Anak Meniru

Hai hai hai.. alhamdulillah ketemu lagi kita. Pas banget di tanggal cantik 9-9-18. Di beberapa marketplace ada diskon gede-gedean karena angka cantik ini lho!

Jadi refleksi, mereka bisnis aja diniatin bener ya, ampe tanggal pun diperhatiin jadi momen spesial. Masa kita bisnis sama Allah angot-angotan alias ga serius banget ngurusinnya. Padahal kan bisa buat bekel di hari nanti ya.

Niat dan Tapak

Berbicara tentang niat, sejak mencoba praktek kompro hari pertama, perlu banget memang meniatkan untuk mempraktekkannya. Terasa beda dari segi mencoba memahami materi dan menerapkan semaksimal mungkin, semampunya.

Ini jadi catatan hari keempat. Tanpa disengaja, kita diarahkan untuk mencoba menerapkan satu poin per hari. Subhanallah ya. Jadi ujiannya beda-beda tiap hari meskipun selalu ada irisan.

Kali ini saya takjub dengan Danisy. MasyaAllah, pagi hari ummi sedang disibukkan dengan 2 deadline yang harus disetor sebab seharian akan berada di luar rumah. Biar tenang gitu ceritanya.

Usai bangun shubuh, saya meminta Azam mandi karena pipis di kasur. Titip Aa untuk bantu mengkoordinir. Hihi. Di kamar saat tengah mengerjakan tugas, terdengar ucapan Danisy “sudah bawa handuk?” lalu berjeda. Mungkin Azam menjawab. “Bajunya cuci. Sini sama Aa diajarin” setelah terdengar suara mesin cuci, terdengar lagi “Wudhu terus shalat”.

Takjub karena dari kalimat-kalimat yang dia ucapkan, kok jadi terstruktur banget ya. Dan kok dia jadi kayak emak-emak #eh hahahaa. Maksudnya, dia meniru sekali gaya komunikasi saya ke dia sejak mencoba kompro.

Tidak Fokus

Meskipun ya tetap ada kejadian dimana Danisy ga fokus. Karena ada yang menarik untuk dimainkan dan teralihkan karena diajak ngobrol Azam. Lalu ummi nitip Hasna. Ya kirain udah shalat.

Tapi meski begitu, saat ditanya “Aa udah shalat?” dia menggeleng kepala. “Dede disini aja dulu” ujar saya dengan nada tanpa oktav. Lalu dia ngeloyor wudhu.

“Mi, udah (shalatnya). Aa ajak Hasna keluar ya” dia kembali beberapa saat kemudian dengan wajah ceria.

“Oke. Nanti siapkan untuk pergi ya. Disana ada kolam buat main air”

“Wah iya? Berarti bawa baju renang, baju ganti sama handuk ya?” seneng dong ummi dia berbicara seperti itu. Kenyataannya? Dia bawa Hasna setelah itu lupa. Heuheuheu.

“Aa, Mas, udah disiapin buat pergi?” saat terdengar mereka asyik ngobrol. Ih hari keempat dua-duanya lagi seneng banget ngobrol. Gusti. Dan itu mengalihkan mereka dari jadwal sarapan, persiapan keberangkatan, dll. Bahkan Hasna jadi dicuekin.

“Aa, nitip dulu dede punten” ga ada jawaban. Masih asyik ngobrol.

“Ummi mau berangkat sebentar lagi lho. Jadi ikut?”

“Jadi” jawab mereka serempak

“Nitip dede dulu atuh. Ummi mau kirim tugasnya.”

“Boleh sambil nonton” coba tawar menawar

“Boleh. 1 film. Dan jaga Dede”

“Iya”

Hikmah Hari Keempat Praktek Komunikasi Produktif

Wah.. asli hari keempat yang paling bikin takjub ya cara Danisy meniru kalimat jadi lebih terstruktur dan keep it short n simple. Jadi kalau saya bilang, selalu ada daya jalar. Kebaikan maupun keburukan akan selalu ada efek meluasnya.

Ketika kita menyiapkan dengan baik, pekerjaan pun menjadi lebih ringan. Dengan anak-anak menyiapkan baju renang, baju cucian tidak terlalu banyak dan tidak berat saat dalam kondisi basah. Bermain air pun jadi lebih nyaman serta mudah untuk gantinya.

Anak bisa salah mendengar, tapi tidak akan pernah salah meniru. Maka kejadian kali ini semakin membuat saya makin semangat mengaplikasikan kompro. Semoga senantiasa dituntun Allah dan dimudahkan mengamalkan ilmu. Aamiin.

#Hari4

#GameLevel1

#Tantangan10Hari

#KomunikasiProduktif

#KuliahBundaSayang

#InstitutIbuProfesional

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s