Aisha Azkiya

Jumat, 16 Mei, 2008

Dilematis

Diarsipkan di bawah: My Day — by Esa @ 16:36:53

Dilematis, itulah satu kata yang sering sa dapet dan sa pikirkan beberapa waktu ini. Dilematis adalah sebuah kata yang sa maknai sebagai sesuatu yang cukup sulit, bagai makan buah simalakama kalo kata orang. Lalu apa saja yang membuat sa berpikir demikian, khusus di tulisan ini, sa ingin berbagi soal peminta-minta.

2 hari yang lalu pembicaraan ini juga sempat didiskusikan ketika sa dan beberapa teman kerja terlibat sebuah perbincangan. Pembicaraan tentang fakta yang bisa dibilang rahasia umum bahwa orang-orang seperti mereka itu tak jarang malah berpenghasilan lebih dari UMR Bandung misalnya. Dan malah menjadikan hal itu sebagai pekerjaan utama. Tak jarang keluarganya malah tidak tahu, di kampung dia kaya raya, bilangnya kerja, tapi kerjanya ya itu, meminta-minta.

Dilematis, antara mengajarkan orang untuk mandiri dan tidak bermalas-malasan, antara ingin berbagi dengan dhuafa *karena kita akui kita juga –minimal sa– belum bisa membedakan mana yang bener-bener butuh sama yang ngga*, juga dengan kaidah berbagi yang diajarkan ALLAH, bahwa harta itu hak dhuafa yang tidak meminta, “(Berinfaqlah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat (berusaha) di bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui.” (Al-Baqarah: 273)

Dan ingat, di Jalan ALLAH alias fisabilillah alias jihad itu ga selalu harus perang atau secara fisik, tapi ada tempat atau posisi lainnya. Harus nyari tahu berarti.

Jadi, apa yang harus kita lakukan? Semua tergantung pada temen-temen, apakah memilih memberi atau menyalurkannya pada lembaga-lembaga terpercaya? Semua sepenuhnya terserah antum. Sa sama kakak-kakak sa pernah saling berlomba untuk berinfaq, belajar dari kakak sa, kami berlomba untuk saling memberi. Maka, semua kembali pada niat. Innamal a’malu binniyat, dan seseorang mendapat sesuai apa yang diniatkannya. Wallahu a’lam bish shawwab.

Have idea for this?

Keputusan Sudah Diambil

Diarsipkan di bawah: My Day — by Esa @ 15:18:05

Kemarin, ALLAH menguatkan niat sa untuk mengambil keputusan itu lewat tulisan di blog seorang teman. Teman sa yang minta sa baca blognya. Setelah membacanya, wah isinya meuni gue banget lah istilahnya mah. OK, tinggalkan soal itu. Ada lagi seorang teman yang bertanya, “Kapan nih diresmikannya?” sa bener-bener speechless, akhirnya cuma bilang, “Mohon doanya aja.” terus dia reply, “Klo punya niat baik, jangan ditunda-tunda.” agak kaget juga. Sa reply, “Pengennya sih, tapi keadaan yang memaksa gituh.” *ehm, agak malu uy nulis kata-kata ini, abis baru baca 7 Habits-nya Stephen R. Covey, jd sa masih reaktif ya*

OK. Keputusan sudah diambil, dan menunda keputusan itu ternyata adalah kesalahan. Mintalah fatwa pada hatimu, itu yang dikatakan seorang ulama. Sa minta fatwa itu sudah lama sekali, tapi sa tunda karena berkaitan dengan janji sa pada dia. Tapi setelah mendapat nasihat dari temen soal jangan menunda, sa jadi mikir lagi, ga bisa ditunda karena ini hubungannya dengan hati. Maka kemarin malam, meski hanya melalui sms sa memberitahukan padanya keputusan itu. Rasa takut kehilangan dsb, telah dibahas tuntas di blog temen sa itu.

