Mengenal Syahadat – Hari 17 Level 5

Hari ketujuhbelas. Tonggak bersejarah karena ummi akhirnya berhasil menaklukkan tantangan untuk Istiqamah mempraktekkan dan mencatatkan 💪😍

Alhamdulillah..

Di setoran terakhir ini, kami mulai membuka kembali Buku Pintar Iman dan Islam. Buku ini isinya bagus. Hanya sepertinya memang tidak semenarik Little Abid yang boardbook dan dominan gambar dibanding teks, atau sebagian komik, sebagian penjelasan seperti buku-buku Rumah Pensil. Tapi alhamdulillah anak-anak hatinya dicondongkan untuk memilih buku tentang syahadat. Judul yang sejak lama saya ingin coba bacakan.

Istiqamah membaca, ditambah aktivitas menempel daun (yang daunnya mereka pilih sendiri) menjadi sebuah keseruan tertentu yang membuat anak-anak makin semangat baca buku dan akhirnya mulai melirik buku-buku di rak yang lama tak tersentuh.

Meskipun pemilihan judul bukunya tidak direncanakan di awal sebagaimana disarankan di tantangan level 5, akan tetapi spontanitas ini menyenangkan untuk mengajak anak mengeksplorasi berbagai judul buku yang ada di rak.

Menakjubkannya lagi, Danisy terutama, mulai sering larut membaca buku sendiri. Ia biasanya pilih yang bentuknya komik, dominan gambar atau yang sedikit isinya (buku tipis).

Alhamdulillah alhamdulillah. Ummi masih harus banyak belajar. Semoga kesukaan anak pada buku membawa mereka pada kesukaan terhadap ilmu dan takzim pada para penyampai ilmu. Aamiin.
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

Binatang Dalam Alquran – Hari 16 Level 5

Saat ummi minta Azam bawa tas ummi ke kamar, Danisy membuka tas yang ternyata di dalamnya ada buku. Ia mengambil satu diantara buku tersebut lalu mojok baca sendiri soal sapi betina dan Bani Israil. Tas ini memang ada stok buku baik buku bacaan maupun buku tulis buat membantu mengalihkan Hasna saat dibawa keliling dan mulai bosan. Buku tipis dan full color untuk bacaan, kertas dan pulpen untuk Hasna menggambar (alias corat coret).

Sebelumnya Danisy baca cerita pendek putri duyung di belakang buku tulis yang dibelikan abi untuk Hasna saat diminta babysitting akhir tahun lalu di Jogja. Heuheu. Baru ngeh juga di belakangnya ada cerita.

Usai baca buku tentang Sapi Bani Israil ini, Danisy bertanya kenapa nyembah sapi? Kan ga boleh? Masuklah diskusi dengan pembahasan tafsir alfatihah yang qadarullah bersamaan juga dengan BBO Danisy dan materi TSL bertema al-‘amalu bih. Membahas kata Almaghdhubi ‘alaihim dan kata waladhdhallin. Sehingga kami sama-sama belajar tentang pentingnya berilmu sebelum beramal dan mengamalkan apa yang kita sudah miliki ilmunya.

Setelah itu Danisy menyodorkan buku Burung dan Paus. Tapi lalu beralih jadi “bukunya Azam”. Ia mendengar dengan seksama cerita tentang burung dan nabi Ibrahim. Di buku berisi 2 cerita, satu lagi tentang Paus dan Nabi Yunus. Azam bertanya kok pausnya ga dibaca? Jawaban ummi sederhana: soalnya ini giliran Hasna dan ummi mulai mengantuk 😂

Hasna baca Little Abid, Learn About Time.

Ummi hari ini ga baca buku. Tapi baca studi kasus CoC berikut diskusinya di FGD. Hahahaa.. Masih Training bu.

Gurun – Hari 15 Level 5

Hari ini tema buku yang dibaca tentang Gurun. Dari mulai apa itu gurun, biasanya dimana saja dan kenapa bisa ada gurun. Belum lagi binatang di gurun, bagaimana mereka hidup dan kenapa gurun bisa bertambah luas plus kok di gurun tidak ada tanaman?

Membacakan buku untuk anak, apalagi sifatnya non fiksi itu seperti kita juga sedang belajar. Plus memperkenalkan dunia yang beragam pada anak. Lalu bersama-sama terkagum-kagum tentang ciptaan Allah yang juga beriringan dengan materi harian TSL bertema Ma’rifatullah: merenungkan ayat kauniyah.

