Aisha Azkiya

Beranda Pikiran dan Rasa ^-^

Sabar Menantikan Kelahiran Sang Buah Hati

Setiap orang punya tantangan dan ujian hidup masing-masing. Setiap rumah tangga juga memiliki ujian tersendiri.
Seringkali kita diuji oleh ilmu yang kita miliki. Disanalah sebenarnya kita belajar mengamalkan ilmu yang kita punya.
Saat ini, sa sedang diuji untuk sabar menunggu kelahiran anak ke dua kami. Usia kandungan secara HPHT saat ini sudah menjelang 41 minggu. HPL dari perhitungan HPHT adalah 17 April lalu. Kontraksi palsu sih udah seringkali datang. Tinggal menanti datangnya kontraksi asli yang menyebabkan pembukaan dan pertanda awal proses kelahiran.
Secara hasil USG dan pemeriksaan ANC, alhamdulillaah sejauh ini bayinya sehat. Ketuban masih cukup, plasenta masih oke. Tak ada yang perlu dikhawatirkan. Hanya perlu bersabar menanti saat bayinya lahir.
Anak pertama lahir di usia kandungan 41 minggu. Jadi sebenarnya anak kedua ini juga seharusnya tak perlu khawatir. Lusa usia kandungan 41 minggu. Yang agak sedikit dikhawatirkan adalah berat janin sudah mencapai 3,5kg dari hasil USG selasa pekan lalu.
Tapi bukankah setiap ujian itu diturunkan sudah dengan segala kesiapan kita?. Bukankah Allaah tidak akan menguji seseorang melainkan sesuai dengan kemampuannya? Ya, sekarang kita sedang diuji akan keyakinan kita pada Allaah. Diuji dengan ilmu kehamilan yang sa dapat. Toleransi kelahiran itu 2 pekan sebelum hingga 2 pekan sesudah HPL. Selama janin dan kehamilan baik-baik saja, tinggal kita mau bersabar. Sabar, doa, tawakkal, dan yakin sama Allaah.
Alhamdulillaah dapat bidan yang sabar dan cukup bisa diajak diskusi. Dianugerahi suami yang sabar dan support setiap kali drop, teman-teman grup yang luar biasa. Love u all. Terima kasih untuk semua support, nasihat, masukan, sharing dan semua deh yang sudah sa terima.
Dede bayi.. Tolong maafkan ummi ya nak.. Allaah tahu persis kapan dede akan lahir. Love u, baby..

Posted from WordPress for Android
Contact me:
Add my BlackBerry pin: 27fd6e4c
Or Add Whatsapp: 0878-2192-4595

Postingan Perdana (Lagi) Setelah Sekian Lama

Hai hai semua…
Kangen blogging. Banyak sekali hal yang terlewatkan untuk ditulis. Ah tapi tak ada kata terlambat kan? Hehe..
Postingan pertama yang sa tulis dengan menggunakan memopad Asus hadiah dari suami. Lebih sering dimainkan Danisy sih, tapi begitu lihat ada aplikasi WordPress.. Seneng banget.. Serasa hiburan di tengah kekhawatiran menanti kelahiran anak ke dua kami.
Terbiasa menulis di blog ketika ada sesuatu yang mengganggu pikiran, sambil mencari jawabannya lalu mencatatkan hasil jawaban itu dalam tulisan atau artikel yang sedang dibuat itu. Ketika membutuhkan jawaban atas pertanyaan yang sama di kemudian hari atau sekadar pengingat sekaligus ajang berbagi dengan yang lain. Semua itu membahagiakan.
Saat harus hanya berbekal ponsel, rasanya ada yang hilang. Lalu kemudian beralih ke ‘update status fb’. Tapi tak sebebas blogging krn karakter dibatasi pendek sekali. Setidaknya ada tempat ‘curhat’. Hehe.. Beberapa kali manfaatin notes fb tapi ga selamanya bisa :(
Jadi tulisan ini isinya apa ya? Cuma curhatan kangen nulis disini aja :P

Posted from WordPress for Android
Contact me:
Add my BlackBerry pin: 27fd6e4c
Or Add Whatsapp: 0878-2192-4595

Karena Kita adalah Wanita Hebat

Udah lama ga posting, kangen jg.. Hmm.. Postingan awal setelah sekian lama ga posting yang ditulis di akhir bulan Oktober 2012.

