Niat yang Diuji

Setiap kali kita bertekad terhadap sesuatu, setiap itu pula kita dibenturkan pada hal yang berlawanan.
Temen-temen pernah ga sih ngalamin seperti yang saya alami. Misal nih udah bertekad ga mau pacaran sebelum nikah, eh cowok-cowok tuh malah pada deketin. Yang paling ga tahan kalau yang deketin itu cowo gebetan alias cowo yang kita suka. Atau pas kita dah ngebet pengen nikah dengan proses yang baik, yang dateng ngelamar bukanna ikhwan yang didamba malah cowo biasa yang abis lamaran berlagak ala pacaran. Atau pas kita dah bertekad nih gamau pake yang “berbunga-bunga” gitu. Nah, ga lama abis bertekad kayak gitu eh dateng tawaran kartu kredit tinggal pake, atau tawaran cicilan rumah ga pake syarat macem-macem, atau cicilan ringan kendaraan. Atau pas niat mau nyumbang sekian rupiah, dah tinggal transfer aja, eh ada tagihan sejumlah yang sama. Bingung deh.. Fyuh.. rasanya bener-bener bikin deg deg ser.. Gimana ngga. Bikin nelen ludah kan? Tapi ya ada kalanya kalah juga entah dengan menunda melakukan atau hal yang “dianggap ringan” kayak misal “nyumbangnya ditunda kalau pas dapet duit aja” dan mungkin hal serupa lainnya.

Eh pas mau nulis curhatan ini, Allah ingetin tuh sama sebuah ayat.
Al-`Ankabūt:2 – Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?
Mana pas banget nih di kamar mandi lagi ada laba-laba *abaikan yang ini ya. Hehe. Cuma pas nama surahnya artinya laba-laba*.

Kok rasanya jleb banget ya.. ah baiklah. Siapa yang kuat? Melaksanakan tekad atau memenuhi kebutuhan yang sebenernya bisa aja ditunda karena toh kalau Allah sudah berkehendak maka permasalahan kita selesai deh. Iya ngga? Ada banyak ayat yang bilang seperti itu misalnya
Al-‘An`ām:73 – Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan benar. Dan benarlah perkataan-Nya di waktu Dia mengatakan: “Jadilah, lalu terjadilah”, dan di tangan-Nya-lah segala kekuasaan di waktu sangkakala ditiup. Dia mengetahui yang ghaib dan yang nampak. Dan Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.

Yā-Sīn:82 – Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” maka terjadilah ia.

Kuncinya untuk melewati tantangan nan godaan yang muncul setelah tekad itu terpatri adalah yakin sama Allah. Ke dukun aja kalau pengen ajiannya berhasil kan kudu yakin full sama itu dukun (kata orang yang curhat soal dukun), padahal belum tentu berhasil karena ya dia kan manusia juga. Nah, masa ke Allah yang penguasa langit dan bumi kok ya susah banget buat full percaya.. Padahal ya mau dateng ke siapapun kalau kata Allah ngga, ya ngga. Semua kan bisa terjadi hanya karena kehendak Allah..

Jadi yuk ah kita perkuat keyakinan sama Allah. Biar pas kita harus nolak berbagai tawaran karena ingin lebih baik lagi menerapkan tekad untuk menjalankan apa yang kita yakini, kita ga akan terlalu takut atau kecewa. Bener ga?

Saya masih belajar nih. Masih sering ngurut dada, masih sering sedih dengan banyaknya mimpi yang (nampak) luput dari pencapaiannya padahal tinggal sedikit lagi aja. Ah bismillah weh..

Salah satu poin di atas sudah Allah buktikan dalam hidup saya. Meski sempat terjerumus lagi dalam jebakan betmen ala cowok-cowok yang katanya mau jaga kita tapi gatau cara menjaga kita (mungkin mereka juga ga paham jadi ya jangan diharepin), alhamdulillaah kemudian Allah mengirimkan seorang lelaki oke *tsaahh* yang datang tak diundang *oops* maksudnya datang ke orang tua dan menyatakan keseriusannya melamar putri sulung bapak-mamah tanpa melalui proses pacaran, tanpa melalui proses yang aneh-aneh pokoknya langsung to the point aja ngajak nikah. Itu juga dia ga pernah ngomong ke saya langsung. Cuma ke perantara sama ke orang tua. Heuheu.
Meanwhile ya abis dia ngelamar dan diriku menyanggupi menerima lamaran doi, eh cowok-cowok idaman berdatangan. Again again.. lebih ganteng, lebih mapan *ups*. Etapi mereka kalah cepet dan kalah berani dari lelaki yang sekarang jadi suami saya. Heuheu..

Jadi memang kalau Allah sudah menghendaki saya nikah sama si A (kebetulan namanya Abdul Chalim. Hihi) ya diarahkanlah jalannya untuk akhirnya ketemu dan nikah.
Alhamdulillaah kami sekarang punya 2 anak lelaki. Semoga keduanya tumbuh menjadi lelaki yang senantiasa menjaga Allah, menjaga Rasulullah, menjaga Islam, menjaga kehormatan diri dan orang lain. Aamiin
Terutama menjaga kehormatan perempuan yang ia cintai. Semoga mereka dijodohkan dengan perempuan-perempuan yang juga menjaga diri dan kehormatannya sehingga lahir generasi yang terus menjaga Allah. Aamiin.

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s