Menyepi

Seringkali lelah melanda saat angan tak sesuai asa. Saat kenyataan tak semanis rencana.

Bukan salah siapa siapa jika lelah merasuk jiwa, saat semua terjadi di luar dugaan.

Maka menyepi menjadi obat bagi ketenangan hati
Bukankah semua yang terjadi atas kehendak Allah?
Bukankah kita hanya bisa berencana dan Allah lah penentunya?

Maka saat lelah dan kecewa hadir menjadi rasa sakit yang teramat perih, ingatlah bahwa pasti ada hikmah di balik itu semua

Wajar saja jika kita ingin semua berjalan sesuai rencana
Wajar saja jika kita kecewa karena kacaunya rencana akibat perbuatan orang lain
Seperti kecewa yang dirasa saat walimah tak sesuai rencana
Sakit
Sakitnya sulit sekali dihilangkan hingga saat ini
Terkadang berandai begini dan begitu

Seperti rasa kecewa saat orang yang kita percaya mengkhianati janji dan kepercayaan
Wajar jika kemudian sulit untuk kembali percaya

Lalu apakah yang sebenarnya dirasakan hati? Apa sebenarnya yang mengenai jiwa?

Menyepi membuat kita lebih jernih berpikir
Menyepi membuat kita lebih luas menata hati
Menyepi membuat kita lebih mampu berdzikir
Menyepi memang bukan solusi
Tapi ia bisa menjadi titik untuk berhenti
Menyepi bukanlah lari
Menyepi justru untuk berhenti
Berhenti untuk sekadar bertanya pada diri: apakah kamu bahagia? Lantas kecewa yang mendera, apakah akan terus kau biarkan mengoyak perasaan? Betapa hati yang luka sulit sekali disembuhkan, akan tetapi tidak lantas boleh kau biarkan ia sakit terus menerus tanpa menghibur dan membiarkan ia merasakan bahagia. Meski sakit itu masih terasa, tapi hati masih bisa menari dengan ceria..

Iklan

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s