Sedang begitu terinspirasi tentang berbagai hal tentang sebuah tugas yg dikenal luas sebagai sebutan “ibu”. Apapun sebutannya entah itu ibu, ummi, bunda, mamah, dsb, peran mereka tetap sama: IBU. Dan alhamdulillaah sy sebagai perempuan sudah merasakan “kesempurnaan hidup” sebagai perempuan: menjadi anak, menjadi istri dan menjadi ibu :)

Pagi ini teman-teman di grup WhatsApp share tentang sebuah cerita keren yang menguatkan quote dari K’Rendy, trainer pelatihan Muda Mulia yang saya ikuti sekitar 2 pekan lalu.

Cuma Sekedar Ibu?
Ada seorang wanita yang sedang memperbarui SIM-nya. Dia diminta oleh wanita petugas di bagian pendaftaran untuk menyebutkan pekerjaannya. Dia bingung bagaimana harus menjelaskan pekerjaannya.
“Maksud saya,” kata wanita di bagian pendaftaran itu, ‘Anda memiliki pekerjaan atau Anda
hanya …?’
“Tentu saja saya punya pekerjaan,” bentak wanita itu. “Saya seorang ibu.”
“Kami tidak menuliskan ‘Ibu’ sebagai pekerjaan, ‘ibu rumah tangga’ saja sudah cukup,’ katanya tegas.
***
Saya lupa semua tentang kisah itu sampai suatu hari saya berada di situasi yang sama.
Petugas di bagian administrasi itu adalah jelas seorang wanita karir, tegap, tegas, dan memiliki titel yang kedengarannya hebat sperti, ‘Petugas Interogasi Resmi’ atau ‘Petugas Administrasi Kota. “
“Apa pekerjaan Anda?” Dia mengecek.
Apa yang membuat saya mengatakan itu, Saya tidak tahu. Kata-kata itu muncul begitu saja.
“Saya adalah seorang Research Associate di bidang Child Development dan Human Relations
(Peneliti di bidang Perkembangan Anak dan Hubungan Manusia.)
Petugas itu berhenti, ujung pena pun beku di udara, dan dia mendongak seolah-olah dia tidak
mendengar dengan benar.
Saya mengulanginya lagi dengan perlahan, berusaha mengatakannya mirip dengan yang tadi.
Lalu saya menatapnya dengan heran karena pernyataan saya ditulis dengan tinta hitam yang tebal pada sebuah kuesioner resmi.
“Kalu boleh saya mau bertanya,” kata petugas wanita itu dengan rasa ingin tahu, ‘Apakah yang Anda lakukan di bidang Anda? “
Dingin, tanpa ragu-ragu, saya mendengar diri saya menjawab, “Saya punya program penelitian
yang berkelanjutan, (ibu mana yang tidak)… Di laboratorium dan di lapangan, (biasanya saya bilang dalam ruangan dan di luar)… Saya bekerja untuk Atasan saya, (pertama Tuhan dan kemudian seluruh keluarga)… dan sudah mendapatkan 4 penghargaan (semua anak
perempuan)… Tentu saja, pekerjaan itu sangat membutuhkan banyak pengorbanan, (semua ibu pasti setuju)… dan seringnya saya bekerja 14 jam sehari, (24 jam tepatnya)…Tapi pekerjaan itu lebih menantang daripada kebanyakan karir yang harus dikejar lainnya, dan hasilnya adalah lebih kepada kepuasaan, daripada uang “
Suara pegawai itu pun kemudian terdengar lebih menghormati saya ketika mengakhiri kuisioner itu, dia pun berdiri dan mengantarkan saya ke luar pintu.
***
Saya pun melaju menuju rumah saya, bersama dengan karir baru saya yang glamor, saya disambut oleh asisten lab saya – usia 13, 7,dan 3.
Di lantai atas saya bisa mendengar model baru percobaan kami, (bayi berusia 6 bulan), dalam program perkembangan anak, menguji pola vokal baru.
Saya merasa telah berhasil mengalahkan birokrasi! Dan saya telah menjadi catatan resmi sebagai seseorang yang lebih terhormat dan sangat diperlukan bagi umat manusia dari ‘sekadar ibu’. ke-ibu-an.
Karir yang luar biasa. Apalagi kalau ada papan namanya di pintu.
***
Ini berarti Nenek bisa jadi: ‘Senior Research associates in the field of Child Development and Human Relations’ (‘Peneliti Senior di bidang Perkembangan Anak dan Hubungan
Manusia’)
Dan nenek buyut: ‘Executive Senior Research Associates” (Peneliti Senior paling senior)
Bibi adalah “Research Associate Asisten. ” (Asisten Peneliti)
***
Silakan kalau mau kirim tulisan ini ke ibu2 yang lain, Nenek, Bibi, dan teman-teman yang Anda tahu.
Semoga masalah Anda dapat berkurang, sementara berkahnya bertambah. Dan tidak ada selain
kebahagiaan menghampiri Anda. Jadilah ramah kepada siapa saja dan terhadap apa pun yang terjadi. Setiap orang yang Anda temui sedang berperang dalam peperangannya masing2. Anda tidak pernah tahu kapan saat kata-kata yang tulus, walau sedikit, bisa berdampak pada kehidupan.
Jasmin Choy

