Menginjak Tahun Kelima

5 tahun barengan sama orang yang ga kita kenal sebelumnya, satu atap satu tempat, ketemu setiap hari bahkan hampir setiap jam. Aneh ya rasanya.. Tapi begitulah pernikahan seringkali menjadikan banyak hal berubah, termasuk perasaan dan keseharian 2 orang yang bernama suami istri, lelaki dan perempuan yang disatukan oleh ikatan pernikahan. Dari belum kenal sama sekali jadi berusaha saling mengenal dan berbagi keseharian.

image

Lantas apakah selama 5 tahun jadi saling kenal? Mm.. Ga juga. Sy lebih suka menyebutnya: semakin tau. Lho, bukannya sama aja? Buat sy sih ngga. Kenal = tau dan paham ke dalem-dalemnya. Tau = sekadar tau, ga lebih jauh. Ya, krn ga selamanya ketika kita bersama lantas kita disebut yang paling kenal siapa pasangan kita. Faktanya, meski sudah bersama selama 5 tahun, masih banyak hal baru yang kita tahu. Masih harus belajar menerima sifat (yang) baru (kita tau). Baru kemudian sedikit demi sedikit saling mengenal.
Belibet ya? Ya udah lah ga usah dipikirin. Yang pasti, 5 tahun barengan ga bikin kita tau segalanya sampe kenal luar dalem ttg pasangan kita. Masih dan pasti akan selalu ada sisi rahasia, bahkan tak jarang tetap saja bukan kita yang selalu serba tau semua tentang pasangan kita. Ya wajar aja sih krn ga selamanya pasangan harus lapor dgn mendetil apalagi tipe-tipe laki-laki kayak suami sy, ga ngomong kalo ga ditanya. Sementara istrinya ini sering bgt cuek krn gatau harus nanya apa. Trus masalah? Ya ngga juga sih. Kadang-kadang aja jd masalah tp saling memaklumi aja deh. Toh nanti pada akhirnya meski ga kenal sempurna, tapi ttp kita yang paling mengenal sebagian besar tentang pasangan kita. Apalagi kalo dah berhubungan dgn tugas pasangan kita sebagai suami, siapa yg lebih tau kalau bukan kita istrinya? Siapa yang lebih tau tentang tugas sebagai istri kalau bukan suaminya. Karena jabatan suami/istri dan jabatan ayah/ibu itu hadir hanya setelah menikah dan dirasakan hanya oleh keluarga inti: pasangan dan anak-anak.

Trus 5 taun ngapain aja dong? 5 tahun itu belum cukup untuk saling mengenal, apalagi saling memahami. Mungkin masih banyak bagian yang belum kita tahu. Tapi 5 tahun sudah menjadi usia yang cukup untuk awal meletakkan titik toleransi, saling berbagi dan memaklumi. Meski bagi saya usia itu tetap masih belum cukup untuk memaklumi dasar-dasar yang dirasa tidak sesuai harapan.

Bisa bertahan sejauh ini tentu ada campur tangan takdir, ada campur tangan Allah. Maka biarkan Allah mengurus segala hal yang hadir sebagai konsekuensi dari takdir ini.. Sementara kita berusaha tetap menjalankan setiap episode yang harus ditapaki guna menyelesaikan film kehidupan yang tengah kita lakoni..

Menginjak tahun kelima pernikahan, semoga Allah sll menjagaku, menjagamu dan keturunan kita. Semoga bisa semakin saling memahami dan bersedia menerima kekurangan dan kelebihan. Semoga dimampukan mendidik keturunan kita dgn didikan terbaik dan benar. Semoga kita bisa lebih adil lg dalam bersikap, lebih bijak dan lembut dalam bertutur, lebih kuat menjalani hidup, lebih pandai bersyukur dan memiliki hati yang qana’ah.. Aamiin..

Aisha Azkiya
-Tulisan mencatatkan kenangan-
via WordPress for Android

Iklan

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s