Berkumpul dengan Kawan Lama

Sepertinya saya sudah lama sekali ga ke kampus ya. Semenjak memutuskan untuk berhenti kuliah dulu, saya belum pernah ke kampus lagi deh kayaknya.

Sampe akhirnya pertengahan pekan ini dapet undangan silaturahim dengan teman seangkatan ST Inten 2008. Ah begitu dapet undangan aja udah seneng banget. Merasa masih dianggap temen alias masih diakui 😀

Saya mengatakan akan hadir inSyaAllah *tanpa izin dulu ke suami. Izin setelah komen mau ikut. Hehe. Jangan ditiru ya*. Semangat ikut gabung karena sudah lama ga ketemu, dan ada dosen yang dateng juga untuk bicara soal kampus. Niatnya sih pengen lanjutin kuliah yang tertunda. Bismillaah.

Sayangnya sabtu tiba-tiba drop. Sebenernya udah kerasa dari hari jumat sih cuma karena harus bantu kerjaan suami juga jadi saya hari itu agak cuek sm kondisi sendiri.

Takut ga bisa ikut karena sampe tadi pagi masih kliyengan. Sampe sekarang sih. Kalau udah kambuh nih sakit kepala, bisa beneran susah bangun. Duh.

Alhamdulillaah biidznillaah siang agak mendingan meski sempat terkulai pas siapin anak-anak berangkat. Baru si sulung yang siap. Untungnya lagi di rumah mamah, si kecil jadi diurus sm adek. Jadwal pertama menghadiri pernikahan teman SD. Di tempat ini ada semangat yang kembali bangkit dengan adanya lagu sunda tempo dulu. Semangat muncul karena lagu semacam itu membuat otak saya mengirimkan sinyal kebahagiaan di masa kecil. Alhamdulillaah.

Usai menghadiri pernikahan teman, kami pulang lagi ke rumah mamah untuk ambil tas lalu kembali melaju ke tempat berikutnya, tempat silaturahim kampus akan dilaksanakan. Alhamdulillaah dapet pencerahan tentang bagaimana jika ingin melanjutkan kuliah lagi sementara saya ada di posisi masih ada mata kuliah yang belum diambil.

Selain soal kampus, ada sesi sharing dan perkenalan kembali. Perkenalan disini lebih pada cerita kegiatan masing-masing. Ah, rasanya saya ga ada apa-apanya dibanding teman-teman yang lain. Yang udah pada lulus, yang lanjut S2 di PTN ternama di Bandung, yang ngajar, yang sudah jadi manajer, bahkan owner bisnis yang sukses. Sementara saya, owner olshop yang masih belajar untuk terus berkebang. Hei, tapi teman-teman masih bisa saja bercanda tanpa ada penghalang. Ah, bahagia rasanya dikelilingi orang yang penuh semangat dan menyemangati orang lain.

Salah satu poin penting dalam sharing di acara ini adalah bahwa setiap kita punya prioritas, setiap kita memiliki jalan sendiri, kesuksesan kita tidak harus di bidang yang sama, usaha kita harus dilakukan dengan 4on (ala kek Jamil Azzaini) dan pelengkap yang sudah ditulis Allah dalam surah Al-Baqarah ayat 45 – “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu'”
Alhamdulillaah Allah lagi-lagi mengingatkan dan memberikan saya lingkungan yang begitu menyenangkan, berbagi ilmu dunia sekaligus mengingatkan untuk tetap kembali pada Allah. “Ibadah yang lurus, biar Allah yang urus” begitu kata salah satu teman.

Kembali semangat memperbaiki hubungan dengan Allah, semangat untuk kembali melanjutkan kuliah dan semangat mendidik anak-anak ^_^
Alhamdulillaah Allah memberikan suami yang seperti teman-teman: tidak hanya mengingatkan soal ikhtiar duniawi tapi juga hubungan dengan Allah.

Ayo semangat!

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s