Memilih Tontonan

Hari ketujuhbelas. Memiliki anak-anak extrovert butuh kesabaran ekstra dalam “terus mengingatkan”. Kenapa? Sebab mereka mudah diberitahu tapi juga mudah terpengaruh. Sehingga fungsi sebagai orang tua bukan menjejalkan tapi mengingatkan tanpa bosan. Tanpa kalimat “Kan sudah ummi peringatkan berulang kali” atau “Kan sudah ummi kasih tau berkali-kali” Baca lebih lanjut

Mengkomunikasikan Agenda

Hari keenambelas. Menjelang 2 hari terakhir. Alhamdulillah hari keenambelas belajar lagi mengkomunikasikan agenda.

Berhati-hati mengkomunikasikan agenda karena hal ini bisa berakibat Danisy mogok sekolah. Kenapa? Dia ingin turut serta biasanya. Mungkin karena sejak PAUD terbiasa diajak kemana-mana bahkan untuk urusan ngetes apalagi tahu akan ke rumah mama. Baca lebih lanjut

Kunjungan Guru

Hari kelimabelas. Hari ini adalah jadwal kunjungan guru alias home visit dari sekolahnya Danisy. Pagi jadwal berenang sehingga mungkin kelelahan makanya pulang sekolah ga makan dulu dan ga banyak ngobrol.

“Aa mau makan?” dia menggeleng. “Wadah bekas makan, baju renang udah dikeluarin?” dia bergegas mengeluarkan kedua benda tersebut dari tas. Saat selesai shalat, dia sudah terlelap di kamar.

Baca lebih lanjut

Menurunkan Tone Suara

Hari keempat belas. Ujian terbesar yang berlaku sejak hari pertama: turunkan tone suara. Heuheu.

Jadwal belajar pekanan kali ini rempong. Suami yang biasanya bisa bantu menangani urusan jemput menjemput, kali ini harus ke proyek. Alhasil, setelah Azam pulang beliau drop Azam ke lokasi saya belajar.

Baca lebih lanjut

Nasihat Melalui Cerita

Hari ketigabelas. Ada beberapa hal yang menarik dari komunikasi yang terbangun di rumah. Alhamdulillah.

Menurunkan nada ke standar memang tidak mudah. Tapi bukan hal mustahil.

Baca lebih lanjut