Hamzah bin Abdul Muththallib – 13 Jenderal Islam Paling Berpengaruh

#Catatan1 tentang #13JenderalIslamPalingBerpengaruh #BekelShirah
Adalah Hamzah bin Abdul Muthalib, paman Rasulullah. Proklamasi keislamannya bermula “hanya sekadar” membela keponakan kesayangan yang dicaci maki Abu Jahal dengan cacian yang teramat buruk.

image

Hamzah juga merupakan saudara susu Rasulullah karena sama-sama disusui seorang ibu susuan bernama Tsuwaibah sebelum akhirnya Rasulullah dipindahkan ke ibu susuan lain yakni Halimah as-Sa’diyah. Hamzah adalah teman akrab Rasulullah semasa kecil. Hamzah ini pemberani, cakap dan cekatan. Ia dilatih oleh ayahnya Abdul Muthalib agar dapat menduduki posisi terhormat dengan berbagai keterampilan diantaranya berkuda, berburu dan bergulat.

Keberanian dan keterampilan Hamzah begitu nampak di perang Badr. Kaum muslimin berhasil mengalahkan kaum musyrikin dengan kemenangan telak dan membuat kaum musyrikin kehilangan banyak tokoh diantaranya Abu Jahal, Utbah, Syaibah bin Rabi’ah dan alWalid bin Utbah. Hamzah menjadi tokoh sentral kematian para pemuka Quraisy dalam perang tersebut dengan kelihaian yang begitu hebat bak singa yang mengobrak-abrik mangsanya.

Kekalahan ini kemudian tidak hanya membawa kesedihan tapi juga dendam terutama di hati seorang wanita bernama Hindun binti Utbah kepada Hamzah karena Hindum kehilangan ayah, saudara dan anak dalam perang Badr. Maka ketika kabar perang Uhud akan dimulai, ia dan seorang pemuka Quraisy bernama Jubair bin Muth’im membuat kesepakatan dengan seorang budak Jubair yang bernama Wahsyi bin Harb. Jika Wahsyi berhasil membunuh Hamzah dalam perang Uhud, maka ia akan dibebaskan dan diberi harta yang banyak. Wahsyi yang merupakan seorang ahli lempar lembing dan lemparannya tidak pernah meleset itupun menyetujui kesepakatan yang ditawarkan. Dan lemparan lembing Wahsyi yang secara sembunyi-sembunyi inilah yang berhasil merobohkan Hamzah hingga ia syahid di perang Uhud.

Usai perang, Rasulullah mendatangi tempat peperangan untuk memeriksa jasad para syuhada hingga akhirnya beliau terhenti pada jasad Hamzah. Perutnya terbelah, hidung dan kedua telinganya putus serta puluhan tusukan dan bacokan di sekujur jasad Hamzah. Betapa Rasulullah amat bersedih dengan kejadian ini.

Di kemudian hari, Hindun dan Wahsyi pun memeluk Islam. Hindun masuk Islam setelah Fathu Makkah karena ia terenyuh melihat ibadah yang dilakukan kaum muslimin yang menurutnya adalah sebenar-benar ibadah.
Maka Hindun menemui Utsman bin Affan untuk menemaninya menghadap Rasulullah lalu menyatakan keislamannya dan Rasulullah menyambutnya dengan ucapan “selamat datang”.

Usai perang Uhud, Wahsyi bermukim di Mekah. Ia masuk Islam setelah Fathu Makkah dengan mengucap syahadat di hadapan Rasulullah. Rasulullah bertanya kepadanya, “Apakah engkau Wahsyi?” Wahsyi menjawab “benar, saya Wahsyi.” Rasulullah berkata padanya “duduklah dan ceritakanlah bagaimana engkau membunuh Hamzah” maka Wahsyi menceritakan kejadian tersebut. Lalu selesai Wahsyi bercerita, Rasulullah berkata, “duhai celaka kamu. Menyingkirlah dari hadapanku supaya aku tidak melihatmu lagi.”
Kelak Wahsyi berhasil membunuh Musailamah al-Kadzdzab dalam perang Riddah hingga ia berujar “di masa jahiliyah aku membunuh orang terbaik. Sementara setelah masuk Islam, aku membunuh orang terjahat”.

“Saat itu aku adalah budak milik Jubair bin Muth’im. Sementara pamannya Thu’aimah bin Adi tewas dalam perang Badr. Ketika kaum Quraisy bergerak menuju bukit Uhud, Jubair berkata padaku, “jika engkau dapat membunuh Hamzah, paman Muhammad, engkau bebas merdeka.” Maka akupun ikut berperang bersama orang Quraisy. Saat perang tengah berkecamuk, aku mengintai dan mencari-cari Hamzah. Saat itu ia bagaikan unta yang menebaskan pedangnya kesana kemari hingga menjatuhkan banyak korban. Aku segera mengangkat tombakku dan melemparkannya sekuat tenaga hingga mengenai bawah pusar Hamzah hingga tembus diantara kedua kakinya.”

Demikianlah Singa Allah dan singa Rasul-Nya syahid..

Aisha Azkiya
-Tulisan mencatatkan kenangan-

Iklan

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s