Insya ALLAH itu keputusan terbaik buat sa, dia dan semua pihak yang terlibat. Untuk Aa, makasih ya A konsultasinya selama proses ade ini. Juga buat murobbi sa, Teh Upi. Sobat Sa, Iyam dan semuanya yang selalu makin nguatin sa untuk tetap di jalan yang ALLAH ridhai. Sa beruntung ALLAH ngirim kalian ke kehidupan sa. Jazakumullah khayr.

Oya, pasti pada nanya perasaannya sekarang. Emang penting? Ya, sempet ngerasa perih sih, but itu cuma saat sa ngirim sms aja, besok paginya malah seolah ada rasa tenang di hati. Bukan sa ga punya perasaan ataupun ga ngeharepin dia, tapi sa ngelakuin ini semata karena sa ingin proses sa menuju masa depan itu selalu dalam keridhaan ALLAH, maka hanya satu kalimat, Wa’dallahi haqq, janji ALLAH itu haqq.

Dan sa juga dapet 2 sms dari Kakak sa, isinya “De..ingat, apa yang menurut kita baik belum tentu baik menurut ALLAH. Pada akhirnya, yang terbaik menurut ALLAHlah yang terjadi. Sabar ya De, semoga ALLAH mengganti dengan yang lebih baik. Cinta ALLAH senantiasa berlimpah untuk ade. Cinta manusia sangatlah terbatas dan semu.” Subhanallah..

Jika niat kita menikah adalah ibadah hanya karena ALLAH, maka apa yang membuatmu ragu untuk memutuskan sesuatu yang insya ALLAH untuk keridhaanNya?

ALLAH akan menggantikan dengan yang lebih baik. Saya kutip sebagian kata-kata K’HaPo dalam blognya itu,

Namun satu hal yang jelas dan pasti,
Saya tinggalkan semuanya karena Rabbuna.
Karenanya pasti,
Allah akan gantikan dengan yang lebih baik.

Entah orang yang sama namun
dalam kondisi dan dengan cara yang lebih baik,
dan berarti memang dia yang terbaik


Atau Allah akan gantikan
dengan orang dan cara yang lebih baik,
dan hikmah Allah meliputi segala sesuatu …


Ya, pasti! Janji Rabbku adalah pasti!

Kamis, 15 Mei, 2008

PMS

Diarsipkan di bawah: Belajar Yuk, My Day — by Esa @ 13:56:43

Baca PMS inget apa hayoh.. :evil:

PMS ya PMS, istilah ini sebenernya dari sobat sa, Iyam yang ngirim sms curhatan berisi puisi dengan kata-kata di akhir sms nya, “PMS - Pre Marriage Syndrome”. Ya, ada-ada aja emang, tapi seperti isi smsnya, PMS itu sa juga tengah mengalami, jadi sa cukup ngerti isi sms nya. Disini, sa pengen nulisin tentang yang harus diwaspadain klo PMS muncul :mrgreen:

Hmm…dalam perjalanan nulis tulisan ini, sa malah diberondong sama pertanyaan karena sa masang status message PMS ini di YM. Kontroversi..bukan sih, cuma jadi banyak yang komentar gituh. Dan paling bikin senyum-senyum sendiri itu ya Kang Iman yang penasaran banget soal ini. Ok deh, kita coba bahas, klo ada yang mau menambahkan, silahkan.

Pertama, pengertian PMS ini dulu deh, jadi PMS tuh kami, sa khususnya mengartikan ciri-ciri klo seseorang emang udah mesti nikah :mrgreen: dan beberapa faktor yang akan dirasakan dan harus diwaspadai karena kalo ngga diwaspadai maka hal itu hanya akan membawa kita pada kebinasaan yang akan membawa pada penyesalan.

