It’s Hard to be Logic

A note about logical decision and RAS.

Limiting belief. Istilah itu yang pertama kali muncul ketika saya sedang mencoba menuliskan tentang betapa sulitnya logical decision karena RAS yang seringkali hancur lebur dengan mudah.

image

Ya, entah kenapa limiting belief itu jadi istilah yang pertama kali muncul. Tentang keyakinan yang membatasi tindakan.


Entah kenapa, rasanya sulit sekali menahan amarah karena rasa sakit hati atau kecewa. Lantas kemudian menuntut agar orang lain mau memahami, yang jika dipikirkan secara sadar adalah suatu hal yang bisa dikatakan sulit -jika tidak bisa dibilang mustahil.

It’s Hard to be logic. Kira-kira itulah uneg-uneg saat ini. Benarlah adanya bahwa mengamalkan seringkali menjadi hal yang lebih sulit daripada mendapatkan ilmu itu sendiri.

RAS, Reticular Activating System. Sebuah sistem penyaring informasi yang membuat kita mampu bersikap lebih logis. Salah satu penghancur RAS adalah emotional. Ya, emosi. Entah emosi itu berupa rasa bahagia, sedih atau lainnya.

Maka ketika emosi meluap sedemikian rupa hingga membobol RAS, saat itulah kita kehilangan akal sehat. Tak lagi mampu berpikir jernih. Terkadang tak sadar akan tindakan yang dilakukan.

Ah, mengapa emosi menjadi salah satu pembobol filter sadar itu? Bukankah menjadi sedemikian sulit untuk bisa tetap waras agar tetap menghasilkan logical decision?

Bagi seorang perasa, bukankah menjadi sebuah perjuangan luar biasa untuk tetap waras? Bagi seorang yang memiliki trauma, mungkin akan lebih sulit lagi karena terkadang reaksinya tak disadari.

But hei, saya mengerti sekarang kenapa limiting belief muncul pertama kali ketika hendak menuliskan tentang logical decision. Ya, ini tentang terlalu membatasi diri. Memaklumi secara berlebihan hingga muncul kalimat “gue mah gitu orangnya” yang tidak pada tempat yang sesuai.

Fyuh.. okay. Let’s learn to be a better person. Someone who always take logical decision as a result. Handle emotional with better way..
Haha belepotan banget deh ah linggisnya.

Aisha Azkiya
-Tulisan mencatatkan kenangan-

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s