Membungkuk dan Tataplah Matanya

Ketika seorang anak memasuki usia balita, tingkahnya makin lincah. Hampir semua balita tidak bisa diam karena sebenarnya mereka sedang mengekspresikan diri dan memenuhi rasa ingin tahunya. Hanya saja kita para orang tua seringkali kewalahan, sering juga merasa tidak enak terhadap orang lain. Beberapa malah mencap anak dengan label “nakal”. Huwaaa padahal anak mah mana tahu ya nakal itu apa.

image

Salah satu cara efektif menegur, menasihati atau memberi tahu anak tentang sesuatu adalah dengan menjadi sejajar dengannya. Maka membungkuk atau berjongkoklah setinggi anak lalu tatap matanya agar ia merasakan perhatian dan fokus kita. Katakan apa yang ingin anda sampaikan lalu peluklah ia jika sudah selesai.


Membangun komunikasi yang efektif dengan anak menjadi tantangan tersendiri bagi para orang tua. Tapi jika ini berhasil, maka anak akan tumbuh menjadi seorang yang percaya diri karena ia tahu orang tuanya mempercayai dirinya dan ia tahu cara mengkomunikasikan segala hal dengan orang tuanya -dan kelak dengan orang sekitarnya-.

Beberapa cara yang dapat dicoba dalam membangun komunikasi efektif dengan anak diantaranya:
1. Jadilah Pendengar yang Baik
Dengarkan anak dengan baik dan fokus agar mereka tahu bahwa kita benar-benar tertarik dengan apa yang ia bicarakan. Buatlah anak nyaman dengan kita dan mau bercerita apapun kepada kita.

2. Berbicaralah Dengannya
Respon cerita anak, biarkan mereka bercerita tanpa dipotong dan berbicaralah dengan nada seolah kita sejajar dengan mereka bukan mendominasi.

3. Bersabar Menunggu Respon Anak
Saat kita menasihati atau meminta anak melakukan sesuatu, berilah waktu untuk anak merespon hal tersebut. Jangan tergesa-gesa memaksa anak langsung merespon saat itu juga.

4. Berbicara Dengan Kalimat Sederhana
Kemampuan memahami kosakata anak masih sederhana jadi gunakanlah kalimat sederhana untuk berkomunikasi dengannya agar ia mudah paham bukannya kebingungan mengartikan kata.

5. Berdiskusi
Siapa bilang anak kecil tak bisa diajak berdiskusi? Mereka justru akan sangat bahagia kita ajak diskusi karena ia akan merasa suaranya didengar oleh kedua orang tuanya. Ia akan tampil lebih percaya diri dan mampu mengeluarkan pendapat meski kadang polos dan konyol. Biarkan saja. Saat ini tugas kita membuat ia percaya diri dan merasa dihargai dengan cara yang benar.

Yang pasti kita sebagai orang tua harus meluangkan waktu khusus untuk ngobrol dengan anak tanpa terganggu apapun. Pastikan ia tahu bahwa kita menyayanginya dengan komunikasi yang baik. Perlihatkan perhatian kita terhadapnya. Dengan begitu anak akan tumbuh menjadi seorang yang penuh kasih sayang dan percaya diri.

Aisha Azkiya
-Tulisan mencatatkan kenangan-

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s