Tantangan Yang Membuatku Menangis

Share dari sebuah grup WhatsApp

RENUNGAN SORE PENUH MAKNA

Sebuah episode kehidupan …. Melepas Suami Pergi Mencari Nafkah

“Bun, pergi yah…” teriak ayah di belakang motornya yang sudah siap melaju.
“Iya, ati-ati…”, teriak bunda tak kalah keras sambil terus melanjutkan cucian piringnya yang belum selesai.


Tapi itu masih lumayan dibanding yang berikut:
“Lho ayah kemana, kok sudah nggak ada?” tanya Bunda ke kakak yang sedang asyik main boneka.
“Kayaknya sudah berangkat deh Bun, waktu Bunda lagi cuci baju di belakang” jawab kakak.
Hmm… jadi penasaran, apa yang dilakukan Rasulullah ketika pergi meninggalkan rumah?

‘Aisyah berkata : “Rasulullah menciumku, kemudian beliau pergi ke mesjid untuk melakukan shalat tanpa memperbarui wudlunya” (HR Abdurrazaq, Ibnu Majjah, Aththabrani, dan Daraqutni)

Sebelum meninggalkan rumah, tak lupa Rasulullah SAW berdoa:
“Bismillaahi Tawakkaltu ‘Alallaah Laa Haula wa Laa Quwwata Illaa Billaah”
Artinya:
“Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan-Nya.”

Dilanjutkan dengan doa ini:
“Allaahumma Innii A’udzubika an Adhilla au Udhalla, au Azilla au Uzalla, au Azlima Au Uzlama, au Ajhala au Yujhal ‘Alayya”
Artinya:
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesesatan diriku atau disesatkan orang lain, dari ketergelinciran diriku atau digelincirkan orang lain, dari menzhalimi diriku atau dizhalimi orang lain, dari berbuat bodoh atau dijahilkan orang lain.”

Subhanallah….
Ternyata begitulah cara suami meninggalkan istrinya di rumah. Sungguh indah, penuh kesan.
Mencium dan mendoakan. Mudah dan sederhana, tapi dalam maknanya.

Kita tidak pernah tahu kapan ajal menjemput. Sebagaimana kita tahu, melepas suami pergi bekerja itu adalah sama dengan melepas suami pergi berjihad.

Apakah kenangan saling berteriak itu yang ingin kita kenang dalam melepas kepergian suami? Atau kenangan suami “hilang” begitu saja tanpa pamit? Tentu tidak.

Sepanjang sisa hari, sang istri akan teringat ciuman di kening…
Suami pun pergi tenang dengan membawa kenangan wangi rambut istrinya. Plus bonus senyuman terindah yang diberikan sang istri tercinta yang melepas kepergiannya di depan pintu rumah.

Dalam doa yang dipanjatkan, ada makna penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah. Menitipkan anggota keluarga yang dicintai hanya kepada Allah. Memohon perlindungan bagi fitnah dunia yang mungkin terjadi.

Suami: Cium kening dan doakan Istri tercinta…
Istri: Antarlah suami hingga ke pintu depan. Lepas kepergiannya dengan mengamini doanya dan berikan senyuman terindah.

Semarah apapun kita saat berpisah, jangan pernah lupa saling berpamitan dengan baik. Sekali lagi karena kita tak tahu kapan ajal menjemput.
Jadi bagaimana, berani terima tantangan ini?

Berani? Saya justru malu. Karena mengingat suami. Semarah apapun beliau pada saya dan meskipun saya sedang begitu marah hingga kadang menghindarinya, ia akan dengan sabar tetap berpamitan dengan baik. Menciumi anak-anak dan meski tidak mencium saya (tentu karena sy menghindarinya) ia pamit seperti tak terjadi apapun diantara kami..

Ah, rasanya banyak sekali dosaku padamu, A..

Ya Allah, jadikanlah hamba istri yang berbakti pada suami sebagaimana Engkau mewajibkannya akanku
Jadikanlah hamba dan anak-anak sebagai penyejuk matanya. Jadikanlah keluarga kami sakinah ma waddah wa rahmah. Berkahilah setiap langkah yang ia ambil dalam mencari nafkah, berkahilah setiap usahanya. Mampukan aku untuk qanaah dan mendukungnya setiap saat. Mampukan kami mendidik anak-anak kami agar menjadi muslim yang Engkau cintai dan mencintaiMu. Berikanlah pahala terbaik di sisiMu untuk setiap peluh dan lelah yang ia rasakan. Jadikanlah kesabarannya sebagai penyebab hadirnya kasih sayangMu dan syafaatMu kelak. Aamiin

Ditulis dengan penuh cinta untuk lelaki terbaik yang Allah kirim secara tiba-tiba yang kemudian menjadi perantara hadirnya bahagia.

Tulisan ini dibuat melalui aplikasi WordPress for Android

Salam hangat
Esa

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s