Alhamdulillah Masih Waras

Karunia sehat akal adalah salah satu nikmat yang mungkin jarang sekali kita syukuri. Padahal dengan adanya akal sehat, kita bisa menikmati kehidupan yang sedang kita jalani. Tak sedikit di luaran sana yang kehormatannya ternoda karena hilang akal sehatnya, tak sedikit yang keluarga malu mengakui karena tidak ada akal sehat. Beberapa menyebutnya dengan sebutan “kurang waras” atau “gila.

Hari ini sepertinya Allah sedang menegur saya tentang hal ini. Betapa saya sering lupa bahwa akal sehat adalah salah satu karunia tak terhingga.

Pagi saat di sekolah Danisy, di antara obrolan ibu-ibu orang tua murid adalah bidan yang sekarang sudah tutup praktek karena rupanya ia kehilangan akal sehatnya entah apa penyebab pastinya hanya saja banyak yang mengatakan karena banyak pikiran.

Malam ini di perjalanan pulang dari rumah mama ke rumah, mampir sebentar di perempatan Kopo untuk beli susu pesanan Danisy. Saat tengah menunggu Danisy dan abinya, nampak seorang lelaki paruh baya di tempat tukang roti bakar. Nampak seperti orang biasa, janggutnya rapi tertata, hanya saja pakaian yang ia kenakan tampak lusuh. Sekilas melihat wajahnya seperti terasa teduh. Akan tetapi kemudian saya menyadari sesuatu, bapak itu tengah meminta sedikit uang dari pedagang roti bakar yang kemudian ia berlalu setelah diberi uang. Saat ia membalikkan badan dan berjalan menyusuri trotoar, jalannya terseok. Saya perhatikan dengan seksama, benarkah bapak itu gila? Saya hanya melihat ia mengenakan tas slempang bertuliskan sebuah agen perjalanan haji, menjinjing 2 keresek besar yang entah apa isinya. Di tangan kanannya masih menempel jam tangan dengan tali dari kulit sintetis. Sekilas tak nampak seperti orang gila. Tapi cara ia berjalan, ia nampak linglung. Saya sempat memperhatikan ia tengah berekspresi bingung seraya memegang kepalanya. Ah, benarkah bapak ini hilang akal? Atau jangan-jangan malah tersesat dan karena sudah sepuh jadi nampak seperti orang linglung?

Sepanjang perjalanan pulang, hanya berspekulasi dengan pemikiran sendiri. Kami sudah jauh berpisah. Bapak itu terus saja menyusuri jalanan ke arah Soreang sementara jalur saya berbelok ke kanan.

Semoga Allah melindungi bapak itu.

Alhamdulillah saya, meski kadang merasa gila, stres, tertekan dan sedikit depresi (aih lebay banget ya), masih Allah karuniakan akal sehat, ga gila gila amat. Ga sampe linglung. Alhamdulillah sampai hari ini masih diberikan kesehatan jasmani rohani, fisik, hati dan akal. Terima kasih ya Allah atas karunia sehat akal dan badan..

Iklan

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s