Dialah Suamiku

Someone who really loves u, sees what a mess u can be, how moody u can get, how hard u are to handle but still wants u in their life

Kalimat itu rasanya pas banget. Ngena banget.
Teringat pada seseorang yang baru saja ku kenal. Seseorang yang baru saja mengajakku ke dalam kehidupannya yang ternyata sangat unpredictable..
Perkenalan kami singkat. Sebelum akhirnya tiba-tiba sy mendapatkan kabar bahwa seseorang tengah berniat menjalin hubungan yang serius: menikah. Kaget dan tak percaya awalnya. Tapi mungkin karena Allah sudah menetapkan jodohnya, semua serba singkat hingga akhirnya kami menikah tanpa kendala berarti.
Orang tua yang semula memiliki kriteria calon suami untuk saya, langsung mengiyakan padahal ia jauh dari kriteria yang dimaksud. Saya sendiri tidak melihat kriteria ideal pada dirinya, sesuai yang saya harapkan. Tapi, jawaban yang tersedia hanyalah “iya”.
Saya masih ingat betul satu-satunya permintaan saya terhadap suami saat awal menikah. Yang jika saya sebutkan disini, mungkin sebagian besar akan mencibir atau mungkin entah akan berekspresi seperti apa. Tapi permintaan tunggal itu ia jawab dengan mantap “inSyaAllah”. Kemudian Allah mengabulkannya. Mungkin Ia kasihan atau memang itu adalah hadiah atas kesabarannya menjaga diri dan cintanya.
Quote yang saya sebutkan di atas, diakui banyak pasangan ya sepertinya. Dalam pernikahan kita tahu betul sifat dan watak pasangan kita luar dalam. Dari yang terburuk sampai yang terbaik. Tapi..
Mereka yang benar-benar mencintaimu adalah mereka yang meski sudah tahu betapa berantakannya dirimu, betapa moody-nya kamu dan betapa keras kepalanya kamu, tapi mereka masih saja tetap berharap dan menginginkanmu senantiasa bersama mereka.
Itulah keluarga. Dan salah satu dr “mereka” adalah pasangan kita.
Suamiku sudah tahu semua tentangku. Kami seringkali berselisih, tapi kemudian aku selalu disadarkan bahwa ia begitu mencintaiku, meski kami seringkali berbeda dan bahkan bertengkar. Ia tetap selalu ingin aku tetap di sampingnya. Ia tetap selalu mencintaiku, apapun adanya aku..
Dan meski ia memiliki banyak hal yang seringkali membuat saya merasa kecewa (dalam pandangan dan asumsi saya), saya tetap takut kehilangan dia. Itulah cinta sepertinya ya..
Semarah atau sekesal apapun kita pada pasangan atau mungkin anak kita, kita tetap menginginkan mereka untuk senantiasa berada dalam kehidupan kita dengan segala kelebihan dan kekurangannya..

Kontak kami:
Belanja Keluarga:
Twitter/LINE/Instagram @belanjakeluarga
SMS/WhatsApp: 0878-2192-495
Pin BB: 75B9C43A or 27FD6E4C

Aim Desain
SMS/WhatsApp: 0852-2079-5095

Dipostingkan melalui aplikasi WordPress untuk Android

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s