Pertanyaan dan Pernyataan yang Terlontar

Bagi semua orang tua yang memiliki anak, pasti melalui fase ini. Fase dimana sang anak sudah semakin mahir berbicara dengan rasa ingin tahu yang besar. Dan dalam fase ini akan banyak sekali pernyataan dan pertanyaan yang terlontar. Polos tapi seringkali membuat kita orang tuanya tertegun mencari jawaban yang semoga cocok dalam menambahkan informasi pada sang anak. Salah jawab sedikit saja bisa berakibat lumayan fatal karena jawaban dari satu pertanyaan akan mendatangkan pertanyaan berikutnya. Atau respon dari satu pernyataan akan menghadirkan pernyataan berikutnya. Sebenarnya tidak sulit tapi juga tidak gampang. Kita harus membaca lebih dulu atau mengetahui lebih banyak.

Pertanyaan dan pernyataan seringkali terlontar tanpa kita duga. Saat membaca buku, saat bermain bersama, bahkan saat menunggu dan memperhatikan sekitar. Semua bisa datang kapan saja dan kita sebagai orang tua harus siap menjawabnya, merespon setiap kalimat yang keluar agar menjadi tambahan respon yang masuk sehingga menambah informasi yang terkumpul pada diri sang anak.

Saya dan suami seringkali merasa kaget, kadang bingung kadang serba salah karena pertanyaan dan pernyataan yang terlontar dari sulung kami. Polos tapi terkadang sangat dalam dan bahkan di luar perkiraan. Jika sudah begitu, saya pribadi suka merasa jadi seperti orang bodoh, menyadari bahwa ilmu dan pengetahuan saya masih jauh dari yang namanya mumpuni. Hiks.. Tapi dengan begitu jadi penyemangat untuk tahu lebih banyak, belajar lebih giat. Jadi tidak hanya anak yang butuh pasokan informasi, tapi kita juga orang tuanya harus memberdayakan diri dengan terus belajar baik ilmu tentang pendidikan anak maupun ilmu yang melengkapinya yang bisa saja meliputi banyak hal: ilmu pengetahuan umum, tauhid, pemahaman agama dsb. Harus luas banget nih pengetahuannya setidaknya saat anak bertanya, kita bisa bareng-bareng belajar mencari jawaban atas pertanyaannya. Jika saya mentok menjawab pertanyaan anak saya, saya akan balik bertanya pendapat ataupun jawaban menurut versinya. Jika ternyata dia tak punya bayangan sama sekali, biasanya dia akan bilang “Aa juga gatau mi” nah itu saatnya googling bareng. Alhamdulillaah ada teknologi yang bisa membantu mempermudah pencarian informasi. Jika sedang di rumah dan ada di sebuah buku, maka kami membuka buku bersama dan membacanya bersama-sama. Jadi seru-seruan bareng. Sementara anak kedua saya ikut menikmati juga suasana seperti itu dan bersuara seperti ingin ikut terlibat. Karena saya masih belum sepenuhnya paham bahasa bayi, paling saya ajak dia gabung dan ikut mendengarkan isi buku bareng kakaknya.

Betapa dunia anak-anak itu menyenangkan ya ^_^

Aisha Azkiya
-Tulisan mencatatkan kenangan-

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s