Mulai! – Hari Pertama Level 8

Alhamdulillah, setelah draft sebelumnya dibatalkan, akhirnya nulis juga 😂

Saat pertama kali dapet materinya, langsung diskusi sama anak-anak. Membicarakan kecocokan dengan apa yang sedang Ummi rencanakan.

Meski sempat tertahan karena izin akang yang perlu memastikan semua sesuai tracknya, alhamdulillah akhirnya dapat Acc dan berencana evaluasi bareng.

Pencatatan manual juga akan Ummi lakukan sebab pencatatan di laptop yang biasa dilakukan sebelumnya, untuk saat ini tidak memungkinkan mengingat laptop rusak.

Tapi seandai ada teman2 yang butuh excel sederhana untuk mencatat keuangan keluarga, saya sempat membuat mentahannya dan bisa diunduh disini.

Bagaimana dengan anak-anak? Penanaman rezeki itu dari Allah, abi kerja untuk memenuhi perintah Allah dan berikhtiar menjemput rezeki dari Allah, bahwa uang yang Ummi beri itu dari abi (agar izzah abi juga terjaga di mata anak-anak) dan apa-apa yang dari abi itu sumber utamanya dari Allah. Maka disambung lagi, kalo mau apa-apa, “udah doa belum? Udah minta sama Allah belum?”

Alhamdulillah Danisy Azam mempan. Hasna? Masih pengenalan, semua dari Allah 😁

Kompro Fampro

Berdiskusi dengan semua elemen keluarga, karena Aa mulai mencatat sementara Azam juga ingin samaan, maka Ummi menyediakan 2 buku terpisah.

Saat Azam mulai mengeluh, “Mi, mas pengen jajan kayak yang dibeli Aa tapi uang mas sisa 500 lagi, eh 200 lagi” Ummi bantu ingatkan untuk doa dulu. Sedang Aa, dia mulai paham menuliskan total uang yang dikeluarkan dan tersisa.

Sementara untuk beberapa hari ini fokus pada penguatan pemahaman konsep uang, rezeki dan mencatatkannya. Nanti akan mulai pada manajemen mini-budget terutama untuk Danisy.

Evaluasi dan Penguatan dari Abi

Saat evaluasi catatan keuangan, abi komentar “Mas, jajannya banyak banget?”

“Hari ini udah 6.500 sehari?” Tanya abi. “Banyak banget” lalu ngobrol tentang mesti bagaimana sebaiknya, darimana uangnya dan apakah sudah bersedekah?

Sedang Danisy, ia mencatat isi dompet (yang sebenernya adalah celengan kotak yang ga bisa dikunci. Haha). Pas dihitung, uangnya dalam kondisi sudah dipake jajan. Jadi belajar berhitung kira-kira saldo awalnya berapa.

Menjelang maghrib, Danisy tiba-tiba laporan, “Mi, tadi kan Aa jajan. Udah Aa tulis” sambil bawa bukunya.

Asli, Ummi takjub. Beneran dia catat dan paham instruksi Ummi meskipun ada bagian yang kurang tepat.

Semoga Istiqomah nyatet ya. Ummi suka lupa ngingetin soalnya.

Pencatatan Keuangan Keluarga

Kami belum membagikan pos-pos keuangan. Salah satu yang kami targetkan saat ini adalah Istiqomah mencatat. Mengecek kemana saja dan darimana uangnya. Agar lebih mudah melakukan tracing.

Alhamdulillah sudah terbiasa. Tinggal memperbaiki pelaporan.

Nah, berhubung laptop rusak akhirnya kembali menggunakan aplikasi pencatatan keuangan yang di dalamnya ternyata ada fitur pie chart untuk melihat persentase pengeluaran dan pemasukan.

Aplikasi ini cocok jika hanya ada “1 dompet” sedangkan bagi yang juga harus mencatat “3 dompet” agak kesulitan. Tak apa, yang penting ke-trace uang rumah. Uang bisnis dan usaha biar dicatat manual saja di buku debet-kredit 😁

Segitu dulu keknya laporan hari pertama. Alhamdulillah..

5 thoughts on “Mulai! – Hari Pertama Level 8

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s