Ingatlah Orang Tua

Di usia menjelang 30an, mungkin banyak orang sedang dalam puncak passion dan pencapaian. Di usia ini sebagian besar orang menetapkan target kematangan finansial dan spiritual sehingga akan kita dapati orang-orang sukses di usia ini entah secara finansial maupun spiritual.


Pagi ini tiba-tiba saya diingatkan tentang sebuah pelajaran. Ketika kita sampai di kesuksesan yang kita targetkan, jangan bersombong diri karena kesuksesan itu. Bukan hanya karena sombong adalah perbuatan yang tidak disukai Allah, tapi juga karena bisa jadi kesuksesan kita itu bukan hanya semata karena diri kita.

Bisa jadi setiap pencapaian kita karena ada doa yang tak putus dr kedua orang tua kita, atau dari orang yang mungkin pernah kita bantu hingga ketika ia berdoa, doanya naik ke langit tanpa sekat sama sekali. Kita tidak pernah tahu doa siapa yang dikabulkan.

Dalam tulisan ini saya sedang ingin menyoroti doa orang tua. Bahwa doa orang tua untuk anaknya seringkali tak ada hijab antara doa itu dengan pengabulannya. Kedua orang tua saya dan suami adalah mereka yang seringkali tak putus shalat malam. Sementara saya dan suami belum maksimal di sepertiga terakhir malam itu. Padahal saat itulah doa diijabah, ampunan diberikan. Astaghfirullah.
Mengingat itulah, maka doa kedua orang tua kami pasti banyak ambil andil dalam kehidupan kami hingga saat ini.

Dan pasti semua orang tua akan mendoakan anak-anak mereka tak peduli bagaimanapun anak mereka, dengan doa sebaik-baik doa. Sudah sepantasnya jika kita kemudian berterima kasih kepada Allah atas anugerah orang tua, dan berterima kasih kepada orang tua kita untuk kasih sayang yang masih selalu ada, bahkan hingga kita sudah memiliki anak.

Semoga Allah memberi rizki kita untuk berbakti kepada kedua orang tua kita, terutama ketika keduanya masih ada di dunia. Aamiin..

================

Seorang tabi’in yang mulia bernama Iyas bin Mu’awiyah menangis sejadi-jadinya ketika meninggal salah satu dari orang tuanya. Maka dikatakan pada beliau, “Mengapa Anda menangis sedemikian rupa?”

Maka ia menjawab, “Tidaklah aku menangis karena kematian, karena yang hidup pasti akan mati. Akan tetapi yang membuatku menangis karena dahulu aku memiliki dua pintu ke surga, maka tertutuplah satu pintu pada hari ini dan tidak akan di buka sampai hari kiamat. Aku memohon pada Allah Ta’ala agar aku bisa menjaga pintu yang ke dua…”

Maksud Iyas bin Muawiyah adalah bahwa kedua orang tua adalah dua pintu menuju surga, yang mana kita dapat menikmati bau harumnya surga itu setiap pagi dan petang.

Rasulullah Shallahu ‘ alaihi wasallam bersabda:

الوالد أوسط أبواب الجنة فأضع ذلك الباب أو احففظه

“Orang tua adalah pintu surga yang paling tengah, maka jangan sia-siakalah pintu itu atau jagalah ia.” (HR. Tirmidzi).

Benar, pintu surga yang paling tengah, yang paling indah, yang paling elok. Maka masihkah engkau sia-siakan pintu itu? Bahkan engkau haramkan dirimu untuk memasukinya, dengan mengangkat suaramu di hadapannya, dengan membentaknya di kala tulang-tulangnya semakin lemah karena dimakan usia? Sementara tubuhmu yang kini berotot kekar, dahulu telah dibasuh kotoranmu dengan tangannya yang kini tak bertenaga.

Duhai sungguh ruginya… Celaka! Celaka! Celaka! Jika kau berani durhaka!

Rasulullah Shallahu ‘ alaihi wa Sallam bersabda, “Celaka, celaka,celaka!”

Dikatakan pada beliau, “Siapa wahai Rasulullah?”

Maka beliau bersabda, “Siapa saja yang menjumpai kedua orang tuanya, baik salah satu atau kedua-duanya di kala mereka lanjut usia, akan tetapi (perjumpaan tersebut) tidak memasukannya ke surga.” (HR.Muslim).

اللهم ارزقنا البر بوالدينا و اجمعنا بهم في جنات النعيم

“Ya Allah, berilah kami rizki untuk berbakti kepada kedua orang tua kami,dan kumpulkanlah kami bersama mereka di surgaMu..”

Iklan

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s