Hari Pertama Danisy Tidur Sendiri

29 Oktober malam. Hari pertama Danisy memulai tidur sendiri di kamar terpisah. Sebelumnya masih satu kamar dengan saya, suami, dan adiknya, Azam (18 bln). Meski tidur satu kamar tapi semenjak ada Azam, Danisy selalu tidur di ujung kasur, sebelahnya Azam, lalu saya baru kemudian suami. Ga satu selimut karena anak-anak ga suka berselimut. Hehehe

Beberapa waktu lalu (meski telat taunya) dari sebuah seminar saya dapet ilmu bahwa ketika anak berusia 4 tahun, maka anak sudah memasuki fase mulai mengenal sex. Seperti misalnya menikmati sensasi nahan pipis. Maka di usia ini, anak sudah harus semakin dipahamkan lagi mengenai hal mendasar. Saya, sampai ikut seminar kemarin, masih mandiin Danisy dan membersihkan kemaluannya (tentu saja saya memegang tititnya untuk dibersihkan). Rupanya saya salah. Anak usia 4 tahun itu sudah mulai bisa merasakan perbedaan sentuhan bahkan oleh ibunya sendiri. Alhamdulillah besoknya langsung bisa diterapkan saat mandi.

Alhamdulillah Allah kasih ilham untuk mulai mengajarkan Danisy cebok sendiri ketika buang air, beberapa saat sebelum saya mengikuti seminar. Kalau soal cebok pas pipis sih udah lama dia cebok sendiri meski masih cuma sekadar dibanjur air. Nah, untuk cebok sendiri pas buang air besar baru belakangan ini. Alhamdulillah dianya mau (dan seneng banget), cuma untuk urusan banjurin airnya tetep sama saya atau abinya. Jadi sekarang sudah hampir segala ditangani abinya. Gampang banget ngarahinnya: Aa mandi sendiri ya, kan laki-laki, udah 4 tahun, dah besar. Kalau ummi perempuan. Dia pun melanjutkan “abi kan laki-laki jadi nanti aa mandi sama abi aja ya” nah itu sih bukan maksud ummi ngajarin begitu ya tapi otomatis sendiri jadi ya alhamdulillah. Hehehe. Abinya udah dikasih tau soal yang didapat dari seminar jadi ketika hari pertama Danisy ga dimandikan sm saya, abinya yang turun tangan. Sebenarnya sudah sejak lama Danisy suka mandi sendiri tapi masih sering dimandiin.
Kadang muncul pertanyaan juga “mi, kan dede juga laki-laki sama kayak Aa” jawaban sederhana yang saya lemparkan “dede masih kecil. Nanti kalau udah besar kayak aa, sama ummi suruh mandi cebok pake baju sendiri”. Meski dia menerima jawaban itu tapi sekarang untuk urusan mandikan anak-anak akhirnya sering jadi bagian abinya.
Anak 4 tahun masih kongkrit pikirannya, belum mengerti kata nanti yang abstrak makanya kudu pintar nyari jawaban yang lebih konkrit dibandingkan sekadar “nanti”.

Mama sendiri sudah saya beritahukan soal ini dan alhamdulillah support. Sebenarnya dengan begini kita sebagai orang dewasa terbantu banget karena anak sudah bisa lebih mandiri.

Kembali ke acara tidur sendiri. Pembicaraan soal tidur sendiri sebenarnya sudah diwacanakan sejak lama, cuma emang saya nya belum siap, kamarnya belum support dan berefek ke Danisy nya juga yang sudah setuju sebenarnya. Maka ketika kemarin akhirnya memutuskan “siap”, saya cuma bilang “aa tidur sendiri di kamar belakang ya” Danisy yang sudah terkantuk mengangguk. Begitu saya rebahkan di kasur dia cuma minta guling dan ditemani ummi sampai tertidur, “kalau aa udah bobo, ummi pindah lagi ke kamar belakang ya” dan iapun mengangguk lalu tak lama ia tertidur pulas. Menjelang shubuh saya kecup keningnya dan berkata “ummi bangga sama aa” ia buka mata sejenak, tersenyum lalu kembali terlelap.

Ah, sudah besar ya. Sudah banyak fase “pelepasan” yang kita alami untuk memasuki fase tumbuh kembang berikutnya..

Barakallah fik ya bunayya..

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s