Peluk dan Ciumlah Anakmu

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو يَبْلُغُ بِهِ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : الرَّاحِمُوْنَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمَنُ، ارْحَمُوْا أَهْلَ الأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ (رواه أبوداود والترمذي وغيرهما)

Dari Abdullah bin Amr, dia berkata, “Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, ‘Orang-orang yang penyayang akan disayangi oleh ar-Rahman, maka sayangilah penduduk bumi, niscaya Allâh yang berada di atas langit akan menyayangi kamu[27] “. (Hadits shahih lighairihi riwayat Abu Dawud (4941) dan Tirmidzi (1924) dan yang selain keduanya.

image

Betapa Allah Maha Pengasih dan Penyayang. Ia kirimkan Rasulullah untuk menyampaikan semua detil kita menjalani kehidupan. Dan Ia menjadikan Rasulullah sebagai teladan terbaik dalam semua aspek, bahkan dari sisi parenting. Tidak salah kiranya kita mengikuti apa yang dianjurkan Allah melalui lisan dan contoh dari Rasulullah karena Allah yang menciptakan kita dan Allah pula lah yang tahu pasti bagaimana kita seharusnya. Allah yang menciptakan kita pasti tahu semua seluk beluk kita sebagai ciptaanNya.

Kali ini saya takjub dengan sebuah hadits yang saya tulis di awal. Saking pedulinya Islam mengurus tentang kasih sayang, kita tidak hanya diminta beribadah langsung dengan Allah agar dicintai tapi juga menebar kasih sayang agar disayangi. MaSyaAllah.
Dan kasih sayang terdekat adalah kepada keluarga dan anak-anak kita.

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَبَّلَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْحَسَنَ بْنَ عَلِيٍّ وَعِنْدَهُ الأَقْرَعُ بْنُ حَابِسٍ التَّمِيْمِيُّ جَالِسًا فَقَالَ الأَقْرَعُ: إِنَّ لِيْ عَشَرَةً مِنَ الْوَلَدِ مَا قَبَّلْتُ مِنْهُمْ أَحَدًا. فَنَظَرَ إِلَيْهِ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَالَ: مَنْ لاَ يَرْحَمُ لاَ يُرْحَمُ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dia berkata: Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mencium Hasan bin Ali sedangkan di sisi beliau ada Aqra’ bin Haabis at-Tamimiy lagi duduk, maka berkata Aqra’, “Saya mempunyai sepuluh orang anak tidak pernah saya mencium seorangpun di antara mereka”.
Maka Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat kepada Aqra’ kemudian beliau bersabda: “Barangsiapa yang tidak penyayang pasti tidak akan disayang/dirahmati” (H. R. Bukhari no. 5997)

Mencium dan memeluk anak merupakan ekspresi kasih sayang kita terhadap anak yang bisa dirasakan langsung oleh anak saat itu juga. Secara psikologis, anak yang mendapat ciuman sayang dari kedua orang tuanya (terutama ayah) akan memiliki perkembangan emosional dan sosial yang baik karena ia merasa aman, disayangi dan dilindungi.

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُما قَالَتْ: جَاءَ أَعْرَابِيٌّ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: تُقَبِّلُوْنَ الصِّبْيَانَ فَمَا نُقَبِّلُهُمْ
فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَوَ أَمْلِكُ لَكَ أَنْ نَزَعَ اللَّهُ مِنْ قَلْبِكَ الرَّحْمَةَ.

Dari Aisyah Radhiyallahu anhuma, dia berkata, “Datang seorang a’rabiyyun kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam seraya mengatakan, ‘Kamu biasa mencium anak-anak kamu sedangkan kami tidak pernah mencium mereka.”
Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Apa dayaku untuk menolongmu ketika Allâh telah mencabut kasih-sayang dari hatimu” (H.R Bukhari no 5998)

Hadits yang indah sebagai patokan bagi kita orang tua dalam mengekspresikan kasih sayang kita terhadap anak sekaligus menegaskan bahwa hal ini mendatangkan rahmat Allah kepada keluarga kita sehingga kasih sayang antar anggota keluarga selalu terikat erat.

Karena hukum asal mendidik adalah kelemahlembutan, maka tindakan memeluk dan mencium anak ini menjadi bagian pendidikan yang baik baginya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda :

مَا كَانَ الرِّفْقُ فِي شَيْءٍ إِلَّا زَانَهُ وَلَا نُزِعَ مِنْ شَيْءٍ إِلاَّ شَانَهُ

“Tidaklah kelembutan pada sesuatupun kecuali akan menghiasinya, dan tidaklah dicabut dari sesuatupun kecuali akan memperburuknya” (Dishahihkan oleh Al-Albani)

Maka anak yang terbiasa dengan sikap lembut kedua orang tuanya akan mampu menghiasi dirinya dengan tindakan serupa. Mereka akan tumbuh menjadi seorang yang penuh kasih sayang.

Aisha Azkiya
-Tulisan mencatatkan kenangan-

Iklan

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s