalan follow instagram sy. Atau anda cukup cek hashtag #BekelPagi alias Belanja Keluarga di Pagi hari ^_^

Kontak kami:
Belanja Keluarga
CP: Ibu Esa
Twitter/LINE/Instagram @belanjakeluarga
SMS/WhatsApp: 0878-2192-4595
Pin BB: 75B9C43A
Email: bekel.belanjakeluarga@gmail.com

Aim Desain
CP: Bapak Chalim
SMS/WhatsApp: 0852-2079-5095

Dipostingkan melalui aplikasi WordPress untuk Android

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 6.078 pengikut lainnya.