Menarik bukan titel itu. Penasaran ga sama quote dari trainer pelatihan yg sy ikuti? Hampir serupa. Di saat sesi Kenal Diri, beliau mengatakan: “Anda para ibu, jika ditanya pekerjaan anda apa ga usah minder ketika menjawab ‘ibu rumah tangga’. Cobalah anda katakan ‘Sy seorang Human Resource Manager’ atau ‘sy seorang manajer keuangan’ dan masih banyak lagi pekerjaan anda di rumah bukan? Bukankah itu terasa lebih berprestise. Toh memang seorang ibu itu hebat”

Iya benar. Menjadi seorang ibu itu tantangan. Baik anda seorang ibu yang full time ada di rumah bersama anak-anak ataupun anda yang harus membagi waktu dengan kegiatan karir dan kegiatan di luar rumah. Seorang ibu, bagaimanapun memegang peranan penting dalam kehidupan seseorang. Bahkan ibu bisa menjadi bagian penting dalam kesuksesan banyak pembesar.

Saat ini saya sedang membaca buku Chairul Tanjung. Di dalamnya is ceritakan sosok orang tua yang menanamkan banyak pelajaran untuk bekal kehidupannya. Salah satu yang ia banggakan adalah Ibu dan Neneknya. See? Betapa peran seorang wanita itu penting dalam kehidupan.

So, never ever say bahwa “sy hanya ibu rumah tangga” dengan nada minder. Katakan dengan lantang dan bangga bahwa Anda seorang IBU. Pun buat ibu bekerja jangan pernah bilang “sy hanya seorang ibu dan karyawan”. Kalian hebat. Kita semua para wanita adalah hebat!

*didedikasikan terutama utk para ibu. Lihatlah ke dalam diri kita, betapa kita ini hebat. Mengandung, melahirkan, membesarkan dan mendidik anak bukanlah perkara gampang dan mengalir begitu saja. Tapi ia adalah sebuah proses kehidupan yg di dalamnya kita terus menambah pengetahuan tentang kehidupan itu sendiri, tentang kita, tentang anak-anak kita, dan jauh lebih futuristik: tentang masa depan agama dan negara kita. Selamat berjuang mendidik tunas-tunas pejuang tangguh.

Jika anda belum menyandang predikat istri atau ibu, yakinlah bahwa Allah memiliki rencana indah. Dan menjadi ibu dapat tetap anda rasakan ketika anda memiliki seseorang atau sesuatu yang anda pikirkan pertumbuhan berikut visi misinya.

Jadwal MPASI

17 November 2011. 1 tahun sudah Danisy menemani hari-hari pernikahan kami. Dengan segala yang dilakukan dan dimilikinya, bertambahlah kebahagiaan kami menjadi orang tuga.

