Memulai Online Shop

Beberapa kali saya mendapat pertanyaan yang sama dari teman-teman. Bagaimana sih memulai online shop itu. Bagaimana mengelolanya.

image

Kalau saya ga langsung jawab itu karena saya bingung harus jawab apa. Kemudian lebih mudahnya saya menjawab “sama aja kayak kita mulai jualan di warung atau pasar” dan itu murni yang kepikiran supaya temen-temen mudah mempelajarinya. Kenapa begitu? Ya karena pada dasarnya sama saja memang, hanya saja online shop ini sistemnya memanfaatkan dunia maya. Ini pengertian berdasarkan ranah online shop sederhana ya, bukan seperti web ecommerce di luaran sana yang dalam dunia nyata saya lebih menganggap seperti supermarket.

Iya sih udah kebayang Sa kayak jualan bikin warung, tapi bagaimana memulainya?
Jawaban saya kemudian adalah: ya jualan aja. Karena memang sebenarnya sesederhana itu.

Dulu waktu awal mau jualan saya sempat ditegur beberapa friendlist FB akun pribadi saya agar jualan di akun khusus aja. Ada benarnya tapi ternyata ga mesti. Saran saya kalau mau jualan via Facebook mending bikin page aja. Fanspage namanya. Lebih mudah dan mirip FB kok karena memang masih produk fb. Buatkan album sesuai kategori dagangan kita. Nanti share aja di akun pribadi kalau mau ngiklan. Bisa juga share ke grup-grup jualan tapi saya sendiri jarang buat iklan di grup.

Setelah fanspage berikut album barang dagangan kita dibuat, upload foto barang berikut keterangan lengkap dengan kontak kita. Usahakan fotonya yang jelas supaya customer memiliki bayangan jelas tentang produk kita. Kenapa? Karena belanja online hanya bermodal foto. Pembeli tidak menyentuh barangnya secara langsung dan tidak melihat barang secara langsung. Disini kejujuran kita sebagai seller harus diperlihatkan. Saya, ketika ada barang yang kurang bagus atau cacat misalnya, selalu saya informasikan supaya pembeli tidak menyesal saat barangnya sampai di tangan mereka. Meski demikian ya masih kadang lupa atau salah juga sayanya, dan kadang ada juga pembeli yang keukeuh pengen barangnya dan tetep komplain 😀 ya biasa lah dunia dagang.

Setelah fanspage siap, foto siap, trus apalagi sa? Mm.. ya tinggal promoin aja sih. Woro-woro kalau kita punya barang yang dijual. Kalau punya BBM, iklanlah di profile picture dan status BBM. Kalau perlu, iklan di kaskus dan lainnya. Soal iklan saya belum menguasai karena sejauh ini saya hanya memanfaatkan akun fp dan fb plus instagram dan blog. Lainnya saya cuma nunggu pelanggan datang dan pesan 😀

Biasanya dengan sering promo di wall fb, temen-temen kita nanti lama-lama aware kalo kita nih jualan. Termasuk dosen, guru dan rekan kerja. Saya suka online shop karena secara kemampuan menawarkan online, saya masih memiliki keterbatasan. Meski sedari kecil terbiasa dagang keliling demi bantu mamah meringankan biaya hidup, saya sampai sekarang masih sering malu dan gatau harus mulai ngomong apa untuk menawarkan dagangan saya. Belum lagi barang saya ga masuk segmennya di sekitaran rumah karena harga dan saya belum bisa memberikan informasi yang bikin tetangga pada mau beli 😀
Lagian saya ga tegaan kalau orang nawar. Kalau online kan ditawar harganya masih bisa ngetik bilang “ga bisa” tanpa harus peduli ekspresi muka saya dan perasaan saya saat itu seperti apa. Makanya harus belajar lagi nih supaya jago jualan.

Oiya. Kalau mau ngiklan -dimanapun- pastikan baca dulu peraturan di tempat kita mau ngiklan itu. Misal di grup A harus pake no registrasi, di grup B harus pake password, di grup C begini, grup D begitu, dst. Biar kita ga dianggap seller yang gatau sopan santun.

Kalau soal barang yang dijual, gimana dapetinnya? Mm.. saya sih dulu awalnya segala dijual. Sistem konsinyasi. Sempet nyoba ds juga. Cuma pada akhirnya setelah menikmati packing dan kirim paket sendiri, ditambah hukum ds yang masih meragukan (bagi saya sih sudah hitam sebenarnya) maka saya meninggalkan sistem ds (dropship). Tapi bagaimanapun dulu dari sana saya sempat merasakan perjuangan awal online shop saya. Dan dari sana juga sebagian modal awal saya nyetok barang sampai bisa seperti sekarang. Alhamdulillah suami dukung jadi dapet dana dari beliau juga. Inget banget dulu tuh nominalnya 500.000 buat modal awal saya beli barang. Ditambah gaji saya sebagai penulis freelance. Olshop masih sampingan sampai sekarang. Apalagi dulu saya kerja, anak baru 1 dan masih tinggal sama ortu, enak jalaninnya. Tapi seiring waktu, makin banyak yang mau dibeli dan dijual lagi. Ternyata ga semua barang yang kita suka akan laku di lapak kita. Maka semakin kesini segmen pasar dan barang jualan saya pun semakin spesifik. Nanti kita akan belajar juga bagaimana keluar dari satu masalah ke masalah lain, dari satu situasi ke situasi berikutnya.

Dan seperti halnya bekerja, berjualan pun ada suka duka. Ya namanya bagian dari hidup, kalau ga kerja keras bercape-cape ria ya jangan harap bisa dapet pemasukan yang setimpal. Eits, ini soal ikhtiar ya. Kalau soal rejeki sebenernya udah diatur porsinya segitu, tinggal kita mau ga menjemput rejeki yang sudah ditetapkan itu. Asal jangan jadi nyusahin orang lain aja dengan bilang “rejeki saya segini, tambahin dong” buat ngikutin gaya hidup. Jangan lah ya. Pantang buat seorang muslim meminta-minta. Sedari kecil sampai sudah menikah saya masih kayak gitu. Ogah ah minta-minta. Selama kewajiban terpenuhi, sebisa mungkin mending saya cari uang sendiri daripada minta sama suami. Karena emang ga terbiasa minta untuk kebutuhan pribadi sedari kecil bahkan ke orang tua sekalipun. Hehe..

Nah, masih bingung ga soal cara memulai online shop? Kalau masih bingung, berikan pertanyaan spesifik pada saya ya, bingungnya dimana supaya saya bisa coba mencari tahu jawaban atas kebingungan itu 😀

Selamat memulai online shop ^_^

Aisha Azkiya
-Tulisan mencatatkan kenangan-

Iklan

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s