Tergelitik

Saya berulang kali  mendapat pertanyaan yang hampir sama dari mereka yang mau mencoba memulai berjualan online. Pertanyaan yang juga sering diterima oleh teman-teman olshop di grup.

“Teh, dapet darimana barangnya?” atau “Teh, boleh ga saya minta no kontak tempat teteh ambil barang?” atau “Cara dapetin supplier tangan pertama gimana ya? Boleh minta kontaknya ga?”.

Kenapa saya kok merasa geli ya sama pertanyaan itu. Pertanyaan yang di satu sisi mungkin polos, tapi di sisi lain kok rasanya gimanaaa gituh.

Sebenarnya wajar aja sih nanya kayak gitu. Mungkin karena berpikir supaya bisa dapet harga murah dan bisa jual harga murah juga. Mungkin karena pemula, mereka ga tau kalau mendapatkan supplier tangan pertama juga ga mudah.

Tapi yang bikin tambah geli itu kalo yang nanyanya adalah mereka yang sudah terjun ke dunia dagang. Saya dan teman-teman sering membahas pertanyaan seperti itu. Jawaban sederhananya: ambil di saya aja. Cuma ya ga semua yang bertanya mau ambil opsi itu, mereka ada juga yang bersikeras minta no kontak supplier kami.

Hanya sebagai catatan bagi yang mau terjun di dunia dagang dan dunia online shop, jangan pernah tanyakan hal itu pada orang yang menurut anda “pantas” menjadi supplier anda. Kenapa? Anda menanyakan supplier-nya karena anda menganggap dia sudah di atas anda kan?

Jarang pedagang yang mau dengan terbuka memberikan kontak supplier mereka. Apalagi meminta kontak importir. Mendapatkan supplier tangan pertama atau supplier utama itu tidak gampang. Kami beberapa kali akhirnya harus mendapatkan kerugian, beberapa kali harus merasakan ternyata harga yang didapat mahal dsb. Dan dicatat juga, jika memang mengharap tangan pertama, maka jangan aneh dengan syarat minimal jumlah pesanan yang ditetapkan. Sebagai contoh saat akan mengambil sebuah barang contohnya baju, kami harus  membeli secara serian dengan minimal sekian seri. Dan kami melepas sistem “mix” kepada reseller kami dengan selisih yang wajar. Wajar dalam arti, kami mengambil untung sewajarnya untuk upah diri kami, untuk operasional online shop kami, untuk lakban, ongkos kirim dari supplier, ongkos pickup/anter paket ke ekspedisi bahkan untuk beberapa orang, kami harus menggaji asisten kami.

Jika ada yang memberikan anda informasi tentang pengambilan barang di A di B, itu biasanya karena dia memang tidak berniat berjualan di bidang itu atau sekadar berbagi karena dia sendiri tahu syarat yang harus dipenuhi belum tentu dapat kita penuhi. Supplier murah itu rejeki. Rejeki jalan yang Allah kasih untuk usaha dagang kita. Itupun setelah melalui proses yang cukup panjang dan kemungkinan besar ga sebentar.

Trial and error itu ada juga di proses pencarian supplier. Dari mulai dapet harga murah tapi ternyata barangnya KW atau dapet barang asli tapi ternyata kemahalan. Itulah proses pembelajaran. Dibayar dengan ketekunan dan kesabaran kita menjalaninya. Seiring semakin seriusnya kita menggeluti bidang ini, di sana Allah akan menunjukkan segala kemudahan 🙂

Iklan

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s