Ngaca!!!

Saya nih kadang ga habis pikir, kenapa kalo seseorang bermimpi (apalagi mimpinya tinggi) suka disuruh ngaca? Padahal ngaca kan cuma untuk lihat muka dan badan. Lha apa hubungannya muka kita yang cantik dan badan kita yang kece ama mimpi kita?
Bener kan kaca cuma buat lihat muka ama badan. Udah itu doang. Ada yg berpendapat lain? 😀

image


Ya, saya tau.. sebenarnya itu cuma kiasan ya. Disuruh ngaca diri, pantes ga kita punya mimpi kayak gitu. Pertanyaannya, yang menilai pantes nggak-nya, siapa?

Sepertinya sudah jadi hal lumrah dalam lingkungan kita bersikap hati-hati sekali terhadap banyak hal termasuk mimpi. Berhati-hati supaya ga sakit hati. Tapi pertanyaannya, kalau kita ga nyoba, bagaimana kita tau itu bisa dicapai atau ngga?
Ya gampang atuh, Sa. Ukur aja pake kacamata pengalaman. Kan dari situ kita bisa tau mimpi kita ini bisa dicapai atau ngga.
Mm.. pengalaman siapa? Yakin pengalaman-pengalaman bisa jadi rujukan? Yakin akan mengalami hal yang sama?

Bukan saya menjelekkan pengalaman, tapi bukankah dari pengalaman itu justru kita seharusnya belajar tentang bagaimana mimpi itu tidak bisa dicapai?
Loh???
Lha iya.. Kalau berdasarkan pengalaman A mimpi itu ga bisa dicapai, nah coba deh usut sampai tuntas kenapa tidak bisa tercapai. Faktor apa saja yang terlibat. Apakah kegagalannya 100 persen atau ada poin-poin keberhasilan disana? Kalau ada poin keberhasilan atau celah untuk keberhasilan berarti mimpi itu masih bisa dicapai. Toh kan jalan yang kita ambil belum tentu sama persis sehingga memiliki pengalaman yang sama.

Dari pengalaman itu kita catat. Yang berhasil kita catat untuk ATM (amati tiru modifikasi), yang gagal kita catat untuk diperbaiki.

Lantas apa iya mimpi itu harus terukur? Ya iya sih. Terukur dalam arti kita buatkan targetnya, kapan akan dicapai dan harus ngapain aja untuk mencapai itu.

Bersikap hati-hati perlu untuk antisipasi, bukan untuk antipati. Bersikap nekat perlu untuk melangkah, bukan untuk serampangan.

Ketika kamu disuruh NGACA sama mimpi kamu, berikanlah kaca itu pada mereka. Beritahukan, ini lho kaca yang lagi aku pake. Aku yakin bisa mencapai ini. Tugas kamu cuma dukung dan doakan semoga langkah aku selalu dituntun dalam kebaikan dan di jalan yang benar dalam rangka mewujudkan mimpi itu.

Aisha Azkiya
-Tulisan mencatatkan kenangan-

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s