Menjadi Ibu Menjadi Pembelajar Selalu

Salah satu dalil yang paling diingat adalah carilah ilmu semenjak lahir sampai akhir. Redaksi lengkapnya saya ga hafal. Tapi menjadi sebuah pengingat.

Dulu mah ga kepikiran tuh kok bisa ya? Gimana caranya? Ternyata jawabannya sederhana: belajar itu ga harus melulu tentang duduk di bangku sekolah tapi jauh lebih berat dari itu. Loh kok? Hehe.. Maksudnya gini lho.. Kalau sekolah mah ya, jelas kurikulumnya, jelas ujiannya, jelas naik kelasnya. Kalau yang di luar itu? Parameternya hampir samar meski kadang terlihat secara kasat mata.

Saat bayi, memperhatikan anak-anak.. Dari yang ga ada, jadi ada, kemudian dilahirkan ke dunia. Saat pertama lahir hampir ga bisa apa-apa, tanpa daya. Tapi lihatlah kemampuan bayi 1 hari, 1 minggu, 1 bulan, 2 bulan, dst. 1 tahun, 2 tahun, dst.. Selalu ada hal baru yang mereka pelajari dan selalu ada kemampuan baru yang mereka kuasai..

Menjadi ibu membuat siapapun belajar lagi tentang posisi ini. Sebuah amanah yang tidak mudah tapi juga tidak terlalu sulit.

Menjadi ibu hendaknya tetap membuat kita seperti selalu haus ilmu. Kita harus banyak belajar tentang dunia ibu dan anak dan mencoba menyeimbangkan dunia kita sebagai seorang istri, anak dan bagian dari masyarakat pada umumnya. Menjadi seorang ibu menuntut kita belajar bagaimana seharusnya seorang ibu, bagaimana seharusnya menjadi orang tua, bagaimana seharusnya anak-anak tumbuh dan berkembang. Bagaimana agar anak bisa tumbuh menjadi diri mereka sendiri tapi nilai yang kita yakini juga tetap tertanam dengan baik pada diri mereka.

Ya, menjadi ibu bukan sekadar mengandung dan melahirkan anak-anak. Menyusui dan memenuhi kebutuhan zhahirnya. Tapi jauh dari itu, Allah dan RasulNya mengamanahkan pendidikan mereka di tangan kita, menjadi penerus visi misi kita dan suami dalam membentuk pribadi yang diharapkan. Menjadi pribadi-pribadi yang dicintai Allah.

Jika seorang ibu terlalu banyak memberikan “excuse”  permakluman terhadap proses mencari ilmu, maka tentu pertumbuhan anaknya tidak akan terlalu maksimal. Itu pula kenapa dijanjikan surga pada seorang ibu dan bahkan surga ada pada diri kita, perempuan yang masyarakat seringkali menganggap sebagai sosok lemah.

Seorang wanita adalah tiang negara, begitu kata sebuah pepatah. Dalam sebuah hadits disebutkan, jika kaum wanitanya shalihah, maka kebaikan pada kaum itu, namun jika kaum wanitanya kacau, maka kekacauan pada kaum itu. Tentu saja. Peran seorang ibu dalam menyikapi suami dan anak-anaknya begitu berpengaruh terhadap sikap sang suami dan anak-anaknya di luar rumah. Betapa tidak, seorang ibu yang selalu menemani anak-anak sepanjang hari, sikapnya akan ditiru oleh anak-anak secara langsung ataupun tidak, secara disadari atau tidak. Dan sikap terhadap suami juga akan memengaruhi sang suami apakah ia senang dan bahagia atau justru malah uring-uringan.

Menjadi ibu, tetiba saja kita kadang harus belajar menjadi sosok yang lain. Dari yang tidak sabaran, jadi sabar supaya anak-anak juga belajar sabar. Dari yang malas-malasan jadi lebih rajin demi anak-anak dan suami. Dari yang asal-asalan jadi lebih teratur. Dan masih banyak lagi. Karena kita tentu ingin anak-anak kita lebih baik segalanya dari diri kita.

Itulah kenapa menjadi seorang ibu,membuat kita harus belajar selalu. Belajar untuk mempersiapkan generasi selanjutnya secara langsung.

Dan ingat, ibu tak juga harus melulu seorang yang mengandung dan melahirkan, melainkan bisa juga sosok-sosok yang peduli dan intens terhadap anak. Karena setiap perempuan kelak pasti menjadi seorang ibu. Entah bagi anak-anaknya sendiri ataupun anak-anak yang berada dalam tanggung jawabnya.

Selamat menikmati dunia ibu ^_^

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s