Doaku Untukmu, Cinta

Sudah sejak akhir tahun lalu kau memutuskan untuk resign dan berwirausaha. Aku tak berani menolak. Mimpi harus dikejar.

Meski dalam perjalananmu memulai usaha semua nampak tak mudah dan engkau mendapatiku seperti tak mendukungmu dengan sikap acuhku. Bukan tak mendukung, hanya saja aku harus menata hati dan semua jadwalku agar usahamu lancar. Meski usaha itu masih belum sepenuhnya berhasil. Aku berusaha memenuhi kebutuhanku dan anak-anak dengan hasil keringatku sendiri semata karena tak ingin engkau terlalu terbebani.

Meski demikian, tak jarang kita cekcok untuk beberapa clash yang terjadi selama semua dijalani. Komunikasi yang tak lancar adalah penyebab utamanya. Aku hanya tak ingin terlalu membebanimu, maka aku berusaha sekuat tenaga membiayai diriku sendiri dan karena berniaga bagiku bukan sekadar mencari uang tapi juga bentuk me time ku selama ini.

Cinta, tahukah kau bahwa aku tetap mendoakanmu? Kita punya mimpi yang sama: membuka lowongan kerja, membantu memberi pekerjaan pada orang sekitar. Mimpiku itu mungkin belum terwujud, tapi mimpimu perlahan terwujud dengan izin Allah. Semula hanya keluarga kita, kemudian satu keluarga muda terbantu, lalu bertambah lagi satu keluarga yang sudah sepuh dan teramat bahagia dengan kerjaan darimu yang bagi kita mungkin uang yang ia dapat tak seberapa tapi bagi mereka sangat membantu.

Tahukah, sayang. Hari ini sebuah keluarga kembali bergabung dengan pekerjaanmu. Kini setidaknya tiga keluarga terbantu dengan adanya pekerjaan darimu. Bukankah itu adalah sebuah hal yang seharusnya membahagiakan?

Aku hanya mendoakan, semoga Allah memberkahi usahamu hingga dapat membantu banyak orang. Membantu klien di hari bahagianya dengan kartu undangan yang cantik dan membantu banyak keluarga mendapat penghasilan tambahan.

Engkau tahu di sekitar kita banyak yang kurang mampu dan usahamu ini adalah bukti nyata kontribusimu dalam memberi solusi bagi mereka yang bersedia bekerja demi harta yang halal. Usahamu seperti angin segar bagi bangkitnya perekonomian masyarakat sekitar. Dan semoga dengan begitu, Allah memantaskan kita untuk dapat terus membantu sesama dan memberkahi keluarga kita dengan rejeki halal nan berlimpah, rumah yang luas dan hidup, kendaraan yang cepat dan nyaman, anak-anak yang shalih dan penghafal alQuran.

Melalui tulisan ini, aku hanya akan bilang “dukunganku padamu mungkin tak kau rasa nyata. Tapi percayalah bahwa aku akan mendukungmu. Meski sulit tapi kita pasti bisa melalui semua. Satu saja yang kuminta, jangan lalaikan aku dan anak-anak.”

Barakallaah.
Ditulis dengan penuh doa dan cinta.
Bada Maghrib.
Bandung, 30 Mei 2014

Tulisan ini dibuat melalui aplikasi WordPress for Android

Salam hangat
Esa

Iklan

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s