Bersiap Menapaki Dunia yang Lebih Indah

Bismillah..

Lama tak post disini. Teman-teman mungkin mengikuti jenjang perkuliahan saya di Institut Ibu Profesional yang tercatat disini. Qadarullah di jenjang Bunda Cekatan saya lebih memilih untuk menuliskan di doc dan diunggah ke google drive. Entahlah, saya merasa ini lebih pribadi. Selain juga karena sedang cukup kesulitan akses blog.

Perjalanan sejak kelas foundation, lanjut kelas matrikulasi, mengalami jadi fasil di kelas matrix dan lanjut kelas Bunda Sayang, masih banyak meraba. Meresapi ke dalam kehidupan seutuhnya.

Barulah puzzle yang terserak selama 3 kelas sebelumnya, terkumpul dengan sangat indah di kelas Bunda Cekatan. Ini bukan sekadar obsesi belajar tapi karena ingin tahu seperti apa tahapannya. Dan alhamdulillah menjadi salah satu titik ubah saya.

Alhamdulillah lulus kelas Buncek!

Fase Telur

Benar-benar proses dari telur yang tadinya tak mampu berbuat apa-apa dan sepenuhnya mengandalkan apa yang dimiliki, lalu memasuki fase ulat dimana gerak sudah lebih bebas. Dan menjadi “bentuk yang baru”.

Fase Ulat

Di fase ulat kita sudah mulai melirik dunia luar. Makanan yang dapat dinikmati menjadi lebih beragam. Tapi riskan juga karena terlalu beragam, jadi segala dimakan.

Menetas dari telur jadi ulat

Akan tetapi di jenjang ini memang kita masihlah “buruk rupa” bagi sebagian besar orang. Bahkan menjijikkan.

Tak sedikit yang menganggap bahwa ulat adalah hama dan perusak. Mungkin dalam hidup kita pun demikian. Saat memasuki fase ulat, kita dianggap sebagai perusak. Maka janganlah berhenti sampai disini saat melatih diri.

Fase Kepompong

Pengembangan diri berbicara tentang perbaikan diri yang berkesinambungan. Terus menerus.

Memaksimalkan potensi yang Allah beri. Memanfaatkan semua sumber daya yang Ia titipkan (baik berupa “warisan” maupun yang kita upayakan).

Di fase kepompong kita mulai merenungkan. Melihat ke dalam diri, mana yang betul-betul dibutuhkan. Di fase ini bahkan kita harus rela “meleburkan diri”, “melelehkan ego” hingga akhirnya kelak dapat menjadi sesosok pribadi baru yang kelak dapat terbang secara leluasa, memilih hanya asupan yang bergizi yang dibutuhkan dan menjadi pribadi bermanfaat untuk masyarakat.

Persiapan fase kepompong menuju fase kupu

Setidaknya bermanfaat untuk bunga-bunga yang terbantu penyerbukannya akibat kita yang terbang dari satu bunga ke bunga yang lain.

Di fase ini kita belajar diam. Tapi sesungguhnya tetap berproses. Berproses menjadi pribadi yang lebih baik. Menerapkan kebiasaan-kebiasaan baru yang semoga menjadi karakter nantinya.

Fase Kupu-kupu

Tak perlu tergesa untuk keluar dari kepompong. Pastikan diri sudah benar-benar siap untuk keluar dari fase merenung ini. Pastikan kita benar-benar tahu “apa yang ku mau“. Dan apa yang dibutuhkan.

Alhamdulillah berhasil melewati tantangan 30 hari tanpa jeda

Akan terbang di taman bunga yang mana? Mereguk sari bunga dan air yang mana? Menguatkan sayap dengan cara seperti apa?

Perjalanan menjadi kupu yang tangguh tentu masih panjang. Tapi perjalanan ini tak boleh berhenti. Maka teruslah menebar manfaat. Meski hanya satu-dua bunga yang merasakan manfaatnya. Meski manusia terkadang tak melihat kebaikannya.

