Stop Stop

“Stop stop. Sudah. Aku sudah tahu.”
Baiklah kalau begitu. Tadinya cuma mau cerita.

image

Apa sih yang dirasakan ketika mendapatkan kalimat seperti itu ketika kita sedang berbicara dengan seseorang trus tiba-tiba disuruh berhenti padahal ceritanya belum selesai. Padahal niat kita hanya menjelaskan saja..

Sedih? Kesel? Biasa aja?


Wajar jika ada rasa sedih, kecewa atau kesel. Kalaupun merasa biasa aja, ya mungkin memang anda termasuk orang yang cuek terhadap perkataan orang.

Jika kita saja sedih atau “sakitnya tuh disini”, kebayang ga kalau anak-anak yang ada di posisi kita itu. Padahal anak lagi ada di fase ingin tahu dan serba excited terhadap sesuatu yang baru baginya (meski bagi kita hal yang mungkin biasa).

Saya sendiri baru ngeh dengan “rasa sakitnya” ketika saya ada di posisi itu. Sedang ngobrol agak serius, mencoba menjelaskan tapi trus tiba-tiba dengan sok taunya si lawan bicara “udah udah, aku udah tau. Intinya gini..”

Ga dihargai, ga didengerin 😦
Ah kali itu karena saya lagi sensi ya. Tapi kemudian teringat pada anak-anak. Apalagi dua jagoan saya masih balita dan sedang masanya serba cerita. Dengan bahasa masing-masing.

Anak-anak, ketika mereka bercerita, bergerak, semua yang dilakukannya untuk memasukkan informasi ke dalam memorinya. Apapun, positif negatif.

Kebayang ketika masa ingin tahunya tinggi, kemampuan belajarnya luar biasa, lalu kita stop karena kita tak mau direpotkan dengan segala ucapan dan pertanyaannya yang kadang terkesan nyeleneh, ada-ada aja atau bahkan ga masuk akal. Apalagi jika sedang ada tamu atau sedang “sibuk”.

Mungkin ketika itu ada anak yang ngeyel ingin tetap didengarkan, atau ada juga anak yang memilih nangis, atau ada juga yang memilih pergi melipir. Tapi ketiga macam anak itu kemungkinan besar akan memiliki perasaan yang serupa: sakit hati, sedih atau kecewa.

Efeknya bisa jadi berbeda di setiap anak, tapi ada efek negatif yang akan sepaket dengan nada kesal dari kita orang tuanya. Entah anak jadi ragu untuk berbicara dengan kita, entah anak menjadi berbalik nakal (untuk mencari perhatian) atau anak akan merasa takut menceritakan sesuatu.

Padahal ketika anak masih percaya untuk bercerita kepada orang tua, maka itu adalah sebuah bekal untuk kita mudah berkomunikasi dengan anak. Anak percaya pada orang tua dan orang tua mau menjadi pendengar yang baik bagi anak. Ikatan orang tua dan anak menjadi kuat.

Anak hanya butuh waktu sebentar saja untuk didengarkan. Ketika ada tamu, anda bisa pamit sejenak untuk menjawab pertanyaan anak. Atau ajak tamu kita bersama-sama mendengarkan cerita anak. Anak pasti lebih excited karena ia akan menganggap “ayah/ibu peduli padaku, ia bangga padaku. Buktinya, ia ajak tamunya mendengarkan ceritaku”.

Tebak apa yang dirasakan tamu anda? Mungkin ada yang kesal, tapi bagi sebagian besar orang justru akan membuat mereka terkagum pada betapa anda menghargai anak anda. Jika orang terdekat anda saja begitu anda hargai, anda pasti akan sangat menghargainya, begitu mungkin pikir tamu anda. Sementara bagi tamu yang kesal dengan keputusan anda, mungkin anda perlu menjelaskan sejenak setelah anak selesai bercerita. Semoga kelak itu justru akan mengubah sikapnya.

Meski ada tips trik sendiri agar anak bersedia paham bahwa anda sedang tidak ingin diganggu atau ketika anda dan tamu anda butuh waktu yang khusus. Tapi dengan terbiasa mendengarkan anak, InSyaAllah anak akan mudah mengerti ketika kita bilang “ummi dengarkan ceritanya setelah tamu ummi pulang ya. Biar Aa bisa puas ceritanya.” -Meski sesekali ia tetap merajuk dan memaksa untuk bercerita atau bertanya 😀

Maka, sekarang yuk belajar menahan diri untuk mengatakan “stop” atas keingintahuan anak. Agar rasa ingin tahunya terus berkembang.

Karena anak akan tumbuh hebat jika ia diberi ruang. Bukan dibiarkan lepas tanpa batas, dan bukan yang dikurung dalam kandang dengan sekat tak jelas.

Aisha Azkiya
-Tulisan mencatatkan kenangan-

Iklan

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s