Semoga..

Semoga setiap kali tantrum seperti ini, itu adalah pertanda engkau mampu meneriakkan kebenaran sekeras kau memberitahukan keinginanmu.
Semoga setiap kali engkau menjerit dengan teriakan yang keras agar keinginanmu dapat dipahami, setiap itu pula menjadi ciri engkau lantang menegakkan keadilan, dan mampu mendengar jeritan hati mereka yang tak mampu.

Setiap keinginan tinggimu yang belum dapat kami kabulkan, semoga menjadi doa atas impian tinggimu, menjadi penguat pencapaian tertinggimu.

Ummi dan abi mungkin sesekali merasa malu atas sikapmu. Abi dan ummi mungkin mencoba sabar menghadapi sikap hebatmu. Abi dan ummi mungkin sesekali jengah dengan teriakanmu. Maafkan keterbatasan kami. Semoga ini menjadi sebuah ciri bahwa engkau kelak akan menjadi orang hebat, dengan mimpi dan ketegasanmu..

Abi dan ummi sayang Aa. Maafkan ketidakmampuan kami memenuhi keinginanmu. Maafkan keterbatasan sikap dan ilmu kami dalam menghadapi teriakanmu. Semoga Allah senantiasa menjagamu dalam tingginya mimpi dan kuatnya pencapaian. Aamiin.

Kebumen, 10 Februari
Di tengah teriknya mentari..

Aisha Azkiya
-Tulisan mencatatkan kenangan-

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s