Sasaungan

Sasaungan.
Bagi anak di tatar sunda mungkin akan sangat familiar dengan istilah sasaungan ini. Sebuah kegiatan yang bagi saya pribadi merupakan kegiatan yang cukup menyenangkan.

Anak-anak membangun saung (semacam tempat berteduh, dianggap sebagai rumah-rumahan). Dulu seneng banget main sasaungan ini.

Jaman saya kecil, sasaungan begitu populer di kalangan anak-anak. Hanya berbekal sinjang (kain panjang yang sekarang seringnya digunakan sebagai jarik/gendongan), jepit jemuran/baju atau karet sebagai penahan, dan perlengkapan untuk masak-masakan. Masaknya? Olahan tanah sekitar, air, tumbuh-tumbuhan (dedaunan atau hal serupa) dan bahkan genteng yang diulek. Ya ga dimakan. Kan namanya juga mainan 😀


Anak-anak sekarang mungkin jarang yang mengenal sasaungan. Selain lahan yang tidak memungkinkan, juga karena dimanjakan dengan adanya tenda-tendaan dengan berbagai bentuk dan karakter. Tinggal buka, sudah terpasang dengan sendirinya.

Padahal dalam kegiatan sasaungan, ada kreatifitas dan imajinasi yang dibiarkan berkembang. Bagaimana caranya membuat saung yang nyaman dan “kokoh”, bagaimana “mengunci” setiap ujung kain sinjang agar tidak lepas sehingga sasaungannya tidak mudah roboh/rusak.

Suatu saat secara tidak sengaja ketika akan menjemur bed cover yang dicuci, saya membuatkan mereka sasaungan. Awalnya ga ada niatan sama sekali karena cuma mau jemur aja kok. Tapi karena kursi sedang dipake anak-anak main dekat tempat jemuran dan ga boleh digeser ya sudah, saya jemur aja dibentangkan antara kursi dan tempat jemuran sehingga terbentuk sasaungan yang membuat anak-anak malah excited –dan berikutnya jadi “ketagihan”.

Beberapa hari kemudian setelah acara sasaungan dari bed cover yang dijemur, si sulung Danisy meminta saya membuatkan sasaungan dengan bed cover lagi. Saya menolak karena kan sudah kering.

“gapapa atuh mi udah kering juga. Aa mau sasaungan lagi kayak kemaren” katanya.
“ngga ah” jawab saya
“tapi mi, ada motor abi. Kursinya jadi kehalang deh” tukas si sulung melihat motor abinya terparkir antara tempat jemuran dan kursi karena kursi memang disimpan di pinggir dekat jendela rumah.

Melihat itu, karena terus merengek dibuatkan sasaungan akhirnya kepikiran gimana kalau pake sinjang aja? 2 sinjang akan cukup dijadikan sasaungan yang lebar.

“pake sinjang aja ya, jangan pake bed cover lagi. Bisi merang” saya tawarkan solusi lain.
“boleh deh mi, Aa mau” jawabnya.

Saya kemudian memasangkan sinjang antara tempat jemuran dan motor. Ternyata kurang panjang.

“mi, kayaknya kita butuh jepit baju deh”
“Ah, ide bagus.. bisa tolong ambilkan”
Si sulung pun sigap mengambilkan jepit jemuran, diikuti adiknya yang sekadar ikut lari-lari mengejar kakaknya. Sasaungan pun sudah selesai dibangun.

Si sulung kemudian mengambil karpet dan memasangnya. Sasaungan ini juga dilengkapi dengan bantal berikut buku yang minta dibacakan. Bahkan Danisy minta nanti malem tidur di saung aja katanya. Heuheu..

image

Berikutnya ketika ingat sasaungan lagi, saya sedang mengerjakan hal lain sehingga tidak dapat memasangkan untuk mereka. Dan karena teras belum dipel saya melarang mereka sasaungan di luar.

Ternyata ini tak membuat mereka mengurungkan niat sasaungan. Mereka gunakan tempat jemuran kecil di dalam rumah, dipasangi pernel bayi dan lagi-lagi dilengkapi karpet, bantal bahkan guling. Dibuat sendiri oleh si sulung.

image

Kali keempat ingat soal sasaungan, saya memintanya membangun sendiri sasaungan di luar karena toh dia pernah membuatnya sendiri. Dan benar saja, Danisy membangun saungnya sendiri dengan menggunakan selimutnya. Rapi juga, cuma memang sedikit sempit karena selimutnya ga terlalu panjang 😀

image

Sasaungan terakhir kemarin di dalam rumah dengan sinjang dan tempat jemuran kecil. Dibuatnya sendiri.

image

Sekarang, kalau pas ga bisa keluar rumah, ada cara baru menikmati main di rumah. Sasaungan.

Alhamdulillah, rencana beli tenda sepertinya bisa dibatalkan. Anak-anak sudah ketagihan dengan kreasi sasaungan sesuai keinginan mereka dan menyesuaikan dengan lahan yang ada.

Jadi coba inget-inget lagi, mainan tradisional apa ya yang bisa diperkenalkan pada anak-anak?

Aisha Azkiya
-Tulisan mencatatkan kenangan-

4 thoughts on “Sasaungan

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s