Menulis Bagi Saya Itu..

Sudah beberapa hari disodori rekaman video taushiyah dari pak Farid Poniman. “Ayo tulis, de. Kan lumayan kalo dapet tes gratis. Bisa buat mamah, bapak ataau adik ade” kata suami menyemangati. “Ade kan seneng nulis” tambahnya.

Sayangnya lagi ga bisa fokus pegang laptop dan dikejar deadline lain. Fyuuhh.. resensi buku pun belum bisa dibuat karena bukunya sendiri belum selesai dibaca.

Gara-gara kalimat penyemangat dari suami itu pula saya malah jadi kepikiran, benarkah saya senang menulis? Ya, saya memang senang menulis tapi sepertinya belum pandai menulis. Apa yang saya tuliskan masih sekadar bercerita kisah harian yang entah dibaca orang atau ngga karena terkadang bagi saya “yang penting tuliskan saja”.

Bagi saya menulis hanya sekadar membiasakan menulis dan sekadar untuk menuangkan pikiran dan rasa dalam sebuah tulisan tanpa kemasan yang dipoles kembali menjadi lebih menarik. Maka dari itu tagline blog maupun web adalah “Beranda Pikiran dan Rasa” dan “Catatan Pikiran dan Rasa”.

Tulisan saya masih seadanya, seadanya cerita dan seadanya yang di pikiran. Kurang baca sih belakangan ini memang. Heuheu..

Jika kemudian dikaitkan dengan STIFIn, mungkin teman-teman yang sudah kenal STIFIn akan dengan mudah bilang “ya kamu kan orang feeling, Moody sangat”. Iya sih. Tapi untuk Mood menulis sendiri sudah sering dilabrak. Hanya saja memang ketika mood lagi ga bagus biasanya ide tulisan juga mentok.

Belajar di kelas Mind Technology Mastery membuat saya seharusnya bisa lebih mengatur mood. Tapi ya itu, belum maksimal memanfaatkan ilmu di kelas MTM ini. Hipnosisnya aja masih belum mahir. Disney Strategy belum dilaksanakan dengan maksimal. Haha..

Masalahnya kalau banyak yang ingin dicapai justru malah semua ga tercapai. Kemarin coba fokus ke persiapan kegiatan Ramadhan si sulung karena tahun ini targetnya bisa belajar shaum dengan baik. Ternyata kendala yang ada mampu menghancurkan mood sedemikian rupa. Huwaaa..

Ditawari untuk kembali menulis di web teman, itu pun belum dicek sama sekali. Padahal tawaran ini yang sempat saya tunggu-tunggu. Kan lumayan dapet tambahan penghasilan. Hehe.

Terbitnya 2 buku rembugan seharusnya menjadi penyemangat bahwa “kamu tuh sebenarnya bisa loh menulis, Sa. Buktinya 2 tulisan kamu lolos seleksi.” Iya sih tapi.. what? Limiting belief negatif itu sa 😀

winner

Baiklah, meski beberapa kesempatan untuk “kompetisi menulis” terabaikan, semoga mulai saat ini lebih baik lagi dalam memanfaatkan tulisan untuk berbagi ^^

Jauh-jauh deh rasa minder. Semangat, Sa!

Iklan

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s