Kedua, kita mulai masuk deh ke inti persoalan. Sebenernya ciri-ciri ini bisa diketahui oleh masing-masing dengan adanya perasaan siap dan matang untuk menuju jenjang yang satu itu. Hanya dia yang tau persis apakah dia memang siap atau tidak, bisa juga dilihat dari kapasitas ilmunya. Loh kok? Iya lah, nikah juga ada ilmunya kalee, ga asal comot. Ini pertaruhan dunia-akhirat kawan! Klo asal..wah bahaya..

Disini sa cum pengen berbagi sama temen-temen, bahwa klo perasaan mantap itu sudah muncul dalam diri kita, kita harus hati-hati, ekstra hati-hati lebih dari sebelumnya. Kenapa? Karena akan membawa kita pada perasaan yang tentu saja sulit dikendalikan.

1. Perasaan suka pada pasangan jenis. Jika tidak dikendalikan jangankan bagi antum yang udah siap nikah, yg belom siap aja mesti hati-hati. Tapi buat yang udah siap nikah harus lebih bisa ghadhul bashar, soalnya klo enggak, begitu kita lihat sekilas pasangan jenis kita sesuai kriteria calon pasangan kita, wah, susah ngilanginnya klo ga kuat-kuat amat imannya.

2. Interaksi. Hati-hati juga sama interaksi baik lewat chat atau yang sejenis yang kita kira sekilas tak membahayakan. Bahaya deh pokoknya.

3. Ilmu. Bagi yang udah “kebelet” wah telaah lagi tuh, ilmunya emang udah mumpuni apa belum, minimal persiapan deh. Cir-cirinya ya, shaum dan alternatif lainnya udah dijalanin tapi masih tetep dag-dig-dug.

Hmm yang pasti buat yang udah punya niat, trus ternyata udah punya calon, jangan ditunda-tunda lagi deh klo emang udah mantep. Klo belom? Harus jelas batas waktunya coz jaga hati itu susah loh *ngalamin*. Klo ternyata belom juga, mending di-cut aja dulu deh biar lebih aman. Caranya? Minta petunjuk sama ALLAH, supaya dibimbing dalam mengatakannya dan tentu dengan cara sebaik-baiknya. Ada artikel dari seorang teman, Akh HaPo, syukran ya Akh soal itu.

Bangkitlah

Diarsipkan di bawah: My Day — by Esa @ 11:03:30

Bangkitlah negeriku harapan itu masih ada..

Begitu sepenggal bait sebuah nasyid. Hmm..ya, selama matahari masih bersinar, selama itu pula ALLAH memberikan harapan baru bagi insan. Maka tidak ada kata menyerah atau pesimis dalam kamus seorang muslim. Kita adalah khalifah, seorang makhluk yang dulunya tak memiliki bahkan bukan apa-apa menjadi makhluk mulia di sisiNya.

Maka tidak ada kata menyerah dalam memperbaiki negeri ini, karena bagi seorang muslim hal ini adalah amanah yang mesti ditunaikan. Amanah ALLAH bagi kita semua, khalifahNya. Karena kita lahir dan bertumbuh disini, karena kita besar disini, karena kita mengaku sebagai warga negara dari negara bernama Indonesia ini.

Sekuat apapun upaya anda merubah kewarganegaraan anda tidak dapat membohongi diri anda bahwa anda adalah orang Indonesia, maaf klo sa terkesan kasar, tapi anda yang lari menjadi warga negara orang lain dan anda yang lari memakmurkan negara orang lain, apakah pantas disebut pemberani atau setidaknya bolehkah saya menyebut anda egois? Iya, tidak kupungkiri bahwa sa juga ingin berbuat demikian, namun hal itu ternyata bukanlah jalan keluar, dalam artian hal itu justru yang harus kita pikirkan, jika kita lebih memilih menghindar dari keadaan negeri ini, maka siapa lagi orang yang akan peduli, siapa lagi orang kaya yang peduli, siapa lagi orang pintar yang peduli? Jika semua orang pintar, orang kaya dan orang berpotensi lainnya hanya memikirkan diri sendiri, maka tidak akan ada bangsa Jepang yang sekarang, dan lebih parah lagi tidak akan ada negara bernama Indonesia ini, SELAMANYA. Mungkin ia akan kehilangan warga negaranya, lalu kehilangan sumber daya alamnya, lalu kehilangan kekuasaannya, dan pada akhirnya negara bernama Indonesia itu hanya akan menjadi sejarah.