Menjadi orang tua berarti menjadi seorang pelajar yang harus terus menerus belajar tanpa mengenal kata lelah. Bagaimana tidak. Semenjak ia hadir dalam rahim hingga ia lahir dan tumbuh besar, banyak ilmu yang harus dimiliki.

Setelah memperdalam mengenai kehamilan, begitu Danisy lahir ilmu tentang mengurus newborn baby sudah harus dikuasai, setidaknya beberapa pengetahuan dasar sehingga kita tidak mengurus anak hanya sekadar kata orang tua melainkan juga ada ilmu yang mendukungnya.

Selesai ASI Eksklusif, tantangan berikutnya adalah mengenai makan Danisy. Tak ada gula dan garam dalam makanan Danisy sebagaimana yang disarankan. Tapi kemudian sempat kecewa karena diruntuhkan oleh keluarga besar. Meskipun demikian, kami sebagai orang tuanya tak boleh lemah. Suami sempat memilih memberikan makanan instan pada Danisy mengingat Danisy yang hanya makan sedikit atau bahkan susah makan. Tapi sa bersikeras homemade dan diusahakan sesehat mungkin. Beberapa kali menemui kendala termasuk mengenai jadwal MPASI Danisy.

Ketika awal-awal memberikan MPASI pada Danisy, sy mencoba mencari info mengenai makanan apa yang sebaiknya diberikan di awal Danisy MPASI dan bagaimana jadwal pemberiannya. Sy mengikuti hampir semua saran terutama mengenai jadwal MPASI Danisy. Tapi kemudian sy harus benar-benar menyesuaikannya. Hingga berkenalan lebih jauh dengan metode BLW.

Penerapan metode BLW inipun tidak berlangsung lama karena ilmu yang saya miliki masih belum full mengenai BLW. Bukunya masih sy baca. Jadi Danisy menjalankan aktifitas MPASI dengan 2 cara, konvensional dengan cara disuapi dan BLW dengan makan sendiri. Sy dan suami sepakat untuk mengikuti keinginan Danisy dalam penerapan metode pemberian MPASI ini.

Alhamdulillah, 1 tahun dan Danisy masih ASI. Tapi di usianya yang sudah 1 tahun, nutrisi dari ASI hanyalah 30%. Jika saat lahir hingga menjelang 6 bulan nutrisi dari ASI 100% dan setelah 6 bulan [setelah MPASI] kebutuhannya akan ASI adalah 70% dan 30% lainnya didapat dari makanannya. Sementara dalam usia 1 tahun ke atas, nutrisi ASI 30% dan dari makanan lain 70%. Semoga tetep sehat ya, nak..

Jadi Danisy sendiri tidak memiliki jadwal MPASI yang baku. Sy hanya akan mengikuti beberapa saran dan anjuran tapi tidak kaku dalam penerapannya. Jika Danisy mendukung, sy lakukan. Jika Danisy menolak, sy hentikan dan sy gantikan dengan hal lain.

Alhamdulillah pertumbuhannya sejauh ini masih ada di posisi yang baik dan normal. sy menemukan beberapa situs yang bisa dijadikan referensi MPASI. Semoge bermanfaat. Berikut situs-situsnya [ tp tidak sy sebutkan semua ya..]

  1. WholeBabyFood => ini mpasi untuk bayi
  2. WholesomeToddlerFood => yg ini buat toddler alias batita-balita
  3. Resep Balita di Blogspot => yg ini bahasa indonesia. hehe..

Setidaknya 3 situs itu dulu aja ya. Semoga bermanfaat ^_^

Link Milis-milis Bayi dan Anak

Buat para ibu dan calon ibu.. berikut ini daftar link milis bayi dan anak yang cukup aktif dan bisa dipake berbagi dan diskusi tentang kehamilan, perkembangan bayi, MPASI, perkembangan anak, ASI dan sebagainya. Bagus loh untuk nambah pengetahuan..

