Saat Berharga Bagi Anak

Ayah dan ibu terutama yang bekerja, jika pun tak bisa hadir 24 jam untuk anak, hadirlah di saat-saat berharga untuk anak. Meski sesaat, tapi ingatan ini akan begitu membekas dalam jiwa sang anak.

-Pagi yang Gembira
Pertama-tama biasakan anak bangun pagi. Setidaknya terbangun dari tidur dalam ke tidur biasa. Jika anak sudah cukup besar, ajaklah anak shalat berjamaah di masjid. Perjalanan bersama anak dari rumah ke masjid bisa jadi momen penting. Penekanannya bersama anak, bukan bareng anak. Hasilnya akan berbeda. Jika sekadar bareng anak, jiwa ga ikut hadir. Tapi jika bersama anak, maka momen ini dapat menjadi momen komunikasi efektif dengan anak.
Biasakan anak tak berlama-lama di kamar mandi karena ini tempat jin dan setan. Kalau pun anak kadung terbiasa main air, maka pindahkan tempat main air di luar kamar mandi/toilet. Saat bangun pagi contohlah Rasulullah dengan terlebih dahulu bertanya hal yang menyenangkan: “mimpi indah apa semalam?” Jika mimpinya indah, beri motivasi, jika mimpi buruk maka berilah tafsir mimpi yang baik. Tetep positif ya ayah bunda

Siang yang Riang
Kalau lah ayah bunda tak bisa langsung berhadapan dengan anak, anda bisa menelepon mereka “sekadar” menanyakan kabar anak, menanyakan hobinya, bertanya hal yang menyenangkan anak. Tak salah menanyakan sudah makan belum atau yang sejenis, akan tetapi menanyakan hal yang ia senangi (misal kegiatan hobinya) maka itu akan lebih bermakna dan berkesan.

-Malam yang Hangat
Ini adalah waktu jurnal. Bertanya pada anak apa saja hal menarik seharian. Usahakan memberi apresiasi pada anak. Jika anak berbuat “nakal”, jangan langsung potong pembicarannya. Biarkan ia menyelesaikan ceritanya lalu baru deh ayah bunda memberi tahu mana yang boleh dan mana yang tidak boleh. Dengan demikian anak tidak akan merasa langsung dihukum atas tindakan negatif yang mungkin ia sendiri tak tahu kalau itu salah.

-Momen di Kendaraan
Terutama bagi ayah bunda yang berkendara dengan menggunakan mobil, akan lebih mudah jika sepanjang perjalanan ayah bunda mengajak si kecil bercerita apapun. Jalanan yang dilewati biasanya bisa jadi bahan obrolan yang oke. Iya ga sih aybun?
Kalau naik motor gimana? Naik motor, jika anak duduk di depan, ayah yang bisa mengobrol dengan anak. Jika di belakang maka peran ini diambil ibu. Ya, bergiliran gitu. Tak usah khawatir, biasanya sesampainya di tempat tujuan, anak akan menceritakan kembali apa yang menarik selama berkendara tadi.

-Saat Makan Bersama
Makan bersama bisa dimaknai makan lauk dan nasi yang sama (1 mangkuk dibagi bersama) atau makan lauk berbeda tapi saling mencicipi. Bukan sekadar barengan makan. Berkumpullah dan baca doa bersama. Selain lebih berkah, juga mengajarkan anak pentingnya doa dan tentu saja mengajarkan doa harian pada anak secara tak langsung. Saling mencicipi makanan juga bisa menghadirkan keakraban antar anggota keluarga. Jadi ga usah gengsi ya.

-Saat Anak Sedih
Hadirlah saat anak bersedih. Jangan sampai saat anak sedih, yang hadir justru orang lain. Saat seperti itu anak sedang butuh super hero maka jadilah super hero anak. Momen seperti ini begitu berkesan baik untuk saat ini dan akan dibawa hingga ia dewasa. Salah pendekatan (dan salah yang mendekati) bisa berakibat fatal.
Banyak anak terjerumus hal tak baik karena yang hadir saat anak sedih adalah sosok yang tidak seharusnya. Orang yang hadir saat anak sedih akan menjadi superhero yang pada akhirnya akan diikuti anak tanpa basa-basi.

-Saat Anak Sakit
Bagaimana sih hadir saat anak sakit? Salah satunya dengan mendoakan kesembuhan sang anak. Doakan dengan lafal zhahar alias dikeraskan supaya anak mendengar doa tersebut sebagaimana Rasulullah mencontohkan. Hikmah di balik tindakan ini, selain anak merasa diperhatikan, juga anak mendengar apa saja doa kita. Sebaiknya doanya selain kesembuhan juga diikuti harapan anak setelah sembuh misal “Ya Allah sembuhkanlah Aa, semoga setelah sembuh semakin semangat menghafal alquran” dsb.

-Saat Anak Berprestasi
Hadirlah saat anak pentas, hadirlah saat anak mendapat penghargaan dan saat-saat berprestasi anak lainnya. Rasulullah misalnya, hadir saat kompetisi memanah bani Aslam kemudian menyemangati anak-anak dengan mengatakan “lepaskanlah busurmu. Sesungguhnya sebaik-baik pemanah hadir dari bani Aslam” dan sejarah mencatat Bani Aslam sebagai pencetak pemanah-pemanah ulung.

-Saat Anak Liburan dan Bermain Bersama
Bermain adalah dunia anak. Maka hadirlah disana. Lihatlah bagaimana Rasulullah hadir di hadapan anak-anak dan kehadiran beliau bukan sekadar ada melainkan hadir secara keseluruhan. Maka lihatlah bagaimana kemudian anak-anak itu tumbuh menjadi pribadi yang luar biasa.

Kalau tak bisa hadir di banyak waktu, hadirlah di waktu yang sedikit tapi berkesan. Allahu a’lam

#Materi ayah Bendri di luar makalah di pelatihan Yuk Jadi Ayah Idola Anak
Terima kasih catatannya, hubby

Ditulis dengan penuh cinta dan semangat
Salam hangat,
Esa

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s