Bapak Tetaplah Bapakku, Bapak Terbaik Untukku

Meski sy (sering merasa) kecewa pada bapak, tapi Bapak tetaplah bapakku. Bapak terbaik yang disiapkan Allah untukku. Bapak adalah perantara hadirnya aku di dunia ini.
Bahkan di hari pernikahanku, ada rasa kesal yang kupendam. Saat itu aku berpikir ketidaklancaran pernikahanku adalah kesalahan bapak. Bapak yang salah. Bapak yang bikin kacau.

Padahal..

Bapak begitu sayang padaku
Di saat ijab qabul, suaranya terbata. Tangannya bergetar saat memegang tangan calon suamiku.
Ya, pasti berat melepasku ke tangan lelaki yang aku pun bahkan baru mengenalnya, apalagi bapak yang baru beberapa kali saja bertemu dengannya. Pernah sekali aku menyinggung tentang “rasa sakit”ku ketika acara pernikahanku berlangsung. Terucap begitu saja. “Gara-gara bapak kan nikahan teteh jadi berantakan. Terlalu menyepelekan” dan kemudian aku sadar, hal itu pasti sangat membuat hatimu sakit. Tapi engkau diam saja. Engkau sebenarnya mengupayakan yag terbaik tapi aku tak melihat prosesnya.
Bapak hampir tidak pernah menolak saat aku meminta bantuan, bahkan di saat beliau tengah capek atau sakit, masih saja mau mengantar atau menjemputku.

Bapak yang dulu selalu meletakkanku di pundaknya dan membiarkanku berpegangan pada keningnya.
Bapak yang selalu menyayangiku melebihi rasa sayangku tentunya.
Bapak bahkan mungkin tak pernah berpikir untuk meyakitiku.
Bapak mungkin tak pernah berpikir untuk membebaniku.

Bapak mungkin selalu mengupayakan yang terbaik untukku. Sama seperti beliau memperjuangkan keinginanku berjilbab saat memasuki jenjang SMP.

Seharusnya aku bersyukur karena beliau salah satunya, aku bisa menjadi aku yang sekarang.
Seharusnya aku selalu berpikir, saat bapak pulang malam tanpa membawa uang seperserpun, mungkin ia bahkan tak sempat makan siang tapi masih terus bekerja. Meskipun saat ditanya, bapak seringkali menjawab bahwa bapa makan ditraktir teman. Ah ayolah. Tak mungkin setiap hari temannya mentraktir makan. Tapi sepertinya sebuah aib jika seorang lelaki menampakkan ketidakmampuannya (seperti yang kulihat pula pada sosok lelaki lainnya, suamiku). Dan juga adalah rasa sakit yang mendalam jika ketidakmampuannya itu diketahui banyak orang.
Bapak pasti seringkali menahan rasa sakit hati karena disepelekan banyak orang, bahkan oleh keluarga sendiri. Rasa sakit yang pasti lebih dalam dari sakit yang kami, anak-anakmu rasakan saat engkau dihina keluargamu.

Ya Allah, durhaka sekali aku pada bapak. Ia yang Engkau jadikan perantara hadirnya aku di dunia. Dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Dengan semua kash sayangnya. Tak seharusnya aku membencinya, marah padanya karena ia selalu menyayangiku. Ia selalu berusaha memberikan yang terbak untukku meski tak selalu berakhir baik. Ia yang mungkin telah seringkali menahan malu atau rasa sakit demi mencari nafkah untuk kami anak-anaknya.

Maka ya Allah, anugerahkanlah anak-anak dan cucu-cucu yang shalih dan shalihah agar senantiasa mendoakan beliau. Berkahi kehidupannya. Ampuni dosa-dosanya. Berikanlah kebahagiaan di dunia dan akhirat. Aamiin..

Love u, bapak..

Kontak kami:
Belanja Keluarga
CP: Ibu Esa
Twitter/LINE/Instagram/KakaoTalk @belanjakeluarga
SMS/WhatsApp: 0878-2192-4595
Pin BB: 75B9C43A
Email: bekel.belanjakeluarga@gmail.com

Aim Desain
CP: Bapak Chalim
SMS/WhatsApp: 0852-2079-5095

Dipostingkan melalui aplikasi WordPress untuk Android

Iklan

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s