  • ASI For Baby. Disini moms bisa dapetin info lengkap deh. Bisa diskusi tentang kehamilan, bisa tentang ASI, bisa tentang baby, bisa juga tentang anak.
  • Gizi Bayi Balita. Disini moms bisa dapetin info banyak juga terutama tentang makanan dan gizi buat anak-anak kita.
  • MPASI Rumahan. Sy suka banget nih. Moms bisa dapetin resep-resep MPASI yang bisa dibuat sendiri alias buatan rumah jadi bisa dipastikan kesehatan, higienitas, gizi dan lain sebagainya.
  • Hypno Birthing. Inti dari milis ini sebenernya tentang kehamilan dan gimana tips trik melahirkan [waduh bahasa saya ya.. aneh. hehe]. Tapi moms bisa share hal lain misal tentang baby dan anak. Sama kyk asiforbaby gituh deh ^^

Sisanya saya belum gabung-gabung lagi. Emang ada juga sih beberapa milis lain tapi sy jarang aktif disana.

Sejauh ini banyak ilmu yang bisa sa dapet dan bener-bener ngebantu sa dari sa hamil sampe sekarang Danisy mau MPASI.. ngebantu dari segi diskusi dan ilmu. Bisa share juga ^^

Moga membantu.

Cara Merapikan Kiriman Milis

Dear moms.. sy mau share tentang cara nyaring email terutama dari milis supaya masuk ke satu folder biar kita lebih gampang memenej dan gampang bacanya. Moga berkenan ^^

  1. Bikin Folder Baru. Di bagian Folder, klik Tambah. Kasih nama foldernya, misal sesuai dengan nama milisnya dlm contoh ini “Milis AFB” tanpa tanda kutip
  2. Pilih menu Opsi
  3. Pilih Opsi Lainnya. Nanti muncul halaman Opsi gituh
  4. Di menu kiri halaman Opsi klik “Filter”. Nanti muncul halaman Filter. Tekan tombol “Tambah Filter”
  5. Akan muncul halaman [Filter Baru]
  6. Di bagian “Nama filter” isi nama filternya, misal mau disamain sama nama foldernya, “Milis AFB”.
  7. Di bagian “Judul” isikan ciri khas judul milis, biasanya dalam kurung siku [], misal “[asiforbaby]” yang ini berarti setiap judul yang ada [asiforbaby] akan masuk ke folder itu. Kenapa diisi [asiforbaby]? Karena tiap judul email dari milis asiforbaby yang menjadi contoh sy selalu ada [asiforbaby]-nya. Milis yang lain juga kan?
  8. Pada bagian “Pindah ke Folder”, pilih folder yang tadi dibuat, “Milis AFB”
  9. Tekan tombol “Simpan Perubahan”
  10. Nanti muncul tulisan “Perubahan disimpan ke Filter”

Itu berarti dah disimpen pengaturannya. Nanti yang udah masuk kotak masuk, tinggal dipindah aja ke folder yang dibuat untuk milis AFB tadi..
Moga membantu ya mom..
Berguna klo moms ikutan banyak milis biar tiap2 dari milis masuk ke folder masing2 tanpa memenuhi dan bikin berantakan inbox moms disini. Jadi lebih gampang juga untuk baca email dari masing-masing milis :)

Cara Mengganti Password Gmail

Hari ini mau ganti password Gmail. Ternyata setelah googling ada sedikit perbedaan dari artikel yang sa dapet. Akhirnya tetep nyari sendiri. Begini cara mengganti password gmail.

  • Masuk ke akun Gmail
  • Pilih Setelah/Settings
  • Di bagian paling bawah halaman ada “Setelan Akun Google”. Klik link “Setelan Akun Google”
  • Nanti masuk ke halaman pengaturan akun Gmail
  • Pada bagian “Keamanan” klik link “Mengubah sandi Anda”
  • Anda akan diminta memasukkan password gmail Anda sekarang dan ada pula kolom password baru beserta konfirmasi password baru
  • Tekan tombol “Simpan”
  • Password gmail Anda telah berubah dan Anda akan kembali ke halaman pengaturan akun Gmail

Maaf ga ada gambarnya. Segituh aja. Moga membantu ^^

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.