Menyesali Masa Lalu

“Coba dulu aku begini ya.. Coba dulu aku begitu ya..” Pernahkah berpikir seperti ini? Mungkin setiap orang pernah yang berpikir seperti itu, hanya saja tidak semua orang akan sama respon berikutnya terhadap pernyataan tersebut.

Pernyataan seperti itu biasanya muncul sebagai sebuah ekspresi terhadap tindakan atau kejadian di masa lalu. Seringnya, pernyataan tersebut muncul karena merasa kecewa terhadap tindakan kita di masa lalu, atau kejadian di masa lalu.

pastquote

Tapi kemudian akan ada 3 jenis respons berbeda yang muncul sebagai kelanjutan pernyataan tersebut.

  1. Ada yang melanjutkan dengan pernyataan “pasti sekarang begini. Ah bodohnya aku saat itu.” Atau “pasti sekarang begitu. Ah, kenapa sih nasibku selalu malang”.
  2. Ada juga yang melanjutkan dengan pernyataan “mungkin sekarang aku sudah begini. Tapi kalau dulu aku mengambil jalan lain, tak akan ada aku yang sekarang. Mungkin akan berbeda.”
  3. Ada juga pernyataan ketiga, bisa jadi “ah ya sudahlah. Itu kan masa lalu” dan berhenti sampai di situ..

Apakah salah? Tidak ada yang salah. Pada akhirnya bukan berhenti di pernyataannya sih, tapi lebih pada sikap kita selanjutnya bagaimana.

Dari ketiga pernyataan itu, pernyataan pertama menyesali sedemikian sehingga ia kadang tenggelam dalam masa lalu dan kehilangan fokusnya terhadap masa sekarang dan masa depan. Biasanya ini yang sering disebut anak sekarang sebagai “gagal Move on” 😀

Sementara pernyataan kedua, pernyataan menyesali yang kemudian berkaca pada masa sekarang dan mensyukuri apapun kejadian masa lalu itu. Meski sempat salah langkah tapi Alhamdulillah sekarang sudah ada di tempat dan keadaan yang lebih baik yang jika dulu langkah itu tidak diambil mungkin ia tak akan jadi dirinya yang seperti sekarang. Ia tak akan ada di kondisi saat ini.

Sedangkan pernyataan ketiga biasanya sering disebut dengan “orang lempeng” tanpa ekspresi dia menyesali masa lalu tapi juga biasa aja terhadap masa sekarang. Semuanya dibiarkan saja mengalir seperti air yang sebenarnya ga bagus juga seperti itu karena air kan mengalir ke tempat yang lebih rendah. Sedangkan air yang mengalir ke laut atau ke tempat yang lebih tinggi itu karena tujuan si air sudah jelas di masa mendatang. Orang kayak gini kayaknya sih hidupnya biasa-biasa aja dan kadang cenderung cuek. Hehe..

Tapi konteks masa lalu yang disesali, kondisi saat ini dan sikap tidak saklek seperti itu ya penilaiannya. Bisa jadi fleksibel. Yang perlu saya sampaikan sebagai hal penting dalam menyesali masa lalu adalah, mensyukuri apa yang sekarang sedang dijalani (meski sering kali berat banget) kemudian menyiapkan tujuan di masa mendatang ingin seperti apa. Catat apa yang harus diperbaiki dari sikap di masa lalu untuk dijadikan pelajaran menjalani perjalanan menuju pencapaian di masa mendatang ^_^

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s