Berdamai Dengan Keadaan

Menerima kenyataan pahit seringkali lebih sulit dibanding menerima kenyataan manis yang melampaui harapan. Manusiawi dan sangat wajar nampaknya ya.

Hal seperti ini pasti berlaku di semua orang. Hanya saja beberapa orang mungkin sudah lebih mampu mengatur hatinya agar senantiasa ada dalam sikap pertengahan. Mereka bisa begitu tentu tidak dalam sekejap melainkan sudah melewati proses yang kita tak pernah tahu seberapa lama.

Kesedihan seringkali membuat kebahagiaan lain seketika terenggut dari ingatan. Apalagi jika ditambah prasangka buruk terhadap takdir. Lagi-lagi saya diingatkan, “tidak menerima takdir, menolak kenyataan sama saja engkau telah menghujat Allah. Padahal tidak ada takdir buruk. Yang ada hanya takdir yang tidak sesuai harapan manusia yang ilmu dan kemampuannya terbatas. Toh takdir itu akan tetap terjadi dan kenyataan itu tetap harus kita jalani sampai batas waktu yang sudah dituliskan.” Plaaakkk serasa ditampar bolak-balik sama pernyataan itu.

Beberapa orang mungkin akan menjawab “ya ngomong mah gampang, prakteknya mah tetep aja susah”. Ya saya juga ga bilang gampang. Saya juga masih belajar untuk itu. Tapi kemudian dinasehati lagi. Ada nasihat yang makjleb tapi disampaikan dengan (kalau boleh saya bilang) KOCAK. Isinya begini “sabar itu sulit karena hadiahnya surga. Coba kalau gampang, paling hadiahnya kipas angin”. Sekilas baca pernyataan ini lucu dan kok nyeleneh banget gt ya. Tapi dipikir lagi, bener juga ya. Semisal menerapkan isi ayat tentang sabar dan shalat.

Al-Baqarah:45 – Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’,
Al-Baqarah:46 – (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.
Al-Baqarah:153 – Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.

Di ayat 45 aja udah ditulis dengan tegas kan kalau sabar itu berat. Jadi ya (menurut saya) wajar aja kalau untuk sabar itu berat. Dan untuk cuma minta pertolongan Allah saja juga bukan hal yang mudah. Dan bukan sabar namanya kalau masih ada batas karena sabar itu akan muncul hingga kita ada di posisi “orang khusyu'”. Dan sudah di posisi itupun tetep harus sabar kan.

Sabar ga cuma pas menghadapi situasi sulit tapi juga situasi suka karena godaan itu ada hampir di semua situasi dengan porsi masing-masing. Dan sekali lagi ini ga gampang. Balik lagi ke pernyataan sebelumnya, karena hadiahnya surga. Dan jalan yang menuju surga itu dipenuhi dengan hal-hal yang tidak disukai hawa nafsu. Dan saya? Masih sering lebih ngikutin hawa nafsu. Hiks.. Astaghfirullah..

Menerima kenyataan dibarengi keyakinan pada Allah tentu akan lebih mudah. Tapi kita seringkali lebih memilih mengikuti perasaan dan menolak menerima nasihat hanya karena bertentangan dengan perasaan trus kemudian bilang “kalian ga ngerti sih perasaan aku”. Ya sebenernya ga akan pernah ada yang mengerti 100%. Yang ada hanya mencoba mengerti perasaan kita. Yang mengerti sepenuhnya ya cuma kita dan Allah saja. Saya juga masih belajar. Menata hati untuk menerima kenyataan dan berdamai dengan diri terhadap semua yang terjadi. Mencoba memaafkan mereka yang menyakiti (entah mereka sadar atau tidak), mencoba untuk tidak terlalu membenci berlebihan (meski saya masih ada di sikap: lebih memilih untuk menghindari bertemu mereka), dan belajar lebih banyak lagi tentang “menata hati dalam menyikapi takdir”.

Dan teruntuk saudaraku dan teman-teman yang tengah ada di posisi yang sulit, semoga Allah melapangkan hati dan memberikan ketenangan menjalani apa yang sedang dihadapi dan mampu berdamai dengan keadaan 🙂

Aisha Azkiya
-Tulisan mencatatkan kenangan-

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s