Sulung Kebanggaanku

Usianya baru 4 tahun 4 hulan tgl 17 bulan ini. Namanya Danisy, artinya cerdas. Ia tumbuh cerdas seperti harapan yang kami sematkan pada namanya.

image

Semenjak kecil ia membawa banyak kebahagiaan. Meski ketika ia beranjak besar, ada juga tingkah menjengkelkan yang tak jarang membuat saya marah.

Ia begitu menyayangi adiknya semenjak adiknya masih dalam kandungan hingga saat ini dengan semua keisengan adiknya. Saking sayangnya, ia sering nampak kalah dibanding adiknya.


Pagi ini ketika tengah mencuci piring, ada insiden tangan sy tergores gelas yang pecah. Darah mengucur terus menerus. Kebetulan saat kejadian itu, anak-anak sedang melihat saya mencuci piring setelah sebelumnya main di luar. Dan si sulung sebenarnya sempat menawarkan membantu sebelum tangan sy terluka. Hanya saja melihat adiknya ikut, sepertinya akan ada yang ikut-ikutan main air.

Melihat darah yang terus keluar sy terus mengalirkan air ke lukanya. Si sulung keheranan “kok tangan ummi tiba-tiba sakit?” Kena gelas, jawab sy. Lalu meminta ia mengambilkan strong acid yg ternyata ia belum tau. Sy minta ia ambilkan tissue. Setelah bolak-balik mencari dan ga ada, sy minta ia cb cari di meja kerja abinya. “Ketemu, mi. Ini” jawabnya dari ruang tengah menuju tempat sy cuci piring. Saya pun melanjutkan mencuci dengan satu tangan.
“Kok nyucinya sebelah aja Mi?”
“Tangan ummi masih perih. Khawatir berdarah lagi”
Ia tertegun mendengar jawaban sy sambil terus melihat saya mencuci dengan satu tangan. Alhamdulillah tinggal sedikit lagi.

“Perban bekas dede ketinggalan di ambu” ucap saya ketika tib-tiba teringat peralatan bekas luka Azam beberapa waktu lalu, sepertinya tertinggal di mamah.
“Ada kok mi. Tadi Aa lihat. Di keresek item”
“Oiya? Berarti sm ambu dimasukin pas kemarin kita pulang. Aa bisa bantu ummi? Ini tinggal sedikit lagi tolong cuciin ya” memanfaatkan kesempatan tawaran membantu yang sebelumnya saya tolak. Ia pun sigap mengambil spons dan wadah yang tadi saya sodorkan. Untunglah sudah ditata sebelumnya dan cuma tinggal sendok garpu.

Sampai tulisan ini dibuat, ia masih menyelesaikan cuciannya. Sempat bilang “banyak banget mi, Aa capek”
“Ya udah atuh sini sama ummi lagi” ia tak menjawab malah melanjutkan mencuci.

Ah, sayang. Terima kasih selalu sabar ngadepin ummi. Terima kasih sudah banyak membantu ummi. Terima kasih untuk semua kebahagiaan yang engkau menjadi perantara hadirnya dalam hidup ummi. Alhamdulillah. Barakallah fik, Danisy. Semoga kelak engkau mampu menjadi imam yang baik, ayah dan suami terhebat. Lelaki yang bertanggungjawab dan senantiasa ada di jalan Allah. Aamiin.

Ummi bangga sama Aa. Ummi akan selalu bangga terhadap Aa. Dan semoga Allah selalu ridho dan bangga pada Aa.

Uhibbuka fillaah..

*foto diambil secara sembunyi-sembunyi.. Jazaakallaahu khair, anakku..

Aisha Azkiya
-Tulisan mencatatkan kenangan-

Iklan

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s