Salahkah Aku Jika Tak Diharapkan?

Pernahkah anda ada di posisi anak yang tak diharapkan atau tak diduga kehadirannya? Atau justru di posisi orang tua yang tidak sedang mempersiapkan kehamilan tapi saat si sulung belum genap berusia 2 tahun, justru ketahuan hamil lagi?

Lalu apakah anak yang seperti itu salah? Sehingga kesalahan kecil pun menjadi besar dan terlontar kalimat “kamu sih anak yang ga diharapkan. Jangan bikin marah. Coba kalau kamu ga ada, ibu ga akan repot. Cuma ngurus kakak kamu yang udah gede aja yang udah mulai bisa ngurus sendiri dan bisa dikasih tau. Gara-gara kamu tuh ayah marah. Ngapain sih ganggu ayah. Lihat dia jadi lemparin barang kesayangannya karena marah barangnya jatuh gara-gara kamu. Ke ibu lagi marah-marahnya”

Kasihan ya anak seperti itu. Padahal namanya juga anak 1 tahun. Tau apa mereka. Cuma bisa mengungkapkan keinginan lewat tangisan dan dengan sekuat tenaga berusaha meminta bantuan dengan apa yang ia bisa.. ah.. bagaimana seharusnya sikap si ayah dan si ibu terhadap si anak “yang tidak diinginkan” ini ya? Kasihan jika terus begitu.

Pasti ada rasa sesal di hati ibu dan ayah karena telah berbuat kasar pada sang anak entah dalam bentuk bahasa ataupun tindakan. Padahal dia tidak minta dilahirkan, dia juga tidak minta ada di antara keluarga kecil itu. Lalu salahnya dimana? Apa hanya karena ia hadir di waktu yang “tidak tepat”?

Aisha Azkiya
-Tulisan mencatatkan kenangan-

Iklan

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s