Sakura Cinta

Muara cinta sudah sepantasnya hanyalah Allah. Jika sebagian besar manusia memohon menikah dengan orang yang dicintainya, maka segelintir saja yang memohon mencintai yang menikahinya. Dan aku termasuk di dalam golongan kecil itu. Kenapa? Karena perasaan cinta tak bertahan lama jika penyebab cinta itu hadir hilang. Hingga doa itu akan menjadi kekuatan untuk senantiasa menemukan alasan-alasan lain untuk mencintai pasangan kita ketika alasan awalnya hilang.

Anda boleh setuju boleh tidak dengan pernyataan saya. Tapi itu yang saya harapkan. Saya mencintai yang menikahi saya.

Seorang lelaki yang memiliki keimanan adalah seseorang yang apabila ia mencintai istrinya ia memuliakan, dan apabila ia tidak menyukainya ia tak menzhalimi istrinya.

Bukankah kebahagiaan bagi seorang istri untuk dimuliakan, minimal tidak dizhalimi. Iya kan?

Penyesalan hanya pantas terjadi bila kita tidak mengambil pelajaran dari masa lalu, dari kesalahan kita bahkan dari kebaikan yang kita perbuat.

Hakikat cinta adalah membuat manusia bahagia, maka siapa yang dapat memberikan kebahagiaan itu jika bukan Sang Pemilik Cinta. Ia yang membolak-balikkan hati manusia. Bekal cinta di awal pernikahan adalah penting, tapi tidak mendominasi. Ketika cinta mendominasi, akan banyak kekecewaan karena dalam perjalanan pernikahan, cinta  pada pasangan bukanlah satu-satunya bekal. Ada bekal yang lebih penting, cinta pada Allah. Hingga selalu ada alasan untuk mencintai pasangan kita karena alasan cinta itu tak pernah hilang, cinta karena Allah dan Allah takkan pernah hilang takkan pernah menjauh selama kita senantiasa mendekat menujuNya.

Saya bukanlah seorang yang berilmu banyak untuk bercerita lebih tentang itu. Tapi saya punya cukup untuk berbagi dengan kalian bahwa jika cinta itu ada penyebab, maka cinta itu bisa kita kendalikan dengan selalu mencari penyebab hadirnya. Meski kadang kita kelimpungan, tapi jika alasan itu kuat dan tak pernah hilang maka cinta itu akan tumbuh subur, meski hanya menjadi sakura cinta..

Iklan

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s