Bukan Cinta Biasa

Temen-temen yang sering mengikuti perkembangan dunia musik, mungkin sudah tidak asing dengan Bukan Cinta Biasanya Afgan.
Tapi bukan lirik dan lagu itu yang akan kita bahas disini melainkan bahwa kita bisa memiliki cinta yang tak biasa itu. Cinta yang berada di jalan para pejuang.. Jalan cinta para pejuang.. Jalan cinta yang tak mudah dilalui namun begitu indah sebenarnya.

Cinta berjalan di hadapan kita dengan mengenakan gaun kelembutan. Tetapi sebagian kita lari dalam ketakutan, atau bersembunyi dalam kegelapan. Dan sebagian yang lain mengikutinya untuk melakukan kejahatan atas nama cinta. [Kahlil Gibran]

Tak asing kisah Romeo dan Juliet. Kisah lebay “tragis” cinta dua sejoli. Atau mungkin pernah membaca Layla dan Majnun alias Qais? Kisah-kisah cinta romantis yang [katanya] memberikan gambaran pengorbanan cinta sejati. Banyak pemuda-pemudi terjebak dalam kisah cinta indah nan tragis ini. Tergila-gila atas nama cinta.

Salim A Fillah menyebut ini dalam bukunya “Jalan Cinta Para Pejuang” sebagai Gilalova.

Cinta. Ini pula yang kemudian dalam al-Quran dibahas dalam berbagai konteks, salah satunya adalah nafsu yang ia oleh manusia dijadikan Ilah selain Allah.

Padahal cinta adalah fitrah yang hendaknya ia dipijakkan di tempat yang seharusnya. Berpijak di atas fitrah itu sendiri, disesuaikan dengan keinginan Sang Pemberi Fitrah.

Dalam bukunya, Salim Akhukum Fillah menekankan apa yang selama ini jadi fokus buku-bukunya.. meluruskan pemahaman cinta para pembacanya kepada pemahaman cinta yang sesungguhnya, pemahaman yang lebih agung.

Di kalimat terakhir bahasan Amor Vincit Omnia (Cinta Menaklukkan Segalanya), Salim menegaskan kembali tentang sebuah jalan cinta yang bukan cinta biasa..
“Di jalan cinta para pejuang, kata Amor Vincit Omnia’ ditanggal sejak awal. Karena cinta tidak boleh menaklukkan kita karena kitalah yang akan menaklukkan cinta.
Di jalan cinta para pejuang, perjuangan pertama adalah sebuah pergulatan jiwa. Pergulatan jiwa untuk menaklukkan cinta itu sendiri.”

Sedikit mengomentari kata-kata itu, Allah menghendaki kita tidak takluk pada cinta agar hanya ada Allah saja dalam hati kita. Memurnikan Laa Ilaaha IllaaAllaah.. Agar tidak ada sesuatupun yang menaklukkan kita, agar kita tak tunduk pada apapun dan siapapun kecuali pada Allah semata.

Inilah cinta yang bukan cinta biasa. Cinta yang dipijakkan sesuai fitrahnya. Cinta yang berjalan di atas jalan yang semestinya. Cinta yang landasannya adalah landasan yang diberikan oleh Sang Pecinta.

Lihatlah Rasulullah dan para sahabat. Lihatlah para salafush shalih. Lihat pula para nabi dan rasul beserta pengikutnya. Merekalah bukti para pejuang cinta yang bukan cinta biasa.

Empty love merupakan langkah awal. Demikian papar akh Salim mengutip hasil penelitian Robert J. Sternberg mengenai teori “A Triangular Theory of Love”. Empty love adalah cinta yang hanya dilandasi komitmen tanpa gairah tanpa keintiman. Empty love sebagai sudut kunci dari teori segitiga cinta Sternberg. Membangun komitmen. Jalan cinta para pejuang adalah jalan kesetiaan dan pengorbanan. Komitmen adalah ikatan kerelaan berkorban, bukan meminta, berinisiatif tanpa menunggu, memahami dan bukan menuntut. Komitmen adalah ikatan kesetiaan.
Demikian tulis Salim.

Di jalan cinta para pejuang, komitmen-lah yang akan menjadi tapak langkah pertama cinta kita.. Bukan cinta biasa..

“Hai orang-orang yang beriman, barang siapa diantara kalian yang melepas ikatan kesetiaan dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Ia cintai dan mereka pun mencintai-Nya..” (QS. Al-Maidah [5]: 54)

3 thoughts on “Bukan Cinta Biasa

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s