Mengenali Tipe Anak

Sebenarnya bisa terlihat saat main bersama teman-temannya di rumah. Tapi berhubung ga terlalu banyak teman main (dulu) jadi ga terlalu nampak nih di Danisy. Mulai ketahuan pas masuk sekolah. Bukan ketahuan sih. Lebih tepatnya mulai muncul sehingga saya mulai ngeh dengan tipe Danisy seperti apa.

Buku referensi saya adalah “Mendidik Anak dengan Cinta” tulisan bu Irawati Istadi. Di bahasan awal banget tipe anak ini ditulis.

1. Tipe Mudah
Kelebihan anak tipe ini adalah mudah bergaul, berani, menyenangkan, lincah dan suka tantangan. Kekurangannya terletak pada kecenderungan sulit diarahkan dan butuh pengamanan ekstra mengingat kesukaan tipe anak ini terhadap tantangan
2. Tipe Perlu Pemanasan
Tipe anak seperti ini cukup berhati-hati terhadap lingkungan baru tapi tidak penakut. Mereka hanya hati-hati. Ini merupakan kelebihan karena si anak lebih waspada. Butuh sedikit waktu untuk beradaptasi dan perlu dorongan dalam mencoba sesuatu yang baru atau saat dihadapkan pada tantangan merupakan kekurangannya. Akan tetapi orang dewasa yang paham akan kekurangan ini tahu harus bagaimana. Jika sudah on anak akan dengan mudah beradaptasi
3. Tipe Sulit
Kelebihan anak tipe ini adalah mudah diatur dan dikendalikan karena masih sangat tergantung kepada orang tua (orang dewasa). Kekurangan anak tipe ini tentu karena mereka terlalu tergantung terhadap orang dewasa, sulit beradaptasi dan cenderung pemalu dan penakut.

Nah Danisy tipe mana? Danisy ini sebenarnya bisa bergaul dengan yang lain hanya ia butuh waktu. Tidak langsung on. Di buku dijelaskan bagaimana kita sebagai orang tua harus bersikap. Mengajaknya bicara sebelum memasuki lingkungan baru bisa jadi salah satu alternatif.

Yang pasti ga boleh memaksa anak mengikuti keinginan kita. Apalagi pas giliran punya anak tipe sulit. Orang tua harus sabar menunggu anak on supaya tidak lantas menghilangkan kepercayaan diri sang anak karena kita orang tuanya memaksa dia untuk mengikuti keinginan kita supaya dia mau bergaul, memarahinya kalau tak mau menurut.

Memiliki anak tipe mudah pun bukan tanpa tantangan. Salah-salah anak bisa hilang keberaniannya karena salah asuh. Membiarkan anak melaksanakan tantangan dengan pengawasan yang baik bagus untuk tumbuh kembangnya

Ya, setiap kita punya tantangan mendidik anak masing-masing. Tak bisa disamaratakan. Jadi pastikan orang dewasa yang terlibat memiliki aturan yang disepakati bersama.

Ditulis dengan penuh cinta dan semangat
Salam hangat,
Esa

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s