Pertolongan Allah itu Unpredictable

Ketika bertekad untuk tetap masak di ramadhan ini (dan dengan idealisme mesti ada menu sayur di dalamnya), Allah takdirkan dapat amanah mendampingi peserta sanlat dan tentu saja tetap ada jadwal KBM di tempat berkhidmat. Sempat coba merencanakan dengan semaksimal mungkin sebelum Ramadhan tiba tapi di hari pertama shaum, rupanya fisik masih penyesuaian. Lemes banget. Alhasil hanya sanggup masak untuk sahur dan buka. Tak sempat ber-food-prep ria untuk yang berikutnya.

Hari pertama sanlat, alhamdulillah kondisi fisik aman tapi akhirnya mengalami kebingungan karena nyatanya food prep belum bisa bener-bener jalan akibat kondisi fisik yang perlu rehat juga setelah agenda itu. Alhamdulillah sempat masak dulu meski hanya satu jenis, dan lauk pendamping akhirnya beli qadarullah.


Tapi pertolongan Allah itu luar biasa. Unpredictable. Teringat materi di buku Muslim Produktif, bab Produktivitas Ramadhan, hal-hal yang sekira menguras tenaga paling besar disimpan di awal hari. Bagi saya, yang menguras tenaga bukan hanya yang sifatnya fisik tapi juga pikiran dan emosi. Heuheu. Jadi yang sekira menguras pikiran lumayan kayak perlu mikir banget, dilaksanakan di pagi hari. Saat masih fresh.

Ketika keputusan KBM ditetapkan dimana kelas yang saya ampu bergeser jadi selesai jam 10 sementara pertemuan guru jadi bada zuhur, di hari pertama KBM terpikirlah untuk pulang dulu di sela-sela waktu itu. Tadinya cuma mau rehat karena lemes banget. Setelah ditimbang-timbang lagi, waktu jedanya bisa dipake untuk: rehat lalu masak buat buka nanti. Plus bisa digunakan untuk Hasna makan siang dulu dan beberapa keperluan Hasna lainnya seperti bersih-bersih atau jajan (beli bekal untuk cemilan saat pertemuan guru).

Alhamdulillah..


Dari kejadian ini, lagi-lagi terasa diingatkan bahwa kita tak bisa apa-apa tanpa pertolongan Allah. Mirip seperti materi yang disampaikan di kelas bahwa segala daya upaya dan tenaga itu datangnya dari Allah. Bukan karena kita hebat karena toh merencanakan hanya bagian dari ikhtiar yang perlu dibarengi tawakal. Merencanakan sebaik apapun kalau Allah tidak memberikan kekuatan dan tenaga untuk melaksanakannya, tak akan pernah bisa mewujud nyata.

Maka mintalah pada Allah pertolongan dalam setiap keadaan. Entah amanah peran maupun dalam urusan pernikahan dan pengasuhan (pendidikan).

Kadang luput meminta pertolongan Allah sehingga perlu disentil dengan tidak berjalannya rencana sesuai harapan. Diingatkan kembali bahwa rencana manusia hanyalah bagian dari usaha, bukan penentu keberhasilan. Maka rencanakan sebaik-baiknya, mintakan pertolongan Allah dan serahkan hasilnya.

Wallahu a’lam.

Ya Allah, alhamdulillah, terima kasih atas pertolongan-Mu. Mampukan kami menjalankan dengan baik peran-peran yang Engkau amanahkan. Mampukan kami, para perempuan ini, menjadi hamba, khalifah, Istri, ibu, Anak, guru dan saudara yang lembut nan sholihah. Aamiin.

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s