Kangen Kerja?

Saya pernah ditertawakan karena menulis “kangen kerja. Kangen ngantor”. Ya, karena menurut mereka lebih asyik buka olshop. Menurut saya sendiri tidak bisa dibandingkan meski keduanya sama saja salah satu tujuan utamanya mencari uang. Tentu ditertawakan apalagi yang suaminya memanjakan dengan berbagai kemudahan. Biarlah, yang penting suami saya bukan termasuk yang menelantarkan karena memang kami masih harus berbagi pos dengan hal lain selain diri dan anak-anak kami. Alhamdulillah ‘ala kulli hal.

Dan lagi menurut beberapa dari mereka, dunia kantor itu memuakkan. Sayangnya tempat-tempat saya pernah menimba ilmu di dunia kerja, semua dikelilingi orang hebat, seru dan ga rese. Bukan berarti ga pernah merasa ga nyaman, tapi kalau dicari, ga nyaman di beberapa kejadian aja yang itupun ga sampe membuat saya muak dengan dunia kerja dan kantor-kantor saya dulu. Saya juga ditertawakan karena menyebut perusahaan IT itu lebih nyantei karena katanya suami mereka yang kerja di bidang IT ga nyantei kok. Padahal yang saya maksudkan tidak ke arah nyantei seperti yang dikira. Melainkan dibanding dengan sebuah lembaga sosial yang sebelumnya dimana saya bekerja di staff administrasi umum, tentu lebih banyak diem depan komputer daripada jalan kesana kemari kan. Ya, mungkin ada yang tak sependapat tapi di kala itu serasa dikeroyok disebut “lu salah kalo lu kangen kantor”.

Ah, padahal rasa itu hanya sekejap saja mampir. Teringat setiap waktu yang dihabiskan di depan komputer. Teringat serunya temen-temen kantor. Teringat riweuh-nya pas deadline. Dan asyiknya menerima amplop gaji atau konfirmasi transferan gaji. Hehe..

Kangen wangi kantor. Kangen suasana kerja di kantor. Kangen hampir semua hal di kantor.

Saya dapat banyak ilmu, pengalaman dan banyak hal di kantor tempat saya bekerja. Meski hanya mengalami kerja full time di 3 tempat, part time di 2 tempat, tapi serunya masa kerja patut dikenang dan sesekali dikangenin. Ya kan?

Kemarin saya melihat kesempatan “ngantor” lagi. Full time. Kantornya lumayan deket. Dunia tulis menulis. Semua kriteria InSyaAllah terpenuhi. Satu saja yang membuat saya urung melanjutkan lamaran, suami tak mengizinkan. Sedih? Ngga juga. Alhamdulillah suami masih melaksanakan tugasnya dengan baik. Setelah mendengarkan saran dan masukan dari suami, mm.. bener juga pertimbangan beliau. Lagipula berkreasi ga harus dengan kerja kantoran. Merasakan serunya ngantor ga harus jadi karyawan(ti). Dan bisa jadi mood saya hilang di tengah jalan saat ngantor 😀

Ya, saya hanya ingin menuliskan bahwa sesekali saya kangen kantor. Seringkali saat kangen itu hadir, bukan ingin kembali bekerja melainkan merindukan semua momen selama bekerja di luar rumah. Momen saya terfokus pada sebuah pencapaian dan bahagia saat mencapainya. Bahagia saat bisa melihat wajah atasan saya sumringah karena hasil terbaik yang saya berikan. Dan seru-seruan bareng temen-temen saat saling berkejar deadline.

Memang menyenangkan tapi saya kemudian memutuskan berhenti dan mengambil jalur lain 🙂

Aisha Azkiya
-Tulisan mencatatkan kenangan-

Iklan

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s