Persiapan MPASI Azam

Sebentar lagi Azam MPASI. Yang terpikir untuk saat ini adalah metode yang akan diterapkan. Saya sudah memutuskan untuk menerapkan metode yang sama dengan metode yang diterapkan pada Danisy dulu. Perpaduan antara metode suap dan BLW.

Nah, ada sebuah grup menarik tentang MPASI di FB, namanya Homemade Healthy Baby Food atau sering disingkat HHBF. Saya mengenal grup ini dari Teh Ossy, dulu ketika Danisy masih kecil. Tapi sayangnya saat itu Danisy sudah MPASI ketika saya nyemplung di grup tersebut sehingga fokus saya ke menu dan bahasan sesuai usia Danisy.

Nah, karena sudah nyemplung disana saat Azam mau MPASI, saya sudah mulai makin intens buka dan baca file dokumen di grup HHBF. Salah satu yang menarik perhatian saya kemarin adalah tentang penentuan tanggal MPASI. Ada fakta menarik bahwa menurut WHO, MPASI dimulai ketika anak berusia 180 hari, jadi bukan saat usia anak 6 bulan dalam hitungan tanggal per bulan. Sehingga Azam yang secara masehi usia 6 bulannya baru tanggal 2 November nanti, sudah bisa memulai MPASI di tanggal 28 Oktober nanti saat usianya tepat 180 hari.

Danisy dulu mulai MPASI saat usia secara masehi tepat 6 bulan. Semoga sehat selalu ya nak. Maafkan ketidaktahuan ummi..

Soal persiapan MPASI Azam nanti, saya dan mamah bahkan sudah sepakat tentang metode yang akan diterapkan karena berbekal pengalaman dengan Danisy dulu. Ketika kemarin banyak daging, mamah dengan semangat membuat kaldu dari kaki sapi. Kaldunya sudah siap, bekal untuk bikin bubur nanti. Soal jadwal pemberian MPASI memang belum saya buat. Sementara rencana untuk tidak mengenalkan gula dan garam sebelum usia 1 tahun sudah tentu akan dilaksanakan, inSyaAllah. Danisy juga dulu begitu. Awalnya banyak tentangan, tapi melihat Danisy yang tetap lahap meski tanpa gula dan garam, semua orang menghargai keputusan yang saya ambil. Memutuskan memasak sendiri berbagai menu MPASI juga sudah disepakati. Selain hemat, juga lebih sehat.

Ada 2 “aliran” dalam metode pemberian MPASI yakni aliran WHO dan aliran Food Combining (yang di Indonesia diperkenalkan secara luas oleh Pak Wied Harry). Danisy sendiri mengawali masa MPASI dengan bubur yang dibuat dari tepung gasol. Untuk Azam, saya belum ada niatan untuk beli tepung gasol. Hehe.. Sementara mau memulai dengan puree ataupun bubur buatan sendiri.

Penjelasan aliran WHO yakni sebuah metode pemberian MPASI dengan memperhatikan AFATVAH yakni Age, Frequency, Amount, Texture, Variety, Active/Responsive dan Hygienic. Dalam panduannya, WHO menjelaskan pemberian MPASI di usia 6 bulan (180 hari) sebagai waktu yang tepat memperkenalkan makanan pendamping ASI. Frekuensi pemberian MPASI untuk awal adalah 1-2 kali lalu meningkat menjadi 2-3 kali dengan disertai 1-2 kali camilan bergizi di usia 6-9 bulan. Usia 9-12 3 kali makan dengan 2-3 kali camilan. Awal pemberian MPASI adalah 2-3 sendok makan orang dewasa, jadi jangan terburu-buru memberikan takaran besar pada anak di awal MPASI nya ya. Seiring pertambahan usia, takaran menjadi sekitar 125 ml di usia 6-9 bulan dan 250 ml di usia 9 – 12 bulan.

Mengenai tekstur makanan, WHO menganjurkan agar tidak perlu ada tahap kekentalan makanan karena makanan yang encer mengandung kalori yang lebih sedikit. Ciri makanan kental adalah, makanan tidak tumpah saat sendok dibalik.

