Gerimis dan Hujan

Hujan gerimis.. Meski ia nampak kecil tapi ketika kita terus berada bersamanya, ia akan membasahi kita sedikit demi sedikit hingga akhirnya kita pun kuyup karenanya.

Hujan menghantarkan udara yang sejuk ketika ia datang. Panas yang menyengat seketika berubah menjadi hangat bahkan segar. Meski tak jarang pula kita menggigil karena dinginnya udara ketika gerimis hadir saat sebelumnya suhu tidaklah hangat.

hujanPernah lihat adegan romantis di film atau televisi? Sudah bisa dipastikan sebagian besar adegannya selalu diiringi suasana rintik hujan atau sekadar gerimis.

Ketika terkesan hujan disorot dalam gerakan lamban. Saat cipratan yang dihasilkannya bergerak dengan irama yang bernada. Itu pula mungkin mengapa hujan disebut rahmat.

Cobalah hirup udara di kala hujan. Saat kau duduk di kursi teras seraya memperhatikan jalanan.

Ketika hujan deras, dengarkanlah bagaimana irama indah yang dihasilkannya dimanapun ia jatuh. Di jalan, di sungai, di atas sebuah bangunan, di pepohonan, bahkan di helm yang kita kenakan dan di atas motor yang sedang kita kendarai.

Gemericiknya, entah kenapa, seperti diciptakan Allah dengan sedemikian rupa indahnya. Berirama nada tanpa alat musik, dan terdengar tanpa pengeras suara.

Ketika hujan mengguyur bumi, pernahkah engkau terkantuk-kantuk karenanya? Mungkin, irama dan suasana hujan berhasil membuat tubuh mengeluarkan hormon oksitosin sehingga mampu membuat kita merasa tenang, rileks dan nyaman kemudian mengantuk.

Atau entah karena cuacanya yang dingin sehingga kita lebih tertarik menarik selimut kemudian berbaring di atas kasur. Entahlah. Tapi semua orang selalu senang dengan hadirnya hujan.

doahujanJika ternyata ketika hujan hadir ia berubah menjadi sebuah ancaman, bisa jadi itu sebuah peringatan dari alam. Mungkin karena kita tidak menjaga alam dengan baik. Atau karena ulah serampangan kita pula sehingga mengubah hujan semula rahmat menjadi bencana yang ditakuti. Astagfirullahal ‘azhim. Na’udzubillah min dzalik..

 

*ditulis di Tubagus Ismail Bandung, 3 Mei sore hari dalam gerimis menanti suami..

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s