Begitulah. Maka Nikmatilah..

Nikmati aja. Itu kata-kata yang sering dinasihatkan kepada sa ketika sa tengah merasa tertekan. Merasakan yang diamanahkan Allah seperti beban. Nikmati aja, Sa. Begitu kata-kata itu seringkali terucap dari teman-teman. Nikmati aja De. Itu nasihat kakak-kakak sa.

Ya, seringkali sa ngeluh ke mereka. Kakak-kakak sa seolah jadi jawaban Allah atas harapan tak terucap selama ini. Orang-orang yang bisa dijadikan sandaran ketika seluruh keluarga bertumpu di pundak. Ketika semenjak kecil senantiasa diajarkan untuk mandiri, diajarkan betapa kerasnya hidup. Tapi itulah yang membuat sa semakin kuat.

Ketika beranjak dewasa, amanah itu semakin terasa berat. Terus bertambah. Dilema antara tanggung jawab pada diri dan keluarga. Seringkali demi tanggung jawab pada keluarga membuat sa harus mengalahkan ego diri. Hingga saat Allah dengan indah memperlihatkan skenario yang luar biasa. Sa ga bahkan tak ingat pernah memintanya atau tidak. 2008-2009 adalah saat-saat luar biasa yang mengagumkan.

Syukuri. Itu nasihat kakak-kakak ketika sa bercerita tentang hal itu. Meski seringkali mengeluhkan beratnya beban ini, namun selalu ada bahu yang siap dijadikan sandaran, selalu ada telinga yang siap mendengar dan selalu ada tutur kata yang bijak semakin mendewasakan.

Ya. Begitulah. Sa hanyalah perantara turunnya rizki dari Allah untuk  keluarga. Dan masih banyak perantara lainnya. Hanya Allah tempat kita bersandar. Maka nikmatilah proses pendewasaan ini. Bantu sa.. teruslah berada di samping sa. Temani sa untuk menuju level selanjutnya. Lebih baik lagi dalam memahami diri. Bantu sa untuk memahami dan menikmati ini semua. Jangan pernah berhenti dan jangan pernah bosan. Kumohon..

Terima kasih untuk kakak-kakakku dan teman-teman yang senantiasa memberikan warna cerah kedewasaan dalam hidup sa.

Terima kasih untuk bahu tempat bersandar, telinga yang senantiasa mau mendengar, tangan yang lembut memeluk dan tutur kata bijak yang senantiasa terucap. Kalian hebat. Luar biasa!

Iklan

8 thoughts on “Begitulah. Maka Nikmatilah..

  1. Tekanan/stress itu ada siklus/prosesnya. Hidup kadang perlu ada sedikit tekanan agar bisa keluar potensi kita. Namun jika sudah terlalu banyak tekanan itu perlu manajeman yang lebih khusus lagi. Kita perlu memahami karakter/tabiat dari kehidupan itu sendiri. Kehidupan juga mempunyai siklus dan kadang siklus itu berulang walau dalam kondisi dan tingkatan yang berbeda. Bersahabatlah & temukan ke-‘ngeh’-an dari hidup. Mungkin setelah menemukannya baru akan berkata, “Oh ternyata maksud kehidupan seperti itu… “.

    Alhamdulillah… Rencana Allah itu indah.

    Ibarat menapaki jalan mendaki. Semua kesulitan dan kesusah payahan itu akan terbayar ketika sudah tiba di puncak-puncak pendakian bahkan sampai ke puncak tertinggi (surga-Nya). Dan di puncak mungkin akan merindukan kenangan2 indah pada saat perjuangan melewati tantangan.

    ***
    Nikmatilah setiap proses walaupun tekanan/ujian itu sampai titik terlemah atau terasa berat. Jalani dengan berpikir positif (‘the secret’). Just do it.
    Dan bersyukurlah karena hidup kita makin kaya dengan adanya banyak masalah. Karena setiap masalah sudah disediakan pahala dan jalan keluarnya. Karena bila kita melakukan apa yang orang lain tidak lakukan, maka kita akan mendapatkan apa yang orang lain tidak dapatkan.
    ***
    Ketika kesegaran pagi hari telah sirna digantikan oleh kepengapan dan kebosanan tengah hari……
    Ketika otot-otot kaki gemetar menahan ketegangan, pendakian serasa tiada akhir…..
    Dan tiba-tiba segala sesuatunya terjadi di luar keinginan……
    ITULAH SAATNYA KETIKA KITA JUSTRU HARUS TETAP TEGUH DAN TIDAK RAGU….!!!

    Suka

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s