Tetaplah terbang. Tetaplah menebar kebaikan.

Beragam warna rasa yang hadir di jiwa

Ku Bertahan

Di tengah tantangan yang berganti-ganti, mindset yang sempat salah, dan berbagai hal lainnya yang menghampiri, mencoba terus bertahan selain karena diampu langsung oleh Bu Septi, saya juga sedang menguatkan diri untuk tak kalah di tengah jalan.

Sebab saya pernah memutuskan untuk berhenti. Dan hampir sulit untuk memulai kembali.

Maka saya khawatir jika saya berhenti kali ini, akan berat untuk memulai kembali.

Kemudian melirik apa yang sudah dibuat sejauh perjalanan ini, sungguh membantu saya untuk menapaki jalan kecil yang ditetapkan untuk sampai di tujuan.

Sebab saya akui, ketika ingin mundur karena saya merasa malu, minder atau merasa ga sanggup. Sebab fase dan tantangan itu berbenturan dengan kekurangan saya yang selama ini lebih saya pilih untuk hindari daripada hadapi.

Dan benar saja, ketika akhirnya saya menantang diri untuk menghadapi rasa takut itu, ternyata everything is okay. Malah ketemu buddy yang masih kontak sampai sekarang, bertemu mentor dan mentee yang luar biasa. Dan tentu saja mendapatkan pelajaran yang mungkin takkan saya dapat di tempat lain.

Behind The Scene Video

My Part

Saat mendengarkan video ibu, membaca brainstorming di grup, terbayang mau apa aja. Giliran ketok palu, oke kita cari berbagai sumber pendukung.

Minta bantuan suami untuk shoot. Qadarullah agenda saya dan suami bentrok terus. Waktu terus bergulir.

Ternyata di luar dugaan, acara keluarga membuat saya mesti menginap di rumah mama. Sementara pengumpulan tugas terakhir malam itu.

Amunisi semua ada di rumah. Rencana awal gagal sudah.

Alhasil shooting malem-malem di rumah adek. Dibantu adek ipar.

Pake bekgron gorden yang setelah jadi video gabungan, baru kepikir kayaknya bagusan kalo bekgronna polos. Haha. Tapi yasud. Ga sempet edit-edit lagi karena lanjut raker selanjutnya. Maklum menjelang KBM Tahun Ajaran baru.

My Team at 3rd Part

Saat ketok palu, saya buatkan grup untuk koordinasi yang bagian 3 sekaligus ya saling menginspirasi. Alhamdulillah jadi ketauan siapa aja yang belum upload. Ada yang kesulitan upload ke drive, ada juga yang memang bentrok dengan agenda MPLS anak, jadi belum buat. Dll.

Seru!

All HIMA Team

Giliran ini nih deg-degan. Masalahnya hampir sama dengan tim Part3. Sempat baca cerita Teh Wilda proses behind the scene dan perjuangan beliau. Masyaallah.

Alhamdulillah akhirnya selesai sudah. Pas cek, eehh video saya kemana? Ternyata tertukar. Eeehh ada juga yang hilang fotonya. Dll.

Kebayang perjuangan editornya. 95 orang gitu lho. Makanya ga mau terlalu gimana-gimana juga. Cuma bilang aja kalo video tertukar.

Eh ternyata diedit lagi dongs. Warbiyaza Teh Wilda.

Big thanks to Mba Litha, Teh Al dan Teh Wil. Jazakumullah khairan atas kerja keras dan videonya.

Dan tentu saja terima kasih tim IIP ^_^

Selebrasi Daring

Playlist selebrasi IIP semua regional. Hima Bandung ada di urutan 23. Bisa langsung klik di bagian atas, kedua dari kanan daftar judulnya.

Entah kenapa saat saya embed kode punya Hima Bandung, tetap ini yang muncul. Gapapa lah ya.

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s