Mengenai variasi makanan yang diperkenalkan, WHO menyarankan untuk memperkenalkan semua jenis makanan pada anak agar anak mendapatkan berbagai nutrisi. Bahkan untuk beberapa pertimbangan, WHO menyarankan perkenalan daging merah juga bisa sedari anak masih di bawah 1 tahun.

Active/Responsive diartikan sebagai cara pemberian makan secara aktif tanpa disertai nonton tivi, jalan-jalan dan lain sebagainya. Lihat respons anak, pastikan eye contact pada anak juga dilakukan saat pemberian makan. Jadikan jam makan sebagai jam yang menyenangkan. Anak merespon baik, kita merespon dengan kata positif, menyemangati dan lain sebagainya.

Hygienitas juga menjadi salah satu faktor penting yang diperhatikan WHO. Tentu saja, makanan yang tersaji dengan bersih, wadahnya juga bersih semakin mengurangi resiko anak terkena bakteri atau kuman yang masuk ke dalam perut melalui makanan. Meski demikian, bukan higienis yang berlebihan ya. Sewajarnya saja ๐Ÿ™‚

Beda lagi dengan panduan MPASI ala Food Combining. Food Combining yang diajarkan pak Wied Harry menyarankan buah segar sebagai makanan awal pada MPASI anak. Hal ini didasari bahwa buah memiliki karbohidrat yang mudah dicerna dan buah-buahan dilengkapi enzim pencernaan sehingga disebut predigested atau semidigested alias sudah setengah dicerna. Pada usia 6-7 bulan tidak disarankan diberi karbohidrat kompleks seperti nasi dan makanan pokok karena cenderung sulit dicerna dan tidak dilengkapi dengan enzim pencernaan. Nasi dan sayur memiliki kandungan karbohidrat kompleks sehingga untuk awal tidak disarankan. Sayur disebut memiliki kandungan karbohidratkomoleks karena mengandung serat yang merupakan bagian dari karbohidrat kompleks. Pemberian karbohidrat kompleks dimulai di usia 7 bulan.

Juga tidak disarankan menambahkan gula dan garam pada makanan bayi karena selain tidak berguna, juga malah membuat kerja pankreas anak berat. Dengan tidak menambahkan gula dan garam, anak akan belajar mengenal rasa asli makanan sehingga kelak juga tidak akan terlalu candu manis dan asin. Sementara secara tekstur, diajarkan agar bertahap pengenalan tekstur dari cair hingga padat.

Sementara pengenalan daging, disarankan setelah anak mengenal karbohidrat kompleks seperti nasi dan sayur. Jadi tidak diperkenalkan di awal MPASI. Sehingga di awal pengenalan nasi dan sayur sebaiknya tidak ditambahkan protein hewani. Jika pada tahap pengenalan nasi dan sayur ingin ditambahkan protein, maka disarankan ditambah tempe karena proteinnya cenderung lebih mudah dicerna.

Menjelang usia 8 bulan baru diperkenalkan protein hewani karena sistem pencernaan anak sudah lebih baik lagi. Juga sudah dapat dikenalkan pada keju dan polong-polongan, telur, tahu dan sumber protein lainnya.

Mengenai jadwal pemberian MPASI sendiri, untuk awal usia 6-7 bulan 1-2 kali puree buah di saat perut kosong agar penyerapan gizi maksimal (bisa setelah bangun tidur). Usia 7-8 bulan, puree buah 1 kali, bubur lembut 1-2 kali. Usia 8-9 bulan puree buah 1 kali, bubur lembut 1 kali dan bubur saring 2 kali. Usia 9-10 bulan puree buah 1 kali, bubur lembut 1 kali dan tim 2 kali. 10-12 puree buah 1 kali, tim 3 kali, makanan selingan 1-2 kali.

Tinggal kita pilih saja mau pakai aliran yang mana. Karena kita yang tahu persis kondisi anak kita ^_^

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

3 thoughts on “Persiapan MPASI Azam

  1. Ping-balik: resep makanan food combining wied harry | Atexz Dot Com

  2. ุงูŽู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ุฑูŽุจู‘ู ุงู„ู’ู€ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู’ู€ู† dpt tmbhn ilmu yg sgt bermanfaat

    Suka

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s