Disiplin Diri – Kepemimpinan

Dapet googling, tadinya buat tugas mata kuliah Kepemimpinan. Sekalian nyari tau bahwa sekarang meski pake Chrome, WP bisa dipake dalam versi Visual. Eh tapi dimaklum deng, review yang jadi sumber dalam tugas mata kuliah IMK juga kan dibuat ketika Chrome masih versi beta. Nah, tinggal nyobain RSS Feed Joomla masih plain text atau ngga klo pake Chrome :mrgreen:

Selain itu, setelah baca jadi tertarik juga ngomentarin tentang isi buku Developing the Leader, Within You-nya Maxwell [John C. Maxwell] taun 1993. Soalnya itu konsep yang diajarin Aa Gym yang diambil dari ajaran Islam. Let’s check it out 😉

Mulailah dengan diri sendiri (Start With Yourself).

Para pemimpin besar dunia memulai dengan dirinya sendiri, maka kita pun harus demikian. Prinsipnya selalu melakukan intropeksi dan menuntut diri sendiri sebelum menuntut orang lain.

Jangan berorientasi pada pesaing, berorientasilah pada diri kita sendiri

Selama kita berorientasi pada pesaing, kita akan cepat panik dan tidak melakukan apa-apa selain menunjukkan pada orang lain, bahwa pesaing kita “buruk rupa”. Dengan kata lain, kita ingin memanipulasi “pendapat”. Kita kelihatan hebat kalau orang lain terlihat bodoh. Ini tidak dapat dibenarkan, sebab ketika pesaing kita hilang maka yang terlihat bodoh diri kita sendiri.

Jangan menunda, lakukan sedini mungkin (Start Early)

Hampir sebagian dari kita (termasuk saya) mempunyai kebiasaan buruk, belajar di hari terakhir sebelum kita ujian dan berpikir keras sesaat sebelum keputusan diambil. Di Meksiko, orang-orang berperangai buruk dikenal sebagai penganut Maniana (besok) Principle “Kalau bisa dipikirkan besok, mengapa harus dikerjakan hari ini?”. Nyatanya hidup mereka tak pernah sejahtera. Hal serupa juga banyak dijumpai di lingkungan sekitar kita. Segala sesuatu tidak dipikirkan sedini mungkin, melainkan baru sibuk kalau musibah terjadi. Akibatnya hasil yang dicapai tidak pernah optimal, dan banyak menghadapi kegagalan dan frustasi. Manusia yang cinta perubahan tak boleh menunda-nunda. Mereka harus menganut cara kerja orang besar: kerja keras, manajemen waktu, persisten (tahan uji), bertanggungjawab, dan bersikap positif, apapun juga situasinya.

Mulailah dari hal-hal kecil (Start Small)

Hal-hal kecil yang kita kerjakan sekarang, akan menjadi pegangan kita di hari esok. Kata orang bijak, langkah-langkah kecil akan menentukan langkah-langkah besar. Mulailah dengan rencana-rencana kecil, sekecil apapun yang bisa anda kerjakan, namun membuat anda dan sekeliling anda tumbuh. Perubahan tidak dapat dilakukan seketika menjadi lompatan besar, melainkan harus dimulai dengan hal-hal kecil di sekitar kita.

Mulailah sekarang juga (Start Now)

Sekarang, bukan nanti selesai rapat, kalau semua sudah pulang, kalau sudah pensiun, dan seterusnya. Perubahan harus dimulai dari anda sekarang juga.

Mirip 3M-nya Aa Gym yang mulai dari diri sendiri, dari hal yang kecil dan mulai saat ini kan!?

Monggo mampir ke webnya Maxwell ini. Jika Rasulullah telah mengajarkan teori kepemimpinan yang luar biasa bahkan mempraktikkannya serta berhasil [banget].. kenapa kita harus belajar dari seorang pastur? Meski memang ada hadits yang mengatakan bahwa hikmah itu adalah sesuatu yang berharga yang hilang dari seorang muslim, dan ketika menemukannya maka itu adalah hak yang menemukannya.. kapanpun dimanapun dari siapapun, ambil.

Referensi berikutnya: Muhammad The Super Leader Super Manager karya Pa Syafii Antonio. Karya sesama muslim loh, tentang tauladan kita pula. Membahas banyak hal tentang kepemimpinan Rasulullah saw. Dan banyak lagi tentang ketauladanan kepemimpinan Rasulullah dan para sahabat.

Wallahu a’lam bish-shawwab.

NB: ayo dong para ulama [orang berilmu] mulai sekarang menulislah. Berdakwahlah melalui tulisan pula. Maxwell aja jadi terkenal karena tulisannya. Lalu kenapa kita tidak bisa? 😉

12 thoughts on “Disiplin Diri – Kepemimpinan

  1. mengapa kita belajar dari seorang pastur? saya pikir itu kebetulan saja, kita (muslim) tdk membatas-batasi diri dlm mengejar hikmah. Inilah tantangan bagi kaum muslimin, qta belum memiliki struktur ilmu yg kuat sebagaimana pernah dicapai ulama-ulama mutaqodimin dan mutaakhirin. dalam ‘mengunyah’ bacaan-bacaan yg melimpah saja qta masih punya hambatan, padahal umat ini telah diwajibkan untuk baca sejak pertama kali hadirnya.

    Suka

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s