Ya, sejarah. Sejarah yang pahit dan memalukan. Sejarah yang terukir bukan karena prestasi anak bangsanya tapi karena prestasi itu berpindah ke negara lain dan ia kehilangan aset terbesarnya..Na’udzubillah min dzalik. Selama masih ada harapan, jangan putus harapan, ok!? Yuk sama-sama berjuang, minimal utk diri sendiri yang bisa diberikan kepada orang sekitar kita. Jangan sampai Indonesia lalu kehilangan eksistensinya di muka bumi, setelah sekian lama negara ini diperjuangkan kemerdekaannya oleh para pendahulu kita dengan darah, air mata dan semua yang bisa mereka beri untuk negara. Maka, meskipun sulit dan dilematis pertahankanlah kemerdekaan bangsa ini dengan semua kemampuan yang dapat kau berikan.

Rabu, 14 Mei, 2008

Menampilkan Isi Kategori Pada Joomla

Diarsipkan di bawah: My Day — by Esa @ 17:32:56

Bagi para pengguna Joomla mungkin agak bosan atau malah kurang suka dengan cara Joomla menampilkan judul-judul artikel yang ada dalam suatu kategori. Tapi tahukah Anda, bahwa sebenarnya Joomla memberikan kita kebebasan untuk mengubah tampilan tersebut.

Secara default Joomla akan menampilkan isi dari suatu kategori dengan menampilkan beberapa fitur yang akan memudahkan pencarian & navigasi artikel yang terdiri dari fitur pencarian & pengurutan artikel, nama kolom, serta menu navigasi halaman. Namun, ada kalanya sebagian atau semua fitur-fitur tersebut tidak kita butuhkan.

Listing Kategori Default Pada Joomla

Mau tau bagaimana caranya menghilangkan fitur-fitur tersebut? Ok, pertama silahkan login ke halaman administrator website Joomla Anda.

Pertama-tama kita akan membuat sebuah menu yang akan menampilakan isi dari suatu kategori. Untuk contoh, kita akan membuat suatu menu baru pada bagian mainmenu, silahkan klik Menu -> mainmenu. Klik tombol “NEW”, pada pilihan “New Menu Item” pilihlah “Table - Content Category”, kemudian klik tombol Next.

Anda akan di bawa ke halaman selanjutnya, yaitu halaman ” Add Menu Item :: Table - Content Category”. Berilah nama untuk menu tersebut pada kolom “Name”, kemudian pada kolom kategori pilihlah kategori yang akan ditampilan menggunakan menu ini. Untuk opsi-opsi lain pada bagian Details silahkan tentukan sendiri.

Selanjutnya kita akan mengubah seting pada bagian Parameters, inilah bagian paling penting dari tutorial ini. Dengan menggunakan parameter, kita bisa mengubah tampilan kategori pada website Joomla kita.

Parameter

Pada bagian Parameters, ada beberapa pilihan yang bisa kita ubah untuk memberi “kesan” yang berbeda pada kategori website kita, antara lain:

  • Date Column: Untuk menentukan apakah kolom tanggal artikel akan ditampilkan atau tidak.
  • Author Column: Untuk menentukan apakah kolom nama penulis artikel akan ditampilkan atau tidak.
  • Hits Column: Untuk menentukan apakah kolom jumlah klik pada artikel tersebut akan ditampilkan atau tidak.
  • Table Headings: Untuk menentukan apakah judul dari tiap-tiap kolom akan ditampilkan atau tidak.
  • Navigation Bar: Untuk menentukan apakah navigasi halaman akan ditampilkan atau tidak.
  • Order Select: Untuk menentukan apakah fitur pengurutan artikel akan ditampilkan atau tidak.
  • Display Select: Untuk menentukan apakah fitur jumlah artikel per halaman akan ditampilkan atau tidak.
  • Display Number: Default jumlah artikel yang akan ditampilkan dalam satu halaman.
  • Filter: Untuk menentukan apakah fitur pencarian akan ditampilkan atau tidak.
  • Filter Field: Untuk menentukan tipe pencarian berdasarkan judul, penulis atau jumlah klik pada artikel.

Silahkan coba ubah pilihan-pilihan tersebut satu persatu dan lihat khasiatnya :). Berikut adalah contoh tampilan Joomla yang telah saya sesuaikan dengan kebutuhan saya.

Hasil Listing Artikel Pada Kategori

NB: ni CP alias copy-paste dari forum Joomla, soalnya sa rada pelupa, ntar lupa lagi yang sa dapet hari ini, n harus nyari lagi dari awal, jadi maaf ya klo ga rapi :mrgreen:

URL Highlighted - Joomla!

Diarsipkan di bawah: Pemrograman, Il-Kom — by Esa @ 17:29:04

Standar Joomla hanya support menu highlight yang berasal dari jenis menu komponen, content dan submit, namun tidak bisa memberikan id active_menu pada jenis menu link - Url ketika aktif

Disini saya mau sharing tutorial singkat yang saya dapat dari ubek2 forum mambo mengenai highlight id active_menu pada menu Link - URL.

Sebelum melakukan modifikasi disarankan membuat backup terlebih dahulu, saya tidak bertanggung jawab jika terjadi error maupun kerusakan pada website anda ( use at your own risk )  Laughing

Edit file mod_mainmenu.php yg berada di root folder modules, pada line 78 tepat setelah

// Active Menu highlighting
$current_itemid = $Itemid;
if ( !$current_itemid ) {
$id = ”;
} else if ( $current_itemid == $mitem->id ) {
$id = ‘id=”active_menu’. $params->get( ‘class_sfx’ ) .’”‘;
} else if( $params->get( ‘activate_parent’ ) && isset( $open ) && in_array( $mitem->id, $open ) )  {
$id = ‘id=”active_menu’. $params->get( ‘class_sfx’ ) .’”‘;
} else {
$id = ”;
}

tambahkan line codes berikut

// special handling for Link - Urls
if ( $mitem->type == ‘url’ ) {
$parts = parse_url( $mitem->link );
parse_str( $parts['query'], $parts1 );
$menuid = $parts1['Itemid'];

if ( $current_itemid == $menuid ) {
$id = ‘id=”active_menu’. $params->get( ‘class_sfx’ ) .‘”‘;
}
}

Namun sayangnya belum support untuk SEF.

Selamat mencoba!

Setting php.ini untuk joomla

Diarsipkan di bawah: My Day — by Esa @ 17:26:20

Variable global sebenarnya diperlukan untuk mempermudah pemrograman dimana kita dapat menggunakan variabel tersebut di setiap halaman web dengan menggunakan script php. Tetapi untuk masalah keamanan memang sebaiknya kita memprogram dengan lebih sulit (he he he .. ) dengan menggunakan teknik oop dimana kita bisa mengambil variable tersebut dengan melalui class-class yang dapat dipakai secara private, bukan public. Untuk menghindari pencurian data kita akan melakukan setting di file php.ini

berikut adalah beberapa variabel yang harus di setting
allow_url_fopen = OFF
disable_functions = show_source, system, shell_exec, passthru, exec, phpinfo, popen, proc_open
register_globals = Off.

setelah merubah variable ini lakukan restart web server(apache).

silakan dicoba.

Nanang Rustianto

Halaman Berikutnya »

Di dukung oleh WordPress.com