Bacaan buku ON ummi sisa sub bab terakhir tentang bagaimana mensinergikan kolaborasi dari lingkaran terdekat: keluarga. Hanya saja sedang tergoda untuk membaca buku Rumahku Madrasah Pertamaku. Belajar Parenting itu sesungguhnya belajar untuk meningkatkan kapasitas diri. Mungkin ini yang dimaksud dengan “menjaga fitrah anak = menjaga fitrah keayahbundaan” ya. Sampai-sampai setiap kali selesai ngisi mengenai Parenting, semakin menemukan bahwa kita mesti menemani tumbuh kembang anak dengan self awareness dan upgrade diri.

Akang masih fokus baca modul Solver-nya dan menyelesaikan amanah gambar desain 😁

Semakin kita terbiasa mencontohkan tentang membaca, semakin anak suka pada buku, dan semakin anak suka dengan ilmu. MaSyaAllah. Tabarakallah..
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

Manusia dan Bumi – Hari 14 Level 5

Berapa banyak sih manusia yang menghuni dunia? Laut itu milik negara mana ya? Samudera dan laut, emang beda?

Hari keempat belas, 3 bab diselesaikan. Hanya segitu karena umminya udah ga kuat ingin segera rehat 😅

Baca buku dengan diskusi ala anak 8 dan 5 tahun kadang tak mudah diprediksi. Tiba-tiba ada obrolan pembatas laut yang tak terlihat saat membaca batasan laut negara tertentu, lalu muncul bahasan the dark age, muncul juga bahasan matematika: kalo 499 juta berarti kurang 1 orang ya biar jadi 500 😂

Yah, namanya juga bacain ke anak-anak. Jangan disamakan dengan orang dewasa. Rasa ingin tahu, penasaran, kepolosan, dan lontaran pertanyaan unik siap diterima. Sehingga kadang membacakan 1 bab saja bisa lebih lama diskusinya. Tapi itu yang saya iri dari anak-anak. Rasa ingin tahu membawa pada pertanyaan dan wawasan yang lebih luas. Udah gede gini malah buat nanya aja susah ya 😁
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

Menyelesaikan Buku dan Bermain Kartu – Hari 13 Level 5

Hari ini Danisy menyodorkan buku Ekologi. Pembacaan buku dibagi 2 sesi, sesi bada ashar dan sesi bada maghrib yang berubah jadi sesi menjelang tidur. Beberapa bab dilewat karena menurut Danisy itu sudah ia baca sendiri. Beres sudah buku

Azam menemani Hasna mengenal jauh-dekat, panas-dingin, bising-senyap dan semacamnya. Kebalikan gitu.

Sore kami sempat main kartu dari buku Balita Berakhlak Mulia. Tebak gambar dan cerita. Meski ini bukan baca buku, tapi seru saat saya memperlihatkan kartu berisi gambar lalu masing-masing menebak dan menceritakan isi gambar serta menebak akhlak baik apa di kejadian tersebut.

Yang pertama dijawab sesuai imajinasi mereka terhadap gambar. Lalu ummi bacakan teks di belakang gambar (yang menghadap ke ummi teksnya, sementara gambar menghadap ke 3 anak) dan meminta mereka menebak hal baik apa tindakan di cerita.

Di permainan ini, asas “Apresiasi lalu arahkan” berguna juga. Misal ketika ada momen dimana kartunya bercerita tentang Gagah yang minta maaf pada seorang bapak karena bola yang dimainkan masuk ke rumah sang bapak dan merusak jendelanya, Azam menjawab “jujur” sementara Danisy menjawab “tanggung jawab” sekaligus mencari kartu yang berisikan kata tanggung jawab itu, maka yang ummi pertama lakukan adalah mengapresiasi mereka. Jawaban yang benar adalah jawaban Danisy jika berdasar kartu. Tapi jawaban Azam pun tidak salah. Namanya juga ilmu sosial ya kan. “Betul, Gagah jujur mau mengakui kesalahan. Nah, mau jujur mengakui kesalahan itu adalah tindakan yang bertanggung jawab. Kalian kereeeenn”

Bagian ini bagi saya masuk di fase bercerita. Mereka tidak hanya mendengar tapi juga berani menceritakan kira-kira apa sih gambar ini maksudnya. Lalu menceritakan hal baik apa yang terkandung di kartu tersebut. Alhamdulillah, tabarakallah ^_^

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst