Catatan dari Pelatihan “Yuk Jadi Ayah Idola Anak” Bag. 2 – Panduan Pengasuhan dari alQuran

Materi Ayah Bendri
Penguatan Peran Ayah
Masih berpatokan pada surah Ali Imran ayat 33,
(إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَىٰ آدَمَ وَنُوحًا وَآلَ إِبْرَاهِيمَ وَآلَ عِمْرَانَ عَلَى الْعَالَمِينَ)
“Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga ‘Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing),

Melalui ayat ini ada info tentang penguatan peran seorang ayah. Keluarga nabi Ibrahim mencontohkan Ibrahim sebagai sosok utama ayah itu sendiri. Sementara keluarga Imran, karena Imran meninggal tidak lantas Maryam kehilangan sosok ayah. Ada “ayah pengganti” yakni nabi Zakaria sebagai ayah asuh sebagaimana ditulis dalam surah Ali Imran ayat 37,
“Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakariya pemeliharanya. Setiap Zakariya masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakariya berkata: “Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?” Maryam menjawab: “Makanan itu dari sisi Allah”. Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab.”

Dalam alQuran sendiri disebutkan ada total 17 dialog pengasuhan yang tersebar dalam 9 surah. 14 diantaranya dialog ayah dan anak, 2 dialog ibu dan anak dan 1 dialog anonim orang tua dengan anak. Dari sini kita bisa mencoba mengambil kesimpulan bahwa pengasuhan oleh ayah itu penting. Bahkan ketika seorang ayah meninggal maka harus ada yang menggantikan peran itu sebagaimana Maryam memiliki nabi Zakaria, nabi Muhammad memiliki Abdul Muthallib dan Abu Thalib.

Imam Ibnul Qoyyim berkata, “betapa banyak orang yang menyengsarakan anaknya, buah hatinya di dunia dan akhirat karena ia tidak memperhatikannya, tidak mendidiknya dan memfasilitasi keinginannya sementara ia mengira telah memuliakannya padahal ia telah merendahkannya. Dia mengira telah menyayanginya padahal ia telah menzhaliminya. Maka hilanglah bagiannya pada anak itu di dunia dan akhirat. Jika anda amati kerusakan pada anak-anak, penyebab utamanya adalah ayah.” (Tuhfatul maudud bi ahkamil maulud)

Adapun dampak ketiadaan ayah adalah rusaknya psikologis yang diderita anak-anak yang tidak mengenal ayahnya. Hal ini berakibat harga diri anak rendah, bertingkah kekanak-kanakkan, terlalu bergantung, kesulitan menetapkan identitas seksual (cenderung feminin atau hipermaskulin), kesulitan belajar, kurang bisa mengambil keputusan, dan bagi anak perempuan khususnya, tanpa model peran ayah setelah dewasa sulit menentukan pasangan yang tepat dan salah memilih pria yang layak.

Memiliki Visi Pengasuhan
Dari contoh 2 keluarga dalam alQuran, visi pengasuhan keluarga nabi Ibrahim tertuang dalam surah Ibrahim ayat 35-37 yakni: penyelamatan aqidah, pembiasaan ibadah, pembentukan akhlaqul karimah dan pengajaran lifeskill (entrepreneur). Sementara keluarga Imran visinya tertuang dalam surah Ali Imran ayat 35 yakni menjadi hamba Allah yang taat (muharraraa).

Dengan adanya visi, maka akan lebih mudah saat akan beraksi. Dalam sebuah keluarga perlu adanya kerjasama sebagaimana pepatah, “ibu adalah madrasah pertama seorang anak dan ayah adalah kepala sekolahnya“. Adalah tugas seorang kepala sekolah untuk membuat nyaman sekolah, menentukan visi misi dan evaluasi program.

Mencari Lingkungan yang Baik
Keluarga nabi Ibrahim dan keluarga Imran memiliki tempat dan lingkungan yang baik. Hal ini sebagaimana doa nabi Ibrahim yang ditulis dalam alQuran surah Ibrāhīm:35 – Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.
Keluarga Ibrahim berada di dekat Masjidil Haram (surah Ibrāhīm:37) Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.
Sementara keluarga Imran tinggal di dalam Baitul Maqdis sebagaimana disiratkan dalam surah Ali Imran ayat 35: “(Ingatlah), ketika isteri ‘Imran berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui””.
Masjid adalah tempat terbaik seperti dalam hadits yang diriwayatkan oleh athThabrani dan alHakim bahwa “sebaik-baik tempat adalah masjid dan seburuk-buruk tempat adalah pasar”

Doa yang Tak Pernah Putus
Mari kita cek doa kedua keluarga yang diabadikan Allah dalam alQuran.
-Doa keluarga Ibrahim ada di surah Ibrahim ayat 35-40
(وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الْأَصْنَامَ) [Surat Ibrahim :35]
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.
(رَبِّ إِنَّهُنَّ أَضْلَلْنَ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ ۖ فَمَنْ تَبِعَنِي فَإِنَّهُ مِنِّي ۖ وَمَنْ عَصَانِي فَإِنَّكَ غَفُورٌ رَحِيمٌ) [Surat Ibrahim : 36]
Ya Tuhanku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan daripada manusia, maka barangsiapa yang mengikutiku, maka sesungguhnya orang itu termasuk golonganku, dan barangsiapa yang mendurhakai aku, maka sesungguhnya Engkau, Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ) [Surat Ibrahim : 37]
Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.
(رَبَّنَا إِنَّكَ تَعْلَمُ مَا نُخْفِي وَمَا نُعْلِنُ ۗ وَمَا يَخْفَىٰ عَلَى اللَّهِ مِنْ شَيْءٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ) [Surat Ibrahim : 38]
Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang kami sembunyikan dan apa yang kami lahirkan; dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi bagi Allah, baik yang ada di bumi maupun yang ada di langit.
(الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي وَهَبَ لِي عَلَى الْكِبَرِ إِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ ۚ إِنَّ رَبِّي لَسَمِيعُ الدُّعَاءِ) [Surat Ibrahim : 39]
Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua(ku) Ismail dan Ishaq. Sesungguhnya Tuhanku, benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) doa.

(رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ) [Surat Ibrahim : 40]
Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.

-Doa Keluarga Imran ada di surah Ali Imran ayat 35-36
(إِذْ قَالَتِ امْرَأَتُ عِمْرَانَ رَبِّ إِنِّي نَذَرْتُ لَكَ مَا فِي بَطْنِي مُحَرَّرًا فَتَقَبَّلْ مِنِّي ۖ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ) [Surat Aal-E-Imran : 35]
(Ingatlah), ketika isteri ‘Imran berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.

(فَلَمَّا وَضَعَتْهَا قَالَتْ رَبِّ إِنِّي وَضَعْتُهَا أُنْثَىٰ وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا وَضَعَتْ وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالْأُنْثَىٰ ۖ وَإِنِّي سَمَّيْتُهَا مَرْيَمَ وَإِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ) [Surat Ali Imran : 36]
Maka tatkala isteri ‘Imran melahirkan anaknya, diapun berkata: “Ya Tuhanku, sesunguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk”.

Hati anak terpaut karena Allah yang mengikatnya. Jika anak tak menurut, periksa hubungan kita dengan Allah.

Komunikasi yang Patut
Mari kita belajar dari surah anNisa ayat 9 dan al-Ahzab ayat 70-71
An-Nisā’:9 – Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.
Maka dialog adalah hal penting. Efek dari dialog orang tua dan anak adalah adanya thinking skill. Karena Allah mengajak hambaNya untuk berpikir maka tugas pengasuhan yakni mendidik anak untuk berpikir. Gunakan thinking word dengan rumus: jelaskan situasinya lalu tanya pendapatnya. Hal ini senada dengan bahasan di bincang-bincang dengan aya Edy tentang pengenalan Tuhan kepada anak menggunakan rumus yang hampir sama sehingga misal saat menjelaskan rambu lalu lintas, tidak dengan mengatakan “lampu merah berarti berhenti” dst melainkan “coba kamu perhatikan kalau kendaraan bertabrakan apa akibatnya? Nah maka dari itu ada lampu merah untuk mengatur” dst.

Dokumentasikan Kisah Pengasuhan
Silakan dikaji masing-masing ayat-ayat berikut: QS Thaha:99, QS Maryam:41, QS Maryam:16 kesemuanya lebih pada “ceritakanlah tentang A, ceritakanlah tentang B” dst.
Kekuatan Pengasuhan berbasis Sejarah mengandung manfaat:
-Anak butuh puzzle yang utuh
-Memori positif di masa kecil mempengaruhi kehidupan masa dewasa
-Catat dan dokumentasikan momen-momen indah anak
-Kalimat cinta yang tertulis lebih bernilai dibanding yang terucap lisan.
-Sejarah mencatat pengorbanan Hajar sebagai ibu adalah bukti pencatatan itu penting

Menjadi Teladan bagi Anak
Keteladanan adalah nasihat yang sangat menyentil. Aturan ada untuk kita bukan hanya untuk anda (anak). Anak lebih meniru apa yang ia lihat daripada yang ia dengar. Mulailah dari diri sendiri (silakan baca kembali surah Ibrahim ayat 35&40).

Allahu a’lam.
Ini adalah akhir tulisan materi dari aya Bendri. Next bahasan ayah Irwan. Tunggu ya kelanjutannya 😀

Ditulis dengan penuh cinta dan semangat
Salam hangat,
Esa

Iklan

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s